( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku

( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku
Episode 8


__ADS_3

Leo memapah Tika untuk keluar dari hutan yang tak jauh dari sungai, mereka harus melewati hutan jika ingin ke desa.


" Kak itu ada pondok sebaiknya kita istirahat di sana, kakiku tak kuat berjalan lebih lama lagi" kata Tika, menunjuk pondok tak jauh dari mereka.


Leo melihat pondok tepat dihadapannya segera ke sana karena dia juga lelah, Leo menbantu Tika untuk duduk ketika mereka sudah sampai di pondok.


Leo melihat Tika kedinginan memberikan jasnya pada Tika. " Terima kasih kak" kata Tika, menerima jas Leo.


" Tika coba usap kedua tanganmu setelah itu letakan di pipimu" kata Leo.


Tika mencoba yang dikatakan oleh Leo mereka berusaha menghangatkan tubuh mereka karena hujan semakin lebat.


" Sial tak ada kayu lagi" kata Leo, melihat sekitar pondok berharap ada kayu bakar disana untuk membuat api unggun.


Tak lama terdengar suara petir, duar, membuat Tika ketakutan.


" Aw" pekik Tika, tiba saja memeluk Leo karena terkejut. Leo terkejut yang dilakukan oleh Tika.


" Tika" kata Leo. Tika membuka matanya baru menyadari bahwa dia memeluk Leo, mata mereka saling bertatapan.


" Maaf kak Tika takut mendengar suara petir" kata Tika, Leo menanggukan kepalanya.

__ADS_1


Duar


Kembali terdengar suara petir menyambar. " Aw" teriak Tika, memejam matanya sambil memeluknya. Leo membiarkan Tika memeluknya agar dia tenang.


Hari semakin gelap hujan pun semakin lebat membuat kedua orang berada pondok hanya berharap malam cepat berlalu.


Tiba saja tubuh Tika gemetaran kedinginan membuat Leo khawatir.


" Kak dingin " kata Tika, mempererat pelukannya. " Tika sadar" kata Leo, menepuk pipi Tika. Kemudian dia merebahkan Tika di sampingnya.


Leo terus mencoba membangunkan Tika. dia tersenyum melihat Tika membuka matanya. Leo memandang wajah pucat Tika tiba saja dia melihat bibir Tika yang mulai kering.


Nia dan Papi Primus sudah sampai di bandara kota A, mereka harus melanjukannya dengan kendaraan darat.


" Maaf tuan, nona sepertinya kita harus menginap disini untuk malam ini, karena hujan semakin lebat tak baik untuk kita melanjutkan perjalanan" kata orang kepercayaan papi Primus di kota A.


" Pi Nia ingin ke tempat mas Leo, Nia khawatir pi" kata Nia khawatir dengan suaminya.


" Sayang yang dikatakannya benar jika kita melanjutkan perjalanan malam ini yang ada mendapat musibah, sayang" kata Papi primus.


Akhirnya Nia setuju untuk menginap semalam di kota A dan mencari hotel di dekat bandara, baru setelah itu besok pagi mereka melanjutkan perjalanannya.

__ADS_1


Tedi dan Lia berada di rumah salah satu penduduk mereka hanya menunggu kapan hujan ini reda. Tak ada yang mengetahui kejadian malam ini akan merubah semuanya.


Di Hotel.


Nia memikirkan keadaan suaminya dan sahabatnya di luar sana, tiba saja dia memegang dadanya merasa sesak.


" Ada apa ini rasanya sakit sekali, aduh" kata Nia, memegang dadanya. Nia mencoba untuk duduk di sofa.


" Ya Allah ada apa ini dadaku sesak sekali, semoga saja tak terjadi hal buruk terjadi" kata Nia, memikirkan suaminya.


Dengan bersusah payah Nia memejamkan matanya, Nia membaca istigfar agar hatinya tenang taklama dia memejsmkan matanya.


Dalam hutan.


Kedua orang di pondok masih dengan kesibukan mereka tanpa memikirkan perasaan seseorang yang menunggu.


Terdengar suara ayam berkokok Leo berusaha membuka matanya alangkah terkejutnya, dia melihat keadaan sekitarnya dan Tika di samping.


" Astagfirrah apa yang telah ku lakukan" kata Leo, terkejut dengan ini.


Hiks, hiks, hiks

__ADS_1


__ADS_2