( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku

( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku
Episode 94


__ADS_3

Riri sudah tinggal bersama keluarga Ramadhan saat berakhirnya malan resepsi pernikahan Tama dan Nia untuk berangkat ke sekolah ia di antar oleh supir yang sebelumnya di pakai oleh Nia, karena papi Primus tahu kalau menantunya sudah mempersiapkan keperluan putrinya.


Pagi ini Riri bersiap untuk ke sekolah ia sudah rapi tersenyum melihat Green yang juga sudah rapi, keduanya turun ke bawah menuju ruang makan dimana mami Yulia dan papi Primus sudah menunggu.


Mami Yulia tersenyum melihat keduanya mendekat dan mengajak untuk sarapan pagi.


" Riri, kamu diantar oleh pak Asep" kata papi Primus.


" Kakek bukannya pak Asep supirnya mami terus siapa nanti yang mengantar mami ke kantor, kalau pak Asep mengantar tante Riri? " Green.


Mami Yulia tersenyum. " Sayang nanti papamu yang menyediakannya begitu juga dengan cucu nenek ini" kata mami Yulia, Green dan Riri menanggukan kepalanya kemudian pamit berangkat ke sekolah hari ini Green berangkat bersama Riri keinginan Green.


Papi Primus juga pamit ke mami Yulia ke kantor selama putrinya berbulan madu ia yang akan mengurus perusahaan sebelum putrinya kembali.


Waktu terus berlalu tak terasa jam pulang sekolah sudah waktunya Riri dan siswa lainnya bersiap untuk pulang, Riri menuju pak Asep di pintu gerbang.


Riri terus melihat jam sudah sepuluh menit pak Asep belum juga datang.


" Pak Asep dimana ya?. sebaiknya aku hubungi daripada menunggu seperti ini" guman Riri. Riri menghubungi pak Asep.


" Asssalamualaikum pak, pak dimana saya sudah menunggu dari tadi? "


" Maaf nona tadi dalam perjalanan tiba saja mobil mogok dan sekarang saya ada di bengkel, nona tunggu sebentar ya ini sudah mau selesai"


" Tidak perlu pak saya akan menaik taksi"


" Saya minta maaf nona"


" Ya pak tidak apa-apa".Mereka menutup panggilan. Riri berjalan sedikit mencari taksi.


Hampir setengah jam taksi belum datang juga membuat Riri kesal, ketika ia akan menghubungi pak Asep minta di jemput ada mobil berhenti di hadapannya Riri menatap mobil di hadapannya dengan bingung.


" Kau" kata Riri, setelah tahu siapa yang ada dalam mobil, Roger baru saja kembali dari menemui klien di restoran ketika akan ke kantor tanpa sengaja ia melihat Riri berdiri di sebelah mobilnya.


" Gadis itu sepertinya menunggu taksi bukannya mereka tak beroperasi karena suatu hal, gadis itu sepertinya sejak tadi menunggu" Roger, menghela nafasnya secara kasar mengendarai mobilnya ke arah Riri.


" Kenapa kau ada disini" kata Riri, dengan jutek.

__ADS_1


" Mari saya antar pulang" kata Roger, membuat Riri memencingkan matanya dan menggelengkan kepalanya.


" Nggk perlu biar saya menghubungi supir untuk menjemput saya di sini" kata Riri, menghubungi pak Asep.


Setelah menghubungi Pak Asep Riri menjadi menghela nafasnya. " Sepertinya supir anda nggak bisa" kata Roger, melihat wajah Riri kusut.


Riri menanggukan kepalanya. " Dia terjebak macet karena ada kecelakaan" keluh Riri. Riri terkejut tangannya di tarik oleh Roger ke mobilnya dan memaksanya masuk.


" Hei apa yang baru saja kau lakukan? " Riri, melihat Roger sudah masuk ke mobil, Roger menatapnya tajam.


Deg


Tiba saja jantung keduanya berdetak dengan cepat Roger segera mengoleh ke depan dan memegang stir mobil.


" Saya akan mengantar anda pulang" kata Roger, fokus ke depan.


Riri menanggukan kepalanya memenjamkan matanya dan memegang dadanya dimana jantungnya masih berdetak.


' Sial ada apa dengan jantung ini tiba saja berdetak dengan cepat, semoga saja dia tak mengetahuinya" guman Riri melirik Roger fokus dengan menyetirnya.


Beberapa menit kemudian mereka tiba di kediaman keluarga Ramadhan tidak lupa Riri mengucap terima kasih, setelah Riri keluar Roger melajukan mobil ke perusahaan Davidson Group.


Nia dan Tama bersiap kembali ke jerman setelah seminggu berbulan madu di Swiss, mereka sangat menikmati setiap wisata yang mereka kunjungi. Nia banyak mengambil gambar mereka tidak lupa membeli oleh untuk keluarganya.


Mereka sudah berada di bandara untuk menaiki pesawat menuju jerman sebelum ada panggilan Nia menyempatan untuk kembali memeriksa barang bawaan mereka.


Taklama terdengar panggilan segera menaiki pesawat karena pesawat menuju Jerman akan segera berangkat, Tama berpamitan pada orang kepercayaannya dan tidak lupa untuk memgurus cabang perusahaannya. Tama dan Nia menaiki pesawat taklama pesawat mengudara menuju Jerman.


Beberapa waktu pesawat dari Swiss telah sampai di Bandara Internasional Jerman Tama menghubungi Roger untuk menjemput mereka, Tama dan Nia menunggu Roger di depan pintu selamat datang.


" Mas kapan Roger datang menjemput kita aku merindukan Green?" Nia, memeluk lengan Tama.


Tama tersenyum. " Itu dia mas akan menghubunginya" kata Tama, Nia tersenyum dan Tama menghubungi Roger.


" Maaf tuan muda saya sedikit telat" kata Roger, Tama menanggukan kepalanya Roger menghubungi anak buahnya membawa barang bawaan mereka, Roger mengendarai mobil menuju kediaman keluarga Ramadhan karena menjemput putrinya.


Kediaman keluarga Ramadhan.

__ADS_1


Green menekukan wajahnya di depan televisi mami Yulia baru saja selesai masak makanan malam heran melihat cucunya karena dia akan mengajaknya makan malam.


" Cucu nenek ini kenapa lagi? " mami Yulia, mengelus rambut Green.


" Kata nenek mami dan papa akan pulang sekarang sudah malam tapi mereka belum juga pulang" kata Green.


Mami Yulia tersenyum setelah mengetahui kalau cucunya merindukan orangtua.


" Sayang sebentar lagi mereka pasti akan pulang" kata mami Yulia, Green menanggukan kepalanya.


Mobil dikendarai oleh Roger tiba di ke diaman keluarga Ramadhan satpam segera membuka gerbang setelah mengetahui siapa yang datang.


" Assalamualaikum" ucap Nia. Green dan mami Yulia membalikan tubuhnya.


" Mami papa pulang yes" teriak Green, memeluk Nia dan Tama.


Nia mencium wajah putrinya dan mendekati mami Yulia mencium tangannya dan memeluknya diikuti oleh Tama.


" Papi dimana mi? " Tama tidak melihar papi Primus, Roger dan anak buahnya membawa turun barang bawaan Tama dan Nia.


' Papimu di kamar ayo kita ke ruang makan kalian belum makan malam kan" kata mami Yulia, Nia tersenyum memeluk lengan Tama menuju ruang makan mami Yulia tersenyum melihat putrinya bahagia.


Papi Primus turun menuju ruang makan terkejut melihat putri dan menantunya sudah pulang.


" Kakak" teriak Riri, keluar dari taman samping.


Bruk


Tanpa sengaja Riri menabrak Roger saat menuju ruang makan karena Roger berdiri di dekat papi Primus.


" Astaghfirrurrah, siapa sih berdiri di depanku" kata Riri, Roger hanya diam yang lainnya hanya diam.


" Kau " tunjuk Riri, terkejut melihat Roger di hadapannya.


" Riri" kata mami Yulia, tak ingin keponakan suaminya menbuat keributan.


Riri menanggukan kepalanya dan memeluk Nia, papi Primus juga mengajak Roger makan bersama.

__ADS_1


"Untuk malam ini kalian nginap disini apalagi hari sudah malam, kalian pasti lelah dari perjalanan" kata papi Primus.


Nia memandang Tama dengan senyuman, Tama memegang tangan Nia dan menanggukan kepalanya Roger pamit kembali ke apartement, Mami Yulia meminta mereka untuk istirahat Green yang ingin tidur bersama Nia dan Tama memperbolehkan.


__ADS_2