( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku

( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku
Episode 15


__ADS_3

Keesokan harinya di keluarga Ramadhan setelah melaksanakan shalat subuh Nia memukirkan menengai keluarga kecilnya, dan bagsimana sikapnya menghadapi Leo jika bertemu seakan ada jarum yang menusuk hatinya.


" Nona dipanggil nyonya untuk sarapan pagi" panggil pelayan. " Ya bi sebentar Nia akan membangunkan Green" kata Nia.


" Baik nona" seru pelayan meninggalkan kamar Nia. Nia tersenyum melihat putrinya yang tertidur sangat pulasnya.


" Sayang ayo bangun Oma dan Opa sudah menunggu kita untuk sarapan" kata Nia, mencium pipi Green. Setelah membersihkan diri mereka turun menuju ruang makan.


" Oma, Opa panggil Green mencium keduanya. " Cucu oma sudah wangi dan cantik, nak kamu ingin ke kantor? " Mami Yulia, melihat Nia sudah rapi.


" Ya mi hari ini ada metting penting di kantir menengai proyek kita di pedesaan itu" kata Nia.


Mereka melanjutkan menikmatan sarapan yang telah tersedia, sebenarnya mami Yulia ingin bertanya apa yang terjadi tapi suaminya melarangnya.


" Nia tadi malam mertuamu menghubungi papi, dia bertanya tentang kalian" kata Papi Primus, Nia yang sedang menyuapi makanan ke mulutnya berhenti.


" Aku melupakan mami Sarah pasti dia khawatir " guman Nia. Ya opa kemaren kami pergi ke mall untuk berrmain dengan oma Sarah, terus oma katanya ada urusan penting dan kami ke rumah oma dan opa " kata Grern meminum susunya.

__ADS_1


Nia hanya tersenyum bahwa semuanya baik saja. " Maaf Mi, Pi Nia lupa memberitahu mami Sarah kalau kita menginap disini" kata Nia.


" Baiklah jangan lupa memberi kabar pada mertuamu, kalau kalian menginap disini" kata Papi Primus.


Nia menanggukan kepalanya dan melanjutkan menikmati sarapannya. Kemudian Nia pergi ke perusahaan Ramadhan Gruop sang putri juga ikut bersamanya.


" Sebaiknya aku menghubungi mami Sarah agar tidak khawatir.


Mami Sarah sedang berada di taman menikmati udara pagi hari.


" Assalamualaikum mami" Nia, menghentikan mobilnya di tepi jalan.


" Sayang tidak apa kan?" Mami Sarah, terdengar jelas khawatirnya. Sedangkan Nia tersenyum ada sedikit rasa bersalah dalam hatinya karena tidak memberi kabar pada mertuanya.


" Maaf mi Nia tidak memberi kabar pada mami kalau Nia dan Green menginap dirumah papi" kata Nia.


" Ya sayang tidak apa, oh ya dimana cucu mami kalau kamu ke kantor gimana dengan Green? Mami Sarah, mengetahui bahwa menantunya berangkar ke perusahaan.

__ADS_1


" Katanya Green ingin ikut bersama Nia, mi" seru Nia. " Oma Green ingin ikut mami kerja" kata Green dengan cerianya.


Mami Sarah tersenyum du balik telepon. " Sayang jangan nakal ya harus patuh pada mami" kata Mami Sarah.


" Baik oma Green takkan nakal" kata Green. Kemuduan mereka mengakhiri panggilannya dan melanjutkan perjalanan ke Ramadhan Group.


Mami Sarah merasa lega karena dia menduga bahwa Nia tidak mengetahui tentang Leo.


" Maaf mi karena Luna tidak memberitahu bahws Luna sudah mengetahui hubungan antara mas Leo danTika, Nia akan berpura tidak tahu dan menunggu tindakan mas Leo" guman Nia, menatap lurus jalanan.


Taklama mereka sampai di perusahaan Ramadhan Group, para karyawan memberi hormat pada Nia.


" Apakah Tika sudah tiba? " Nia pada sekretarisnya ketika mereka tiba di ruangannya. " Belum bu, bu Tika belum datang" kata sekretarisnya, Nia menanggukan kepalanya dan masuk ke ruangannya.


" Sayang duduk disini ya jika Green lelah tidur saja ruangan disana" kata Nia, menunjuk kamar dalam ruangannya. Green menanggukan kepalanya sambil menikmati cakebyang dibelinya.


" Untuk apa aku bertanya pasti sekarang mereka sedang bersama" bisik Nia, memikirkan Tika yang belum datang ke perusahaan.

__ADS_1


__ADS_2