( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku

( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku
Episode 125


__ADS_3

Melihat penjahat membuat mami Yulia semakin takut dan mempererat pelukan cucuny, mami Yulia terus mencoba untuk mundur berharap bisa lolos.


" Hai wanita tua percuma kau berfikir untuk melarikan diri karena tak ada yang datang" kata salah satu penjahat.


Anak buah Xanders mencoba mencari setiap toilet yang berada di sekitar acara tapi tak ada.


" Cepat beritahu tuan Xanders kita sudah mencarinya tapi tak ketemu" kata salah satu anak buah Xanders.


" Jangan sudah ada yang menyabotase hingga mencari toilet jauh dari lokasi " kata Tio, merupakan anak buah Xanders.


Tio segera memberitahu pada Xanders dan membuat Xanders marah minta mereka mencarinya sampai ketemu.


" Sepertinya aku harus memberitahu tuan muda Tama" kata Xanders.


Xanders mencoba menghubungi Tama sedangkan di tempat mami Yulia dan Green semakin didesak oleh penjahat.


" Nenek hiks hiks, Green ingin ke tempat mami" Green menangis memanggil Nia. Mami Yulia hanya bisa memgang tangan cucunya dengan erat.


Penjahat tersenyum smirk sambil mendekati mereka.


" Ayo cepat kita lakukan sepertinya keluarganya sudah menyadarinya" kata Temannya, ternyata sudah ada temannya melihat anak buah Xanders mencari mami Yulia dan Green.


Para penjahat segera mengepung mami Yulia dan Green dan mereka menarik Green agar terlepas dari tangan mami Yulia.

__ADS_1


" Nenek" teriak Green. " Green, dasar penjahat lepaskan cucuku" teriak mami Yulia.


Melihat mami Yulia terus berteriak membuat mereka marah dan salah satu dari mereka menampar mami Yulia hingga jatuh pingsan.


" Nenek lepaskan Green, Green ingin nenek" Green terus memberontak untuk dilepas.


" Dasar anak ini terus saja berteriak " kata Tio, memberi obat bius hingga Green tak sadarkan diri dengan cepat mereka meninggalkan mami Yulia yang tak sadarkan diri.


Sedangkan lokasi acara Nia sudah gelisah karena Green dan mami Yulia belum juga kembali dari toilet ini sudah tiga puluh menit mereka pergi.


" Mas, Green dan mami kemana?. Kenapa hanya ke toilet begitu lamanya" kata Nia dengan wajah cemas.


" Nak tenanglah mungkin toilet yang mereka tuju ramai dan mencari yang lain" kata mommy Indira, menenangkan menantunya. Papi Primus juga mengkhawatirkan istri dan cucu dan dia mencoba menghubungi.


Tin


Terdengar panggilan dari HP Tama.


" Halo tuan muda kami tak menemukan keberadaan nona kecil dan nyonya Yulia, saya khawatir terjadi sesuatu" kata Xanders,mendengar hal tersebut seketika raut wajah Tama berubah ia melihat Nia dan lainnya.


" Baik aku akan ke sana" kata Tama, semua mata tertuju padanya Nia semakin takut.


" Nia, mas keluar dulu ada klien yang ingin bertemu" kata Tama, mencari alasan bisa meninggalkan acara.

__ADS_1


" Tapi mas" kata Nia.


" Tama" kata daddy Thomas, menduga pasti ada sesuatu.


" Sayang mas takkan lama ia kebetulan hadir di sini, mas akan pergi bersama Roger. Kamu disini saja Green dan mami Yulia pasti baik saja" kata Tama, Nia menanggukan kepalanya.


Tama mengajak Roger keluar. " Tuan muda" kata Roger.


" Apa yang kamu fikirkan Roger mereka sudah mulai bertindak ternyata" kata Tama, dengan dinginnya. Mereka menuju ke tempat Xanders.


Xanders melihat Tama dan Roger datang segera mendekat.


" Bagaimana? " Tama, Xanders menggelengkan kepalanya.


" Bos kami melihat ada seorang wanita pingsan di depan toilet" kata anak buah Xanders berlarian.


" Katakan dimana kau melihatnya "kata Tama.


" Kami melihatnya toilet bagian belakang, tuan muda kami juga menemukan ini di depan toilet"


" Sial ternyata mereka telah merencanakannya" kata Tama, melihat kertas bertuliskan toilet rusak.


Tama segera ke tempat yang dikatakan oleh anak buahnya dan mereka menemukan mami Yulia pingsan tapi Green tak ada, Tama meminta anak buahnya membawa mami Yulia ke rumah sakit.

__ADS_1


" Brak"


__ADS_2