
Keesokan paginya setelah sarapan pagi Nia dan Tama bersiap ke kediaman keluarga Davidson,Tama memang mengajak keluarga kecilnya untuk tinggal di kediaman keluarga Davidson sebelum tinggal di rumah yang telah ia persiapkan.
Riri dan mami Yulia saling berpelukan mereka merasa sedih melihat semua barang Nia dan Green di masukan ke dalam mobil, papi Primus sebenarnya juga merasa sedih karena putri dan cucunya akan pergi tetap ia tahan.
" Nenek Green pergi dulu ya, nenek harus sering menemui Green nanti, tante jaga nenek dan kakek " kata Green, dengan lucunya. Mami Yulia langsung memeluk cucu kesayangannya itu Riri juga memeluk keponakannya ia akan merindukan gadis kecil yang ceria.
" Tama papi titip mereka ya, mereka adalah segalanya untuk kami" kata papi Primus.
" Ya pi Aku akan melindungi mereka dengan nyawaku karena mereka berdua adalah hidupku" kata Tama, papi Primus tersenyum haru mendengarnya.
Nia yang sudah menangis langsung memeluk orang terkasihnya sebenarnya dia berat meninggalkan orangtuanya yang mana selama ini yang sel add lu mendukungnya apalagi saat masa tersulitnya, tapi sekarang sudah ada Tama yang menjadi imannya makanya Nia patuh setiap perintah suaminya.
" Nak jadikan masa lalu itu sebagai pelajaran dan lupakanlah mulai dengan hidup yang baru papi tahu kamu sering bermimpi buruk, tapi berusahalah untuk tidak mengingatnya papi yakin putri papi bisa" kata Papi Primus.
Nia menangis histreis ia tak percaya kalau papinya tahu kalau dia sering bermimpi buruk, pasti saat ia tidur papinya masuk ke dalam. Nia memeluk mami Yulia dan Riri.
__ADS_1
Mami Yulia tidak melepas pelukannya dari putrinya menuju keluar ternyata diluar sudah di tunggu oleh Roger di samping mobil, Riri menatap Roger dengan sinis.
" Mami, Nia pergi dulu ke rumah suami Nia. Nia akan merindukan mami nanti" kata Nia, mami Yulia mengelus pipi putrinya dan memeluknya tidak lupa Nia meminta Riri untuk menjaga orangtuanya.
Mami Yulia dan lainnya sedih melihat Nia, Tama dan Green meninggalkan kediaman keluarga Ramadhan. Sebagai orangtua mereka berharap afar putri dan cucu mereka bahagia.
Kediaman keluarga Davidson.
Mommy Indira sangat bahagia mendengar kabar dari putranya kalau mereka akan datang ke rumah, mommy Indira sudah meminta pelayan untuk membersihkan kamar sebelah kamar putranya di jadikan kamar Green.
" Bibi jangan lupa buat cake untuk kita makan bersama hari ini menantu dan cucuku datang jadi harus di sambut dengan meriah" kata mommy Indira.
" Baik nyonya" kata bibi. Dengan bantuan pelayan lainnya membuat cake dan minuman yang menyegarkan selesai dengan memasak mommy Indira mengajak suaminya duduk di ruang tengah.
" Daddy kok mereka lama sampainya padahal Tama hilang sudah dalam perjalanan" kata mommy Indira yang tak sabar mereka datang, daddy Thomas hanya menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Taklama terdengar mobil masuk ke kediaman keluarga Davidson mommy Indira bahagia segera menuju ke depan pintu dan daddy Thomas mengikutinya dari belakang, mommy Indira dan daddy Thomas tersenyum melihat mereka keluar dari mobil.
" Assalamualaikum" kata Nia.
" Waaalaikumsalam, sayang mommy senang karena kalian sudah pulang selamat datang ke rumah oma dan opa sayang" kata mommy Indira, mengusap wajah Green, Green tersenyum mencium tangan oma dan opa.
Nia memeluk mertuanya tidak lupa mencium tangan mereka, daddy Thomas menepuk punggung putranya. Mommy Indira mengajak mereka untuk ke ruang makan karena waktu makan siang sudah masuk.
Tama tersenyum tipis melihat hidangan yang tersedia di atas meja adalah kesukaan Nia dan Green.
" Mommy terima kasih, mommy ini pasti merepotkan " kata Nia.
" Untuk menantu dan cucu kesayangan tidak ada merepotkan" kata mommy Indira, mengelus pipi Nia, Nia tersenyum karena orangtua suaminya sangat menyayanginya dan Green.
Mommy Indira mengajak mereka untuk menikmati makan siang bersama.
__ADS_1