
Tama, Roger dan Xanders sudah sampai di markas mereka sedang mencari lokasi dimana Green di sembunyikan.
Mereka adalah ahli IT mencari keberadaan Green, Tama juga mencari dari semua CCTV terpasang di jalan dia meretas CCTV.
" Tuan muda saya melihat mobil Van hitam keluar dari garasi belakang hotel dan sekarang menuju luar " kata anak buahnya.
Roger melihat rekaman ulang CCTV agar memastikannya, Roger akhirnya terlihat dengan jelas seorang pria menggendong anak kecil beruntung ia terekam oleh CCTV.
" Benar tuan muda ini mobilnya membawa nona kecil" kata Roger.
" Sekarang terus mobil tersebut kemana arah perginya malam ini kita harus menemukannya aku tak ingin istriku lama menunggunya, kali ini aku takkan mengampuni kalian" kata Tama, dengan dinginya seketika suasana menjadi tegang anak buahnya menggigit ketakutan melihat kemarahan Tama.
Selama tiga jam mereka terus mencari mobil yang kira membawa Green, Roger sudah meminta Tama untuk istirahat hari sudah mulai pagi dan Tama tak beristirahat sedikit pun dengan tegas menolaknya ia harus mencari Green.
Sebuah rumah kosong terletak jauh di kota terlihat banyaknya penjaga yang menjaga lokasi.
Leo dan Tika berada disana dengan Green yang masih tak sadarkan diri di sofa. Sebelum penculikan terjadi Leo dan Tika sudah mempersiapkan lokasi yang digunakan untuk menyembunyikan Green.
Saat mengetahui kalau Nia adalah CEO sekaligus pemilik dari perusahaan NG Group semakin membuat mereka membenci Nia dan kuat keyakinan untuk menghancurkan Nia apalagi Tama berhasil memperebut perusahaan Ramadhan Group.
__ADS_1
Leo tersenyum sinis melihat putrinya tak sadarkan diri di sofa ia tak menyangka kembali menggunakan putrinya sendiri untuk menghancurkan Nia.
' Hmmm mami " kata Green, mulai membuka matanya ia mulai ketakutan melihat ruang asing.
" Halo sayang kita jumpa lagi" kata Tika, duduk di pangkuan Leo yang sedang menikmati minuman wine di tangannya.
Melihat Tika dan Leo Green semakin ketakutan dan memanggil papi dan maminya.
Leo meminta Tika berdiri dan dia mendekati putrinya.
" Sayang dia bukan papimu aku lah papimu" kata Leo, dengan senyuman manis mencium pipi Green.
" Biarkan saja dia " kata Leo.
" Papi akan menemukan Green secepatnya dan memberi kalian pelajaran" teriak Green, sangat membenci Leo.
Plak
" Dasar anak kecil beraninya berteriak " kata Leo, menampar Green Tika senyum melihatnya.
__ADS_1
Green merasa sakit bagian pipinya tapi mengingat perkataan Tama memintanya menjadi gadis kuat, ia mencoba menahan rasa sakitnya Leo dan Tika cukup terkejut melihat Green tak menangis.
Leo dan Tika meninggalkan Green sendirian di sofa.
" Green tak boleh menangis papi pasti menemukan Green secepatnya" kata Green, mencoba untuk tidur.
" Sekarang apa yang kamu lakukan padanya? " Tika, mengintip Green yang sudah tidur.
" Setelah kita mendapatkan semuanya aku akan membawanya bersama, aku tak ingin putriku tumbuh diantara mereka" kata Leo, Tika menatap ke arah Leo yang telah masuk ke kamar.
" Aku takkan membiarkan anak itu ikut bersama kita sebelum itu akan kuhabisi dia" kata Tika, memanggil anak buahnya memindahkan Green ke kamar jangan lupa untuk menguncinya.
Markas.
Keadaan markas sangat heboh beberapa menit lalu Xanders berhasil menemukan mobil yang di curigai, Tama juga berhasil menemukan titik lokasinya karena Tama memberi Green hadiah kalung yang telah dipasang GPS saat akan pergi ke hotel.
Tama segera mengerakan anak buahnya ke lokasi penyembunyian Green kali ini dia takkan mengampuni mereka.
"
__ADS_1