( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku

( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku
ID Hospital


__ADS_3

ID Hospital


Rumah sakit yang di pimpin oleh Dokter Indira dan merupakan rumah sakit terbesar di Jerman banyak pasien yang ingin berobat disini karena pelayan dan dokter terbaik ada di ID Hospital.


Banyak pasien berdatangan dokter berkeliling sekitar rumah sakit, keluarga pasien menunggu anggota keluarganya di rawat.


mami Yulia, papi Primus sudah sampai di rumah sakit mereka menghampiri resepsionis untuk bertanya menengai dokter Indira.


" Mami kalian duduk disini biar papi bertanya pada resepsionis " kata papi Primus, mami Yulia menanggukan kepalanya mengajak Nia duduk di kursi.


" Maaf pak apakah ada yang bisa saya bantu" kata resepsionis.


" Begini bu putri saya pasien dokter Indira di negara seberang dan sebelum dokter Indira ke Jerman beliau memberikan kartu namanya agar putri saya bisa melakukan perawatan di tempatnya bertugas sekarang" kata papi Primus.


" Tunggu sebentar pak dokter Indira belum sampai setelah beliau datang saya akan memberi kabar pada anda" kata resepsionis.


Papi menanggukan kepalanya dan duduk di samping putrinya, papi Primus memeluk putrinya dari belakang.


" Kita harus menunggu mam karena dokter Indira belum datang" kata papi Primus, mami Yulia menanggukan kepalanya.

__ADS_1


Mobil yang membawa Dokter Indira sudah sampai di lobi rumah sakit satpam membuka pintu untuk pemilik rumah sakit.


" Silahkan nyonya" kata satpam, Dokter Indira tersenyum dan menanggukan kepalanya, para dokter dan staf rumah sakit menyambut kedatangannya.


Ketika menuju ruangannya mata dokter Indira tertuju pada keluarga yang dia kenal.


" Dokter apa ada yang ketinggal?" suster. " Nggk lanjutkan saja pekerjaanmu" kata Dokter Indira, suster pamit mau ke tempatnya.


Dokter Indira menuju dimana papi Primus dan lainnya duduk, dokter dan suster menyapanya ketika melewatinya.


" Papi ini sudah lima belas menit berlalu cucu kita sendirian di rumah hanya bersama pelayan " kata mami Yulia.


" Sabarlah mam" kata papi Primus.


Papi Primus dan mami Yulia tersenyum melihat dokter Indira sudah di hadapan mereka.


" Selamat siang dokter maaf jika kami kesini tidak memberi kabar pada anda sebelumnya" kata papi Primus.


" Seharusnya saya yang minta maaf karena membuat kalian menunggu lama, silahkan ke ruangan saya" kata Dokter Indira.

__ADS_1


Mereka menuju ke ruangan Dokter Indira di lantai 3 selama perjalanan tak ada suara, mami Yulia membimbing putrinya untuk berdiri.


Kret


Dokter Indira membuka pintu ruangannya mempersilahkan mereka duduk.


" Bagaimana keadaan nona Nia sekarang? " Dokter Indira.


" Sebelumnya putri kami tidak lagi berteriak dan tenang setelah anda pergi dan tadi ada kejadian di taman itu membuat kami takut" kata mami Yulia menatap suaminya .


" Kejadian seperti apa yang ibu maksud? " Dokter Indira, Mami Yulia menceritakan semuanya yang terjadi di taman pada Dokter.


Dokter Indira memandang orangtua Nia. " Tuan, nyonya sepertinya kita harus melakukan terapi selanjutnya, saya akan meminta suster untuk menyiapkan kamar untuk nona Nia" kata Dokter Indira, orangtua Nia menanggukan kepalanya.


Dokter Indira memanggil suster untuk menyiapkan ruang rawat untuk Nia.


Tok, tok, tok


" Dokter ruang rawatnya sudah siap" kata suster, membuka pintu setelah dipersilahkan masuk.

__ADS_1


" Suster apakah ruangannya sesuai dengan yang aku minta" kata Dokter Indira. " Ya Dokter semuanya sesuai dengan Dokter minta" kata suster.


Dokter Indira mengajak mereka untuk ke ruang rawat yang akan di jadikan ruang rawat Nia.


__ADS_2