
Green sangat bersemangat menemui Nia " Bibi ayo cepat nanti mami lama nunggunya" kata Green pada pelayannya yang masih berdiri.
" Ah ya nona " sahut bibi yang tidak tega melihat wajah yang bahagia itu menjadi sedih. Kemudian mereka masuk di dalam ruangan sudah ada suster.
Green terlihat bahagia melihat Nia duduk di brankar dengan tatapan kosong.
" Mami lihat Green sudah datang, Green sangat rindu pada mami" kata Green memegang tangan Nia, tapi Nia tak meresponnya.
Green berusaha naik di brankar Nia dia memeluk Nia begitu eratnya, bibi dan suster tersenyum melihat Nia tidak merasa terganggu justru merasa nyaman.
Di ruang Dokter Indira.
Orangtua Nia sudah berada di ruang dokter Indira menunggu penjelasan menengai putrinya.
" Bagaimana dokter? " papi Primus memegang tangan istrinya.
" Tuan, nyonya sebelum saya bicara menengai hasil pemeriksaan awal yang saya lakukan, saya ingin tahu cerita nona Nia dari awal agar kami mengerti " kata dokter Indira.
__ADS_1
Papi Primus memandang istrinya yang menanggukan kepalanya, papi Primus menghela nafasnya secara kasar.
Akhirnya papi Primus menceritakan awal pernikahan putrinya sampainya terjadi perselingkuhan dan perceraian.
" Maaf tuan boleh saya bertanya satu lagi" kata dokter Indira merasa kasihan setelah mebdengar cerita dari papi Primus.
" Boleh dok" sahut mami Yulia mewakili suaminya, dokter Indira memandan keduanya.
" Sejak kapan kondisi nona Nia seperti sekarang " kata dokter Indira.
" Keadaan putri saya seperti ini saat dia pulang dari perusahaan saat itu dia bertengkar dengan suaminya dan wanita itu, Nia tidak mau membantu perusahaan mantannya yang hampir mengalami kebangkrutan " ucapan mami Yulia behenti, menghapus air matanya.
Dokter Ricky dan dokter Indira setia mendengar cerita dari Nia.
" Putriku tanpa sengaja mendengar mantannya menjadikan putrinya sebagai penukaran untuk mendapatkan perusahaan saya yang dijalankan oleh putri saya, itulah yang membuat keadaannya semakin memburuk " kata papi Primus, menghapus air matanya, mami Yulia menangis dalam pelukan suaminya.
Dokter Ricky dan dokter Indura terkejut mendengarnya ada seorang ayah menjadikan anaknya sendiri sebagai bahan penukaran.
__ADS_1
" Saya sebagai seorang pria merasa malu dengan semua ini" kata dokter Ricky hanya bisa menggelengkan kepalanya sedangkan dokter Indira merasa kasihan mendengarnya ada seorang syah bisa berbuat seperti begitu pada anaknya sendiri.
" Dari cerita tuan dan nyonya sampaikan kita harus meyakinkan pada Nia bahwa putrinya ada bersamanya setelah itu baru kita mengobati gangguan dialaminya" kata dokter Indira.
" Apa yang harus kami lakukan dokter" kata mami Yulia dengan semangat dan mempererat memegang tangan suaminya.
" Putrinya harus ada disampingnya dimanapun kalian tenang saja ada suster yang akan menemaninya dan mungkin kalian memiliki video dan foto mereka berdua itu dapat meresponnya" kata dokter Indira.
" Terima kasih dokter kami akan mengusahakannya" kata papi Primus kemudian pamit menuju ruang rawat Nia.
Dengan perasaan bahagia setelah mendengar perjelasan dari dokter.
" Mami masuklah dulu papi akan menghubungi orang di rumah untuk mencari yang di katakan dokter " kata papi Primus, setelah mereka tiba di depan ruang rawat Nia.
Papi Primus menghubungi pelayan di kediamannya untuk mencari semua fota dan video Nia dan Green tanpa pria itu.
ruang dokter Indira.
__ADS_1
" Dokter kenapa anda tidak mengatakan pada mereka kalau anda akan kembali ke jerman beberapa hari lagi" kata dokter Ricky.
" Saya tak ada melihat tatapan harapan dari mereka, nanti saya hubungi suami saya lagi semoga kita dapat jalan keluarnya " seru dokter Indira, dokter Ricky menanggukan kepalanya.