( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku

( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku
Episode 102


__ADS_3

Tiga hari yang lalu setelah acara pembukaan cabang perusahaan Anugerah Group mereka hidup seperti biasanya, Green sudah bersiap berangkat ke sekolah dan Tama yang sudah rapi menuju ruang makan.


Nia menyiapkan sarapan pagi untuk keluarganya ,mami Yulia dan papi Thomas sudah menunggu di ruang makan.


" Selamat pagi mam, pi sayang" kata Thomas, mencium kening istrinya orangtuanya tersenyum dan Nia senyum manis.


" Selamat pagi semuanya" kata Green, duduk di samping mami Yulia.


" Pagi sayang" sahut mereka. Nia menyiapkan makanan untuk suami dan putrinya.


Setelah sarapan Tama mengantar Green ke sekolah dan Nia juga bersiap ke kantor karena sekretarisnya sudah menghubunginya kalau klien sudah menunggu.


" Mi, pi Nia ke kantor dulu Leona sudah menghubungi " kata Nia, pamit pada kedua mertuanya.


" Ya sayang hati-hati " kata mami Yulia, Nia tersenyum dan mencium tangan keduanya.


Perusahaan Anugerah Group.


Leo dan Tika mulai merencanakan rencananya untuk mencari para investor agar perusahaan yang baru mereka terkenal.


" Sayang kita harus mendapatkan Perusahaan Davidson Group dan NG Group agar menjalin kerja sama dengan kita" kata Tari" duduk di pangkuan Leo.


Leo tersenyum sambul mengelus rambut istrinya.


" Sayang idemu memang brilial tapi kamu jangan lupa Nia adalah istri dari tuan Tama, dia pasti telah menceritakan semuanya pada suaminya itu" kata Leo, dan mencium bibir Tari.


Tari meletakan tangannya di leher Leo dan membalas ciumannya, Tari melepas sautannya dan mengelap bibir suaminya sambil senyum.


" Sayang jangan khawatir jika kita berhasil mengajak tuan Tama bekerja sama dengan kita, kita pasti bisa menghasutnya agar membenci wanita itu dan mengusirnya" kata Tari.


Leo tersenyum istrinya benar pintar dia takkan membiarkan Nia bahagia.


Tok tok tok


Mendengar suara ketukan Tika turun dari pangkuan Leo dan merapikan pakaiannya.


" Masuk" kata Leo. Tedi masuk membawa berkas yang akan di bawa ke perusahaan Davidson Group.

__ADS_1


" Tuan ini berkas yang harus anda tandatangani untuk di bawa ke Davidson Group dan saya sudah menghubungi tuan Roger dan beliau menyatakan kita dapat menemuinya siang nanti" kata Tedi.


Leo dan Tika saling melirik dan tersenyum tidak lupa Leo menandatanganinya, kemudian Tedi pamit karena harus mempersiapkan semua yang di butuhkan.


" Sayang aku tak sabar kerja sama kita dengan tuan Tama Davidson berhasil dan Nia takkan mudah menghina kita lagi" kata Tari, Leo menanggukan kepalanya.


Perusahaan Davidson Group.


Tama yang sudah mengetahui kalau Leo dan Tika akan mendatanginya hanya tersenyum karena ia sedang menunggu apa yang direncanakan oleh orang itu pada keluarga kecilnya, Tama sangat tahu bahwa Leo akan melukai istri dan putrinya lagi dan dia takkan membiarkannya.


" Aku akan menunggu kalian rencana apa yang akan kalian rencanakan, jika kalian berani menanggu istri dan putriku sedikit saja aku takkan menganpumninya" guman Tama.


Tak terasa waktu yang di tunggu oleh Tama telah tiba Leo dan Tika yang di temani oleh Tedi telah sampai di perusahaan Davidson Group.


Tama dengan sengaja meminta Roger untuk menyambutnya agar mereka tak curiga dan mudah mempercayainya.


" Selamat datang tuan nona di perusahaan kami silahkan masuk tuan muda Tama telah menunggu kalian di ruang rapat" kata Roger, mempersilahkan mereka mengikuti langkahnya menuju ruang rapat.


Leo dan Tika sangat merasa senang karena kedatangan mereka di sambut sendiri oleh orang nomor dua di perusahaan Davidson Group.


" Semoga tuan Leo tidak membuat masalah nantinya, entah kenapa aku merasa kerja sama ini akan terjadi sesuatu" kata hati Tedi tapi tetap mengikuti mereka ke ruang rapat.


Tama sedang menunggu kedatangan Leo dan Tari dengan senyuman smirk jika ada yang melihatnya pasti akan terasa takut.


" Sebaiknya aku menghubungi istriku dan memberitahunya" kata Tama. Tama menghubungi Nia.


Perusahaan NG Group


Nia fokus membaca laporan yang di berikan oleh Leona hingga kegiatannya terhenti ada panggilan dari Tama.


" Assalamualaikum salam mas? " Nia, mengeringit dahinya karena syaminya menghubunginya karena ia tahu bahwa suaminya sedang sibuk.


" Waalaikumsalam, sayabg sepertinya istri mas ini tidak senang mas menghubunginya" kata Tama.


" Mas Nia minta maaf, Nia hanya berfikir mas pasti sibuk dengan pekerjaan. Mas senyanya baik saja kan?" Nia, takutnya suaminya menghadapi sesuatu masalah.


" Sayang mas baik saja, mas hanya memberitahumu kalau mereka akan datang ke kantor mas dan mas sedang menunggunya" kata Tama.

__ADS_1


Nia tahu apa yang di katakan oleh suaminya dan siapa yang datang ke perusahaan suaminya dan itu membuatnya khawatir.


" Mas yakin!


" Sayang mas takkan membiarkannya membuat sesuatu dan Roger ada bersama mas" kata Tama, meyakinkan Nia.


" Baiklah mas Nia percaya" kata Nia. Mereka menutup panggilannya melihat Roger membuka pintu.


" Selamat datang tuan Leo, nona Tika ke perusahaan Davidson sesuatu kehormatan bagi kamu" kata Tama, dengan senyuman, mereka saling berjabat tangan.


Tika melihat Tama secara dekat membuatnya kagum karena ketika acara kemaren dia belum memperhatikan Tama apalagi ada Nia itu membuatnya kesal.


" Sial setelah lepas dari Leo eanita itu berhasil mendapatkan tuan Tama yang lebih kaya dari Leo, aku takkan membiarkanmu bahagia Nia. Aku pasti kembali berhasil merebut yang kau miliki" kata Tari, dengan senyuman.


Roger dapat merasakan kalau Tari tertarik dengan bosnya.


" Wanita ini sungguh licik setelah berhasil merebut tuan Leo dari nona muda, lihat saja wanita licik aku takkan membiarkannya kamu menanggu keluarga tuan muda dan nona muda" kata hati Roger.


Tama mempersilahkan mereka duduk dan membicarakan kerja sama yang perusahaan Anugerah tawarkan.


Leo menawarkan pembangunan perumahan untuk wisatawan dan Tama pun memikirkan kalau kerja sama ini sangat bagus, tapi melihat tingkah Tika yang mencoba untuk menggodanya ia pun akan mengikuti rencana mereka.


" Baik tuan Leo ini merupakan kerja sama yang bagus tapi saya harus membicarakan dengan karyawan saya" kata Tama.


" Baik tuan Tama kami akan menunggu kabar dari kalian" kata Leo, Mereka pamit meninggalkan perusahaan Davidson Group.


Tika sangat kesal karena Tama masih memikirkan kerja sama yang di tawarkan.


" Sayang kita harus sabar menunggu dan saat mereka masuk dalam permainan kita mereka takkan bisa lepas lagi" kata Leo, mereka menaiki mobil dan menuju perusahaan Anugerah Group.


" Tuan, anda akan menerimanya? " Roger.


" Menurutmu"Tama, menatap Roger yang menggelengkan kepalanya. Roger belum mengetahui apa yang di fikirkan oleh Tama.


" Kerja sama yang mereka tawar memang bagus dan memudahkan para wisatawan mencari tempat tinggal di Jerman" kata Tama.


" Sudahlah besok jangan lupa hubungi semua kepala bagian kita akan membicarakannya, aku pulang dulu" kata Tama, meninggalkan ruang rapat.

__ADS_1


Roger menanggukan kepalanya dan tidak lupa untuk menghubungi para kepala bagian dan memberitahu apa yang di katakan oleh Tama.


Author minta maaf karena baru sekarang menyempatkan untuk menulis lagi, semiga pembaca masih menyukai karya ini. Author mohon saran dan kritik tidak lupa memberikan like.


__ADS_2