
Beberapa hari kemudian setelah kejadian di perusahaan Anugerah Group tak ada pihak Leo maupun Tika melakukan sesuatu, tapi Tama tetap waspada dia memutus Xanders dan anak buahnya untuk melindungi istri dan putrinya.
Tama khawatir jika mereka melakukan sesuatu saat mereka lengah.
Perusahaan NG Group
El dan Nia berada di ruangannya membicarakan sesuatu.
" Nona sebentar lagi ulang tahun perusahaan akan tiba, apakah nona akan merayakannya" kata El.
" Astaghfirrurrah, untuk kamu mengingatnya El kalau tidak aku pasti melupakannya, tolong kamu urus saja acaranya gimana nanti akan aku check" kata Nia.
" Baik nona saya akan mengurusnya" kata El. El pamit kembali ke ruangannya melaksanakan perintah Nia.
El pergi ke hotel A untuk memesan lokasi yang akan di jadikan acara.
" Tuan ini salah satu aula terbesar dari hotel kami jika anda ingin kami akan segera mengurusnya" kata manager hotel.
El menanggukan kepalanya aula yang ditunjuk oleh manager memang besar tapi dia harus memastikan terlebih dahulu pada Nia.
El juga melihat daftar menu makanan yang di perlihatan oleh chef hotel maka untuk memudahkannya El segera memotretnya dan mengirim ke Nia, tidak lupa El juga menghubungi pihak WO untuk mengatur acara.
__ADS_1
Kediaman Nia dan Tama
Kebetulan orangtuanya dan orangtua Tama berkunjung mereka sangat merindukan Green katanya, sejak Green kembali ke sekolah mereka memang jarang bertemu.
Mereka duduk di ruang tengah sambil memperhatikan Green asyik dengan permainan yang dibeli oleh mommy Indira.
" Tama gimana dengan perusahaan apakah ada sesuatu yang harus daddy tahu?" Daddy Thomas.
Mendengar hal itu mereka menatap Tama dengan intens tapi yang ditatap malah asyik dengan memainkan rambut Nia.
" Mas" panggil Nia, merasa malu melihat tingkah Tama.
Tama menghela nafasnya tak mungkin ia memberitahu tentang kejadian yang baru saja terjadi.
" Baiklah kalau begitu" kata daddy Thomas.
" Papi gimana dengan pernikahan Riri? " Nia.
" Adikmu itu baru saja masuk kuliah dan dia ingin fokus dulu pada kuliahnya" kata papi Primus, ia memang sudah bertanya pada Riri.
Nia menanggukan kepalanya mengerti adik sepupunya baru saja kuliah pasti disibukan dengan kuliahnya.
__ADS_1
" Nia ingin memberitahu sesuatu" kata Nia, semua mata tertuju padanya.
" Ada apa sayang kamu takkan meninggalkan mas kan" kata Tama, takut jika Nia akan pergi mendengar hal itu Nia terkejut kenapa suaminya bisa berfikir seperti hal itu.
Plak
" Mommy kenapa kepalaku di pukul" kata Tama, mengelus kepalanya.
" Kamu bisanya berfikir seperti hal itu " kata mommy Indira dengan kesal karena ulah sang putra.
Tama tersenyum. " Oma kenapa kepala papi dipukul pasti sakit" omel Green pada mommy Indira meletakan tangannya di pinggang.
Semua orang tersenyum melihat tingkah Green yang terlihat lucu.
" Sayang oma nggak sengaja" Nia mencoba menenangkan putrinya dan mengajak duduk di sampingnya, Nia menatap kesal ke arah suaminya.
" Nak katakanlah yang ingin kamu katakan" kata papi Primus, setelah keadaan tenang.
" Sebentar lagi ulang tahun perusahaan dan El telah mengirim beberapa foto untuk acaranya" kata Nia.
" Primus bukannya sudah dua tahun perusahaanmu di dirikan dan dalam dua tahun perusahaanmu berkembang sangat pesat" kata Daddy Thomas.
__ADS_1
" Ini semua juga berkat kerja keras Nia dan para karyawan lainnya" kata Papi Primus.
" Mommy tak sabar lagi menghadirinya pasti banyak yang memamerkan kekayaan" kata mommy Indira, mereka hanya menggelengkan kepalanya.Mami Yulia tersenyum bangga melihat putrinya telah memajukan perusahaan sampai seperti ini.