
Hotel Y merupakan salah satu milik keluarga Davidson terlihat WO mulai mengerjakan pekerjaannya menghias gedung untuk dijadikan lokasi pernikahan Tama dan Nia, mommy Indira sudah mempersiapkan semuanya pernikahan yang megah tapi tertutup oleh media atas permintaan Nia dia tak ingin orang yang tak ingin bertemu mengetahui pernikahannya.
Mommy Indira dan mami Yulia mengawasi para pekerja merias lokasi pernikahan.
"Nyonya apakah anda ingin menambah sesuatu? " mommy Indira.
" Bagaimana ditambah dengan mawar putih nyonya pasti terlihat bagus" kata mami Yulia, mommy Indira menanggukan kepalanya memanggil WO untuk mengaturnya.
Setelah dari hotel mereka menuju ke restoran untuk melihat daftar menu yang akan disajikan pernikahan anak-anaknya.
" Mbak bisa ditambahkan berbagai jenis kue soalnya teman sekolah cucu saya juga di undang" kata mami Yulia
" Baik nyonya kami akan mempersiapkan semuanya" kata cheff. Mommy Indira dan mami Yulia merasa bahagia karena persiapan pernikahan anak mereka tidak ada halangan.
Beberapa hari kemudian hari ini adalah hari yang di tunggu oleh kedua belah pihak, hari ini adalah hari pernikahan Tama dan Nia.
" Mami sudah menghubungi Riri untuk datang" kata papi Primus.
" Kemaren sudah mami hubungi pi katanya dia akan kangsung ke hotel, karena pagi ini dia sekolah untuk minta izin" kata mami Yulia, papi Primus menanggukan kepalanya.
Riri sudah mendapatkan izin dari sekolah sebelum ke hotel dia menuju ke asramanya untuk bersiap, dengan menaiki taksi dia menuju hotel Y.
Dalam pertengahan jalan tiba saja taksi yang ditumpanginya mogok.
" Pak kenapa berhenti?" Riri. " Maaf nona taksi saya mogok apa nona ingin saya memanggil teman saya" kata supir taksi, merasa tak enak.
" Tidak apa pak saya jalan kaki saja kebetulan tempat yang saya tuju tidak jauh lagi" kata Riri, dapat melihat gedung hotel Y di depannya.
Riri keluar dari taksi dan membawa tasnya menuju hotel dengan berjalan kaki.
Ketika melewati jalan ada air lewat mobil dan cipratan airnya mengenai pakaian Riri.
" Hei berhenti apa tidak lihat ada air tergenang pakaianku jadi basah" teriak Riri, membersihkan pakaiannya yang terkena cipratan air.
Orang di dalam mobil melihat melalui cermin gadis berteriak dan menghentikan mobilnya, dia keluar menemuinya.
" Nona, anda baik saja" kata Roger. Orang yang dalam mobil adalah Roger dia ingin ke hotel.
Riri menatap orang di depannya dengan wajah yang kesal.
__ADS_1
" Apa anda tidak bisa lihat, lihat nih pakaian saya jadi kotor karena anda tidak hati menjalankan mobilnya, lihat tu ada air tergenang" kata Riri, menunjuk air tergenang di tanah.
Roger melihat memang ada air tergenang di tanah dia melihat jamnya ternyata dia hampir terlambat ke hotel.
" Anda yang tidak hati - hati sudah tahu adaair tergenang masih saja jalan dekatnya" kata Riger, meninggalkan Riri yang terlihat kesal.
" Dasar orang aneh bilang aku tidak hati-hati emamgnya aku harus lewat di sana " kata Riri, melihat ada lobang di sampingnya.
" Astaghfirrurrah. aku hampir telat nanti kak Nia marah karena aku telat datangnya" kata Riri, berlarian menuju hotel.
Semua mata orang tertuju pada Riri karena pakaiannya kotor, para tamu undangan sudah berada di lobi hotel. Mereka saling berbisik melihat penampilan Riri yang kotor.
" Astaghfirrurrah, seharusnya aku hubungi om dan tante " kata Riri, menepuk keningnya. Dengan malu dan menundukan kepalanya Riri melewati para tamu yang memandangnya.
Resepsionis melihat Riri yang berpenampilan kotor segera menghubungi security untuk mengurusnya.
" Maaf nona anda harus keluar dari sini karena ada acara" kata security.
" Saya tahu pak makanya saya datang kesini" kata Riri, mencoba untuk melangkah tapi dihentikan oleh security.
Riri menghela nafasnya secara berat dia tersenyum melihat mami Yulia dan papi Prrimus keluar dari lift bersama orangtua Tama dan Roger.
" Riri ada apa denganmu? " mami Yulia, Riri tersenyun ngecesan.
" Maaf tuan Primus, nyonya Yulia mengenal anak gadis ini? " Daddy Thomas.
" Dia Riri keponakan saya putri adik saya, dia sekolah di SMA Internasional dan tinggal di asrama" kata papi Primus. Riri tersenyum tapi ketika dia melihat Roger antara mereka menjadi kesal.
" Om ini semua karena dia" kata Riri, menunjuk Roger.
" Apa maksudmu Ri? " mami Yulia. Riri menceritakan semuanya dari awal sampai dia ketemu Roger.
" Mami bawa Riri ke kamar Nia dan bantu dia untuk bersiap " kata papi Primus. Mami Yulia menanggukan kepalanya dan mengajak Riri ke kamar Nia untuk membersihkan diri.
" Nak Roger maafkan keponakan saya sebenarnya dia anak yang baik dan sangat dekat dengan Nia" kata papi Primus.
" Tidak apa tuan ini juga ada kesalahan dari saya " kata Roger, daddy Thomas menepuk punggung Roger.
Kemudian pihak panitia datang memberitahu kalsu acara akan segera dimulai para tamu undangan memasuki aula pernikahan dan melupaksn kejadian yang baru saja terjadi, pernikahan antara Thomas Davidson dengan Nia Ramadhani tidak ingin mereka lewati.
__ADS_1
Orangtua Tama dan Orang tua Nia memasuki kamar anaknya meminta mereka bersiap katena acara akan dimulai.
" Riri, ada apa denganmu? " Nia terkejut melihat penampilan adik sepupunya.
" Kakak jangan dulu bicaranya nanti aku katakan dan kakak terlihat cantik" kata Riri, tersenyum segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Nia menatap mami Yulia yang menanggukan kepalanya.
" Mami aunty Riri terlihat aneh" kata Green, mereka tersenyum.
Kamar Tama.
Tama merasa deg deg jantungnya berdetak dengan cepat untuk menenangkan hatinya dia mondar mandir.
Mommy Indira masuk tersenyum melihat putranya terlihat gugup di hari pernikahannya. Mommy Indira mendekati sang putranya dan mengelus punggungnya.
Tama memeluk mommy Indira. " Nak hari ini adalah hari bahagiamu" kata mommy Indira, mengelus pundak putranya.
" Tama gugup sekali mom" kata Tama, mommy Indira tersenyum.
" Setiap orang merasakannya sayang ayo kita turun semua orang sudah menunggumu" kata mami Yulia. Mommy Indira membawa putranya ke aula pernikahan.
Semua mata tertuju pada Tama masuk ke sula dengan berdampingan dengan mommy Indira, banyak tamu wanita merasa patah hati karena pria yang menjadi incaran wanita jerman akan menikah dengan wanita yang dicintainya.
Terlihat penghulu sudah berada pada posisinya mommy Indira tersenyum pada putrnya yang telah duduk di posisinya.
Penghulu meminta agar pengantin wanitanya bisa masuk mommy Indira menanggukan kepalanya memanggil salah satu gadis berdiri tak jauh darinya agar memanggil Nia.
Tiba-tiba saja lampu mati dan lampu sorot ke arah pintu masuk terlihat Nia bersama orangtuanya masuk dan Green juga Riri berjalan di belakangnya.
Para tamu undangan memuji kecantikan Nia yang ditunjukkan secara alami, Tama tersenyum melihat Nia duduk di sampingnya.
Tak lama terdengar kata
SAH
__ADS_1