
" Mas"
Riri terkejut melihat orang yang dihubunginya sejak tadi sudah berada di rumahnya tapi kenapa datang bersama orangtua Tama, Roger tersenyum melihat wajah kekasihnya yang terkejut dia memang tidak memberitahu pada Riri mengenai kedatangannya.
" Kalian" kata papi Primus, menyalami orangtua Tama diikuti oleh mami Yulia.
" Mom, dad" seru Nia, mencium tangan kedua mertuanya Tama juga mencium tangan otangtuanya.
Mommy Indira tersenyum dan mengelus pipi menantu kesayangannya itu dan mengajak duduk di sampingnya, Tama menepuk pundaj Roger sedangkan Riri bingung dengan semuanya ini.
" Maaf ada urusan apa kalian datang ke sini? " papi Primus, merasa heran melihat kedua besannya datang ke kediamannya.
" Kami kesini untuk menemani Roger" kata daddy Thomas, Papi Primus menatap tajam ke arah Roger membuat Roger merasa gugup di tatap oleh mertua tuan mudanya.
Mami Yulia meminta Riri duduk di sampingnya karena sejak tadi Riri hanya berdiri, mami Yulia meminta Riri mendengar perkataan dari Roger ia tahu ini pasti mengenai keponankannya.
" Tuan pasti sudah tahu hubunganku dengan Riri " kata Roger, mereka yang mendengarnya menanggukan kepalanya.
__ADS_1
Roger menghela nafasnya Tama berusaha menenangkan orang kepercayaannya yang merasa gugup.
" Saya meminta tuan dan nyonya besar untuk menemani saya untuk melamar Riri untuk menjadi pasanganku" kata Roger, dengan tegas.
Riri yang mendengar lamaran Roger terhadapnya merasa malu dia menundukan kepalanya dan wajahnya bersemu merah apalagi semua orang menatap ke arahnya.
" Gimana Riri atas lamaran nak Roger?".kata papi Primus.Nia menatap mommy Indira saling tersenyum mami Yulia merasa bahagia karena sebentar lagi akan ada yang menjaga keponankan suaminya.
" Ya Riri menerima lamaran mas Roger" kata Riri, menundukan kepalanya tersenyum bahagia.
" Alhamdulillah" ucap Roger, bahagia lamarannya diterima oleh Riri. Semua orang juga merasa bahagia atas lamaran ini.
Mami Yulia memeluk Riri dan mengucapkan selamat, Nia memanggil bibi membawakan makanan ringan dan minuman untuk mereka. Sebelum Mommy Indira dan lainnya datang Nia sudah meminta bibi menyiapkan semuanya.
Mami Yulia menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku putrinya akhirnya dia tahu kenapa putrinya menginap di kediamannya bersama keluarga kecilnya.
Roger dan Riri bahagia karena hubungan mereka telah memiliki status dan tak lama lagi akan pernikahan mereka di laksanakan.
__ADS_1
Papi Primus mengajak tamunya menginap di kediamannya malam ini dan daddy Thomas tak menolak sedangkan Roger memutuskan pulang ke apartemen karena tak mungkin dia tinggal satu atap bersama Riri.
Tin
Terdengar suara pesan dari HP Riri, Riri tersenyum melihat pesan dari Roger.
"Assalamualaikum, sayang mas hanya memberi kabar kalau mas sudah sampai di apartemen, sayang selamat malam dan semoga tidur yang nyenyak jangan lupa memimpikan mas, I love You, sayang" .
Riri senang melihat pesan dari Roger saking bahagianya dia berguling di atas kasur.
Dalam kamar Nia.
" Sayang" kata Tama, dengan suara yang serak. Nia tahu keinginan dari suaminya dan dia menanggukan kepalanya.
Tama bahagia istrinya bersedia mengikuti keinginannya, Tama mencium bibir Nia dengan lembut dan mereka menikmati malam ini dengan keindahan.
Keesokan harinya mommy Indira dan daddy Thomas pamit pada papi Primus dan lainnya kembali ke kediaman keluarga Davidson.
__ADS_1
Tama dan Nia pamit menuju ke perusahaan nanti sore mereka kembali ke kediaman keluarga Davidson bersama Green, Green diantar oleh nenek dan kakeknya ke sekolah karena mereka ingin mengantar cucu kesayangan mereka ke sekolah.