
Leo dan Tika sedang memikirkan rencana untuk mendapatkan dana itu dan membalas sakit hatinya yang terjadi waktu di kantor Nia.
" Tika apa yang harus kita lakukan sekarang perusahaanku ambang kebangkrutan" Kata Leo, Tika mengelus rambutnya sambil memikirkan rencana yang membuat Nia menurutinya.
" Mas jadikan putrimu sebagai penukaran dengan perusahaannya" kata Tika, senyum licik. Leo menatap Tika dengan tajam.
" Mas Tika tahu Green itu putrimu menurutmu apskah Nia mengizinkanmu untuk melihatnya nggk apa mas karena aku akan memberimu anak yang banyak, tapi saat ini hanya putrimu yang menjadi kunci untuk mendapatkan keinginanmu" kata Tika.
Melihat Leo masih diam Tika terus menghasutnya dengan niatnya.
" Mas kita hanya membawanya tidak melukainya dan jika Nia membawa yang kita butuhkan maka putrimu di kembalikan padanya. Jika mas setuju aku akan menyiapkan surat-suratnya" kata Tika dengan senyuman.
" Tapi sayang kenapa harus perusahaan yang kita butuhkan hanya dana" kata Leo yang mulai terbujuk oleh Tika.
" Ya mas tapi jika hanya dana yang kamu minta itu pasti cepat habis, dan perusahaan yang kita dapat di gabung menjadi satu. Maka namamu semakin besar tidak akan ada lagi meremehkanmu" kata Tika, dengan senyuman.
__ADS_1
Setelah rencana matang mereka menuju kediaman keluarga Anugerah untuk menjemput Green.
Tidak membutuhkan waktu yang lama mereka sudah sampai di kediaman keluarga Anugerah, ini adalah suatu keuntungan bagi Leo karena mami Sarah tak ada di rumah dan pastinya anaknya pasti mau ikut bersamanya.
" Tuan" panggil bibi membuka pintunya. Leo dan Tika langsung saja masuk ke kamar putrinya.
" Tuan nona sedang tidur dia akan menangis jika tidurnya terganggu" kata bibi mengikuti langkah Leo. Tika langsung menahan bibi agar tidak mengikuti Leo lagi.
" Nona apa yang anda lakukan? " bibi, melihat Tika menahannya. " Kamu itu hanya seorang pelayan jangan ikut campur urusan kami" kata Tika.
Leo melihat putrinya tertidur pulas dengan tatapan sendu dia tak mungkiri bahwa dia salah tapi egonya lebih tinggi dari perasaannya.
Dengan hati-hati dia menggendong putrinya agar tidak terbangun.
" Tuan, mau di bawa kemana nona. tuan tunggu saya akan menghubungi nyonya" ketika bibi menghubunginya Tika merampas HPnya dan mendorongnya, bibi hanya menangis melihat Leo membawa Green.
__ADS_1
Kembali ke Nia.
" Nyonya, hiks hiks hiks. Maaf nona Green di bawa tuan dan nona Tika pergi, saya sudah mencoba menghuhungi nyonya tapi HP saya dilempar, maafkan saya nyonya" kata bibi menangis.
Nia terduduk diam Leo membawa putrinya pergi darinya. " Nia, nak. hiks, hiks" Mommy Yulia menangis melihat keadaan putrinya dan memeluknya.
" Green" teriak Nia, akhirnya Nia jatuh pingsan. Mami Yulia memanggil Nia tapi tak merespon, dengan sigap papi Menggendong putrinya dan di bawa ke sofa.
" Bibi panggil dokter, sekarang" kata Papi Primus, mengusap wajahnya, bibi segera menghubungi dokter.
" Papi Mami tak percaya Leo dapat berbuat begini bahkan pada putrinya sendiri" kata Mami Yulia, mengusap rambut Nia dan airmara yang mengalir.
" Dia itu pria gila beraninya dia membawa kabur cucu kita setelah dia menghancurkan putri kita, papi takkan membiarkan ini papi akan menghubungi pengacara kita agar proses perceraian ini cepat terlaksana" kata Papi Primus.
Mami Yulia menyetujuinya dia hanya ingin putrinya terbebas dari semuanya ini.
__ADS_1