
sudah tiga hari mereka berada di pedesaan tapi belum juga menemukan pelaku, dan bahan yang rusak sudah di ganti dengan yang baru Leo dan Tika mengawasinya dengan tekat agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi.
Siang ini Tika mengajak Leo untuk makan bersama selama tiga hari ini Tika tak memiliki waktu berdua dengannya karena kesibukan, Tika dan Leo sudah tiba di warung yang tak jauh dari lokasi proyek tiba saja mata Leo melihat sesuatu.
" Bukankah itu kepala proyek kenapa dia berbicara sangat serius dengan orang itu" kata Leo menatapnya mencurigakan.
" Kak " panggil Tika. " Ups Tika ayo pergi mungkin inilah kesempatkan kita untuk mengetahui yang sebenarnya" kata Leo, mengajak Tika mengikuti kepala proyek. Tika yang kebingungan hanya mengikuti langkah Leo.
Mereka terus mengikuti kepala proyek dengan seorang menggunakan mobil, Leo terkejut karena perjalanan ini sangat jauh hingga tiba di pembatasan dengan desa lain.
" Tika apa kau mengenal orang itu? " Leo, melihat kepala proyek dan orang bersamanya berbicara dengan orang yang berpakaian rapi.
Tika menatap orang yang bersama mereka dengan tajam dia merasa mengenalnya.
" Astagfirrah" kata Tika terkejut sambil menutup mulutnya. " Siapa dia, apa kau menengalnya?" Leo melihat ekspresi Tika.
__ADS_1
Tika menanggukan kepalanya sambil menanggukan kepalanya. " Dia tuan Atmaja pesaing perusahaan kami dalam pemilihan tender proyek ini, apa karena proyek ini perusahaan kami yang menang hingga dia berbuat seperti ini" kata Tika.
" Ayo kita dekati mereka dan mengetahui tujuan mereka" kata Leo, keluar dari mobil sambil mematai mereka.
" Maaf tuan sepertinya saat ini kami tidak bisa melakukan itu lagi, karena tuan Leo dan nona Tika mengawasinya dari pagi hingga malan hingga kami kesulitan untuk menukar bahan itu dengan yang palsu dan menyerahkan yang bahan yang baik pada anda" kata Ketua proyek.
" Ini sudah ku duga mereka pasti waspada dengan peristiwa kemaren kalian tenang saja ini adalah orang kepercayaanku dia yang akan mengurusnya, kalian harus memastikan agar kedua orang itu tak lagi menggagalkan rencana kita ini karena perusahaan Ramadhan Group hingga aku kalah hingga merugikan perusahaanku sampai milyaran" kata tuan Atmaja penuh dengan kebencian.
" Waw lihat siapa yang aku temukan disini seorang pengkhianat dalam proyekku sendiri" kata Leo yang keluar dari persembunyiannya diikuti oleh Tika.
" Ternyata kalian sudah mengetahuinya jadi saya tak perlu lagi bersembunyi dari kalian, ini karena kalian hingga perusahaanku hampir bangkrut" kata tuan Atmaja penuh kebencian.
" Anda ketua apa tidak ada yang kamu bicarakan dengan kami" kata Leo, menahan amarahnya. Ketua proyek ketakutan hingga tak mampu untuk bicara.
" Dia takkan bicara tuan baiklah biar aku yang mengatakannya dia sangat berutang budi padaku karena aku menyelamatan istrinya yang melahirkan, mereka membutuhkan biaya yang besar karena mengalami pendarahan" kata tuan Atmaja.
__ADS_1
Leo dan Tika hanya menyimak perkataan tuan Atmaja.
" Tika lapor polisi sekarang kita tak dapat membiarkannya" seru Leo. Sebelum Tika menghubungi polisi mereka di hadang oleh anak buah tuan Atmaja.
" Kalian urus mereka jangan biarkan sampai melapor polisi" kata tuan Atmaja. " Baik tuan" seru anak buahnya.
Terjadilah perkelahian Leo mencoba melindungi Tika dari serangan lawan.
Brug
Leo terkena tendangan lawannya hingga perutnya sakit. " Kak ayo pergi" Tika, mengajak Leo kabur karena kalah jumlah dan lawannya mengejar mereka hingga sampai di sungai.
" Kalian tak dapat lagi berlarian sekarang sebaiknya kalian menyerah saja" kata tuan Atmaja memojokan Leo juga Tika.
Tika ketakutan terus mundur hingga dia terjatuh juga menarik Leo yang memegang tangannya.
__ADS_1
" Aaaa"