
Beberapa hari telah berlalu keadaan Nia tidak lagi seperti beberapa minggu yang lalu setelah melakukan perawatan di rumah sakit dan mendapatkan serangkaian terapi , Nia tidak lagi berteriak atau histeris tapi hanya diam tak ada respon jika ada yang mengajaknya berbicara.
Dokter Indira sudah pergi ke Jerman untuk tinggal bersama keluarganya, dia meminta dokter Ricky untuk memantau Nia dan mengirimkan hasil pemeriksaan Nia padanya karena pengobatan Nia di lanjutkan di Jerman.
Papi Primus, mami Yulia dan Edward berada di rumah sakit tepatnya ruangan istirahat untuk mereka, Green bersama bibi menemani Nia di ruang rawatnya semenjak Green diperbolehkan bersama Nia semenjak itu dia tsk mau berpisah dengan Nia. Dokter Indira mengatakan itu juga bagus agar ikatan antara putri dan ibunya terasa oleh Nia.
" Primus aku sudah mengurus yang kamu minta dan semua asetmu sudah di pindah atas nama putri dan cucumu, kapan kamu akan pergi? " Edward
" Beberapa hari lagi aku sedang menunggu mendapat kabar dari El yang mengurus disana, kamu mau ikut Ed" kata papi Primus, menepuk punggung sahabat.
" Kamu mengajakku pergi bersamamu " kata Edward dengan senyum. " Kalau kamu mau ayo" kata papi Primus.
" Primus kamu tahu sendirikan aku hanya sendiri di negara ini dan kamu sekeluarga adalah keluargaku, ku pikir untuk memulai karir di Jerman bukan ide yang buruk" kata Edward dengan senyuman, papi Primus membalasnya dengan senyuman.
__ADS_1
" Edward saya mengucapkan terima kasih karena kamu selalu bersama kami saat yang sulit, bahkan bersedia pindah dari negara ini" seru mami Yulia.
" Tak masalah Yulia karena putrimu sudah saya anggap sebagai putri saya sendiri, setelah istri dan anak saya meninggal hanya kalian yang menemani" kata Edward.
Drt, drt, drt.
" El" kata papi Primus melihat panggilan dari HPnya, mami Yulia dan Edward menatap papi Primus.
" Assalamualaikum, El bagaimana? papi Primus.
" Secepatnya saya dan keluarga akan kesana katakan pada mereka saya akan menemui mereka segera" kata Papi Primus, mereka menutup panggilannya.
Papi Primus meminjit kepalanya dia tak menyangka bahwa perusahaan Ramadhan Group yang dipimpin oleh putrinya sudah pindah tangan telah didengar sampai cabang perusahaannya di Jerman.
__ADS_1
" Papi ada apa? apa ada masalah? " mami Yulia dengan khawatirnya, papi Primus memegang tangan istrinya.
Papi Primus menghela nafasnya. " Mami investor di cabang perusahaan kita di jerman telah mendengar kalau perusahaan kita disini telah berganti nama, mereka juga bertanya soal mengganti perusahaan kita di jerman menjadi NG Group" kata papi Primus.
" NG Group itu singkatan dari nama putri dan cucumu" kata Edward.
" Benar Ed aku sengaja meminta El untuk mengubahnya agar dia tak mengetahui keberadaan cabang perusahaan yang di Jerman, kamu tahu sendiri cabang perusahaan itu baru setahun terakhir aku dirikan" kata papi Primus.
Edward dan mami Yulia menanggukan kepalanya.
" Kamu tenang saja aku akan mengurusnya " kata Edward, menenangkan sahabatnya.
Keesokan harinya setelah berdiskusi dengan dokter Ricky soal kepindahan mereka, sebelum pergi papi Primus ingin memastikan kesehatan putrinya selama menempuh perjalanan.
__ADS_1
Kediaman keluarga Ramadhan sudah terjual yang diberi oleh seorang pengusaha.