( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku

( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku
Episode 24


__ADS_3

Setelah memeriksa Nia dokter keluar karena permintaan mami Yulia tak ingin menanggu putrinya, mami Yulia memanggil pelayan untuk menjaga putrinya.


" Dokter bagaimana? " Papi Primus, melihat kedatangan dokter.


" Tuan sudah saya katakan jangan membuat nona Nia stres atau tertekan, dari yang saya periksa sepertinya nona syok apa dia kembali mendengar se. suatu" kata dokter.


Mereka terkejut saling memandang. " Baiklah ini resep obatnya tolong usahakan agar nona Nia merasa nyaman dan tenang itu akan membantunya" kata dokter. papi Primus mengucapkan terima kasih.


Setelah kepergian dokter mami Yulia memeluk pspi Primus." Papi mungkinkah Nia tahu semuanya, hiks, hiks" mami menangis dalam pelukan suaminya. Papi Primus menenangkan istrinya.


" Edward kita pergi sekarang, mami jaga putri kita papi akan membawa cucu kita pulang" kata papi Primus, Mami Yulia menanggukan kepalanya dan berdoa agar cucunya baik saja.


Hotel xxx.


Tika dan Leo menunggu kedatangan Nia di sebuah kamar yang dipakai untuk pertemuan mereka, entah apa yang terjadi pada Green sejak pagi dia hanya diam Tika tak memusingkan hal itu yang penting baginya adalah dapat memiliki Leo dan perusahaan Ramadhan Group.


" Maaf Nia aku terpaksa melakukan hal ini karena kamu telah memecatku secara sepihak" guman Tika.

__ADS_1


Leo memeriksa surat yang akan membantunya penembangkan perusahaannya, tanpa memikirkan keadaan Nia.


Papi Primus dan Edward sudah tiba di hotel xxx mereka menuju ke resepsionis.


" Maat tuan ada yang bisa kami bantu? " resepsionis 1. " Kami sudah ada janji dengan tuan Leo" kata Edward.


" Sebentar tuan saya akan memeriksanya" resepsionis memeriksa bukunya. " Silahkan tuan, anda sudah ditunggu oleh tuan Leo di kamar no 37 lantai 3" kata resepsionis1 dengan hormat.


Edward mengucapkan terima kasih papi Primus hanya diam karena dia sedang menahan emosinya, mereka menuju Life ke lantai 3.


Mereka telah tiba di lantai 3 dan mencari kamar nomor 37. " Primus ini kamarnya tenanglah di dalam ada cucumu" kata Edward melihat kemarahan di mata papi Primus.


" Mas dia sudah datang aku akan membuka pintunya" kata Tika, merasa bahagia dan mengira yang datang adalah Nia.


Alangkah terkejutnya melihat papi Primus dengan seorang pria yang datang bukannya Nia, Papi Primus menatapnya secara tajam kemudian masuk ke dalam.


" Aku tak perlu siapa yang datang yang penting adalah semuanya menjadi miliku" guman Tika dengan senyuman smirk.

__ADS_1


Papi Primus melihat Leo yang asyik dengan surat dan meliriknya cucunya, dia menghela nafasnya melihat keadaan cucunya.


" Mas om Primus datang" kata Tika, Leo terkejut melihat papi primus yang menemuinya.


" Papi" panggil Leo, mencoba untuk memberi salam tapi di hentikan oleh papi primus.


" Kita jangan basa-basi sebaiknya kita percepat saja urusannya, sebelum aku tanda tangani apa yang kalian minta tanda tangani surat perceraian ini" kata Papi Primus. Edward memberikan surat gugatan cerai pada Leo.


Leo membaca suratnya telihat jelas ada namanya dan nama Nia tercantum dalam surat ini, setelah menandatangani surat ini mereka tak ada hubungan lagi.


Tika melihat Leo hanya memandangnya. " Mas" Tika memegang tangan Leo dan tersenyum. Leo menandatangani surat perceraiannya dengan Nia.


Edward mengambil surat dari tangan Leo tidak lupa dia memeriksa, Edward menatap papi Primus sambil menanggukan kepala.


" Mana suratnya? " kata Papi Primus, Leo memberikan padanya. Sebelum ditanda tangani papi Primus menbacanya dengan teliti agar tidak ada kesalahan.


Tika terlihat bahagia melihat papi Primus menandatangani suratnya, Leo hanya diam menyaksikannya.

__ADS_1


" Kita tak ada urusan lagi jangan pernah kalian menanggu putriku dan cucuku lagi, ayo sayang kita ke tempat mami" kata papi Primus menggendong Green.


__ADS_2