( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku

( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku
Psikoterapi


__ADS_3

Mami Yulia tersenyum melihat Green cucunya yang sudah tertidur dalam pelukan Nia, papi Primus kembali ke ruangan Nia setelah menghubungi orang di kediamannya dia melihat istrinya menitip ruangan putrinya.


" Mami kenapa tak masuk? " papi Primus. " Ups" mami Yulia meninjuk arah putri dan cucunya, papi Primus ikut senang.


Bibi dan suster terkejut melihat mami Yulia dan papi Primus sudah berada di hadapannya.


" Tuan, nyonya " kata bibi dan suster berdiri memberi hormat, mami Yulia dan papi Primus menanggukan kepalanya.


" Tuan, nyonya kalau begitu saya pamit dulu" kata suster. " Terima kasih sus" kata mami Yulia.


" Bi pergilah ke kamar sebelah kamu pasti lelah menjaga mereka berdua" kata papi Primus. " Terima kasih tuan, nyonya" sahut bibi menuju ke kamar yang digunakan mereka untuk istirahat.


" Mami, papi sudah meminta Edward untuk mengganti semua aset kita yang tersisa atas nama Nia dan setelah keadaan putri kita mulai stabil kita akan pindah ke jerman di sana cabang perusahaan kita yang di urus oleh El dan papi sudah memintanya mengurus semuanya disana" kata papi Primus.


" Mami percaya papi pasti mengurusnya dengan sebaiknya, tapi pi bagaimana dengan pengobatan Nia" mami Yulia mengkhawatirkan pengobatan Nia.

__ADS_1


" Nanti kita bicarakan pada dokter karena El masih membutuhkan waktu di sana" kata papi Primus. " Mi maafkan papi karena harus menjual kediaman kita untuk kehidupan disana dan orang itu tak menanggu kita lagi" kata papi Primus, mami Yulia menanggukan kepalanya.


Keesokan harinya dokter Indira melakukan psikoterapi pada Nia, perawatan ini dilakukan untuk mengeksplorasi pikiran, perasaan serta perilaku pengidap gangguan jiwa berat untuk meningkatkan kesejahteraan pengidap. Ada beberapa jenis terapi yang bisa dilakukan, seperti terapi Kognitif dan Psikoterapi Interpersonal .


Tok, tok, tok


Mami Yulia membuka pintunya terlihat dokter Indira dan dokter Ricky di depan pintu.


" Silahkan masuk dokter" kata mami Yulia mempersilahkan mereka masuk papi Primus menyalami mereka.


" Halo nona Nia kita bertemu lagi" kata dokter Indira, Nia menanggukan kepalanya.


" Aku sangat ingin dekat pada nona kalau boleh bisa bercerita tentang nona agar kita dapat saling kenal" kata dokter Indira, Nia hanya diam dokter Indira senantiasa menunggu sampai Nia bercerita.


Sudah sepuluh menit Nia belum juga mulai membuka mulutnya kemudian Nia bercerita kisah hidupnya dari remaja sampai menikah dengan Leo.

__ADS_1


" Pernikahan kami sudah berjalan 10 tahun kenapa dia tega berselingkuh dengan sahabat saya sendiri tak hanya khianatiku mereka juga membawa putriku" kata Nia bercerita sambil menangis.


" Nona sudah memastikannya atau melihat sendiri kalau putri nona ada pada mereka " kata dokter, Nia menatapnya dengan tajam.


Tiba-tiba saja Nia histeris memanggil putrinya. " Green putriku" Nia histeris memanggil putrinya. Dokter Indira meminta dokter Ricky menghidupan musik melalui HPnya.


Mendengar suara musik yang menyenangkan dan menyejukkan hati Nia membuatnya terus mengeluarkan semua segala keluhan yang terpendam.


" Nona rasakan dengan hatimu kamu pasti mengetahui putrimu ada tak jauh darimu" kata dokter Indira, meninggalkan Nia yang sedang diam memandang arah jendela.


" Dokter" kata mami Yulia melihat dokter keluar dari ruangannya.


" Kami sedang melakukan terapi kognitif dimana pasien mengeluarkan semua isi hatinya dan beruntung pasien mengeluarkan semua keluhannya, kita hanya perlu menunggu. Kalau begitu kami pamit" kata dokter Indira.


Mami Yulia dan papi Primus merasa lega mendengar perkataan dokter.

__ADS_1


__ADS_2