
Tama, Roger, Xanders dan anak buahnya sudah sampai lokasi di jadikan tempat persembunyian Green.
" Ternyata mereka banyak juga menyewa penjahat" guman Tama, melihat banyaknya orang yang menjaga lokasi.
Dalam kamar yang ditempati oleh Green.
Green menangis memanggil nama Nia dan Tama
Tika masuk membawa makanan untuk Green ia menatap tajam ke arah Green apalagi melihatnya menangis.
Brak
Leo membuka pintu secara keras. " Tika bawa Green dia sudah datang" kata Leo, saat melihat arah jendela Leo melihat Tama dan lainnya bertarung dengan anak buahnya.
Tika tersenyum. " Mari kita tunggu kedatangan tuan Tama dan kita kembali mendapatkan yang seharusnya menjadi milik kita" kata Tika, memegang tangan Green membawanya ke ruang tamu menunggu kedatangan Tama.
Mendengar Tama sudah datang membuat Green tersenyum sebentar lagi akan bertemu dengan Nia dan keluarganya yang lain.
Di luar terjadi pertarungan yang sangat sengit tertanya penjahat bayaran Leo dan Tika tak dapat di remehkan oleh pihak Tama.
__ADS_1
" Tuan carilah nona Green biar saya dan Roger yang menghadapi mereka" kata Xanders, baru saja mendapat kabar dari anak buahnya yang berhasil melihat keadaan di dalam dan memberitahu kalau mereka sedang menunggu Tama.
Keadaan rumah sakit.
Mommy Indira memutuskan kembali merawat menantunya hanya dia yang tahu mengenai rekam medis Nia.
" Nak bicaralah lihat semua orang mengkhawatirkanmu dan percayalah pada Tama ia akan membawa kembali putrimu" kata mommy Indira.
Mommy Indira tersenyum saat Nia merespon katanya.
" Green" kata Nia. " Ya sayang sebentar lagi putrimu kembali ke pelukanmu" kata mommy Indira, terharu melihat menantu sudah bicara sedikit ia merasa lega.
Mami Yulia dan lainnya senang setelah diberitahu oleh mommy Indira kalau Nia sudah mulai bicara walau hanya kata Green, itu membuat mereka lega daripada Nia dengan keadaan kemaren.
Prok prok prok.
Leo bertepuk tangannya saat Tama berada di hadapannya.
" Seorang Tama Davidson memang tak bisa diragukan kekuatannya, putri papi lihat dia berhasil menemukanmu tapi belum tentu dia berhasil membawamu bersamanya" kata Leo, dengan percaya dirinya bisa melawan Tama.
__ADS_1
" Green, percaya pada papi. Papi akan membawamu pulang dan menemui mami" kata Tama, Green menanggukan kepalanya ia percaya pada Tama akan membawanya pergi dari sini.
Leo menatap penuh kebencian pada Tama beraninya ia mempengaruhi putrinya untuk pergi dari sisinya, Tika berfikir bagaimana ia akan menghabisi Green anak kecil yang sangat ia benci.
" Aku tahu apa yang kalian inginkan, ini ada di tanganku" kata Tama, menunjuk berkas pemilikan perusahaan Ramadhan Group.
Leo tersenyum sinis. " Kamu kira aku percaya padamu mungkin ini hanya tipuanmu saja" kata Leo.
Tama senyum tipis. " Kau kira aku sama seperti kalian ini periksa sendiri " kata Tama, melempar berkas pada Leo.
Leo mengambil surat yang dilempar Tama ia tersenyum melihat isi berkas akhirnya semuanya kembali padanya, tapi dia takkan membiarkan Tama mengambil putrinya.
" Sekarang kamu sudah mendapatkan berkasnya dan sekarang kembalikan putriku padaku, Green ayo kita pulang" kata Tama.
Green senyum saat ia akan berdirinya tangannya di pegang oleh Leo.
" Lepaskan Green, Green ingin ke tempat" kata Green, berusaha melepas pegangan Leo.
" Dasar licik inilah rencanamu sebenarnya" kata Tama, geram melihat Leo kembali menahan putrinya.
__ADS_1
Roger dan Xanders sudah menyelesaikan dengan anak buah Leo dan mereka menyusul Tama.
" Tuan muda".