( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku

( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku
Episode 27


__ADS_3

Kediaman keluarga Ramadhan


Mami Yulia memasak di dapur ditemani oleh pelayan dia ingin memasak makanan kesukaan putri dan cucunya.


" Nyonya ada kriman surat untuk nona Nia katanya dari tuan Edward" kata pelayan. " Bibi tolong lanjutkan masaknya" mami Yulia menghampiri suaminya di ruang kerja.


" Papi" panggil mami Yulia, melihat suaminya hanya berdiam diri. Papi tersenyum melihat mami Sarah datang.


" Pi Edward mengirim surat untuk Nia" kata mami Yulia dengan khawatir memberikan amplop pada papi Primus.


Dengan perlahan papi membukanya dia menghela nafasnya. " Pi" panggil mami Yulia, memegang tangan suaminya.


" Mami tenang saja tadi kita melupakan minta tanda tangan Nia dalam surat perceraiannya" kata Papi Primus, mami Yulia menanggukan kepalanya kembali dia mengingat kedatangan mami Sarah hingga melupakan semuanya.


" Pi biar mami yang bicara dengan Nia" kata Mami Yulia dengan senyuman. Papi Primus mengelus punggung istrinya.


" Kita temui Nia bersama" kata Papi Primus, mereka menemui Nia di dalam kamar.


Kamar Nia.

__ADS_1


Green merasa bahagia karena dia bisa bersama Nia lagi.


" Mami, Green senang bisa bersama mami. Green tak ingin bersama papi tante Tika sudah mengambil papi dari kita" kata Green memeluk Nia sambil menangis.


Nia masih dengan tatapan kosongnya tak menyadari bahwa putrinya sudah di sampingnya, Nia terus memanggil putrinya.


Kret


Pintu terbuka masuklah orangtua Nia dengan tatapan sedih, melihat cucunya bicara tapi Nia hanya membisu.


" Cucu oma sayang" kata mami Yulia. " Hiks, hiks, hiks. Oma kenapa mami hanya diam saja ketika Green panggil, karena tante Tika ya oma" kata Green dengan kesalnya.


Mami Yulia dan papi Primus saling memandang. " Sayang ayo bersama opa bibi sudah masak kesukaan cucu opa" kata papi Primus.


Green menggelengkan kepalanya sambil melirik Nia yang diam. " Green ingin bersama mami opa" kata Grreen dengan airmatanya jatuh.


" Aduh cucu kesayangan opa jangan sedih sayang, mami sedang sakit sayang biar oma yang menjaga mami " bujuk papi Primus.


Green menatap oma dan opanya yang tersenyum dan dia menanggukan kepalanya.

__ADS_1


" Oma jagain mami Green ya" kata Green. " Baik sayang" kata mami Yulia, mencium pipi cucunya.


Akhirnya Green berhasil dibujuk keluar, papi Primus membawanya ke ruang makan.


" Sayang sadarlah lihat putrimu sedih" kata mami Yulia, mengelus rambut Nia. Nia hanya memanggil putrinya.


Mami Yulia sedih melihat keadaan putrinya dengan tatapan kosong.


" Nia, suamimu mengirimkan surat cerai" kata mami Yulia, tak punya pilihan lain Nia harus menandatangani surat cerainya.


" Mas Leo ingin cerai dari Nia" kata Nia, menatap maminya. Mami Yulia menanggukan kepalanya.


" Hahaha mas Leo ingin bercerai pasti karena dia" Nia tertawa, membuat mami Yulia takut. Mami Yulia langsung memeluk putrinya.


" Mas Leo, Mi mana suratnya Nia akan menandatanganinya. Mas Leo pasti bahagia bisa bersama wanita itu" dengan tangan gemetaran Nia menanda tangani surat perceraiannya.


Setelah menandatangani surat itu Nia merebahkan badannya ke kasur dan membalikan punggungnya. Mami Yulia menyelimutinya dan mencium kening Nia.


Mami Yulia membawa surat itu keluar tak lupa dia menutup pintu kamar. Ternyata Nia belum tidur.

__ADS_1


" Sekarang kalian pasti sudah bahagia karena berhasil menghancurkan keluargaku" Nia memejamkan matanya.


__ADS_2