
Perusahaan NG Group
El masuk ke ruang Nia dia ingin menyampaikan sesuatu terlihat Nia fokus membaca berkas di tangannya.
" Nona saya ingin menyampaikan sesuatu" kata El, ada rasa keraguan di hatinya.
Nia melihat ke arah El sambil menutup berkasnya. " katakanlah sepertinya ada hal yang ingin kamu katakan" seru Nia.
" Itu nona" sahut El, menceritakan peristiwa yang terjadi di sekolah Green dan pengakuan Tama menjadi ayah Green.
Brak
El terkejut melihat Nia memukul mejanya dengan menahan emosinya.
" Nona ingin pergi ke mana? " El, melihat Nia keluar dengan terburu. Nia menghela nafasnya.
" Aku ingin menemuinya beraninya dia berkata seperti hal itu di sekolah" Nia, membuka pintu secara kasar membuat Leona terkejut dan melihat heran El mengikuti Nia.
" El ada apa?. Kenapa nona terlihat marah? " Leona.
" Tolong kamu urus perusahaan aku akan mengikuti nona" kata El, mengejar Nia.
Leona kembali duduk di kursinya dengan bingungnya kembali mengerjakan pekerjaannya.
Perusahaan Davidson Group.
Mobil yang dikendarai oleh El tiba di perusahaan Davidson Group, Nia keluar dengan terburu menuju ruang Tama. Para karyawan berbisik melihat Nia dengan tatapan marah dan El mengikutinya.
" Nona mau kemana? " sekretaris Tama menghentikan langkah Nia yang ingin masuk ke ruang Tama.
Nia menatapnya tajam membuat sekretaris Tama takut.
" Minggir saya ingin menemui bosmu" kata Nia, dengan dinginnya.
" Tapi tuan muda ada tamu nona" kata sekretaris.
" Nona sebaiknya kita pergi dari sini besok kita kesini lagi" kata El, membujuk Nia.
" Nggk aku harus menemuinya hari ini" sahut Nia. Tidak peduli dengan El dan sekretaris melarangnya Nia tetap membuka pintu ruang kerja Tama.
Brak.
Semua orang terkejut melihat Nia membuka pintu secara kasar, di dalam ruangan Tama ada kliennya dan Roger.
" Siapa wanita ini masul tanpa izin" kata klien, tapi Nia hanya mengacuhkannya berbeda dengan Tama terlihat emosi karena mereka berbicara hal buruk pada Nia.
__ADS_1
Tama berbisik pada Roger, Roger menanggukan kepalanya.
" Tuan mari ikut saya kita akan membahasnya di ruang rapat" kata Roger, membujuk agar kliennya pergi.
" Tapi kita bisa bicara disini dan wanita ini datang tiba saja seperti tak ada sopan santun saja" kata klien.
" Kau bicara apa ha" kata El masuk ke ruangan Tama dan menunjuk ke arah klien dari Tama.
" El siapa mereka?,Apakah kita memiliki kerja sama dengan mereka? " Nia, dengan dinginnya.
Mereka terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Nia dan klien Tama mulai emosi dengan Nia.
" Saya Erna Sari CEO dari perusahaan PT ES Group saya adalah klien dari tuan Tama" kata Erna, dengan percaya dirinya. Sekretaris Erna merasa takut karena dia mengetahui kalau El adalah sekretaris dari CEO Perusahaan NG Group.
Dia mencoba meminta bosnya keluar tapi Erna mengacuhkannya.
" Mereka baru saja mengajukan kerja sama dengan perusahaan kita kemaren, nona" kata El. Erna terkejut mendengarnya.
Nia tersenyum sinis mendekati Erna dengan tangannya bersedekap di dadanya dengan percaya diri dia menatap tajam ke arah Erna, Tama tersenyum tipis tanpa ada yang menyadarinya.
Nia memperhatikan dari atas ke bawah
" El kita takkan menerima tawaran kerja sama mereka, dan satu lagi nona saya ada urusan dengan orang disamping anda jadi saya harap anda meninggalkan ruangan ini" kata Nia, mempersilahkan Erna keluar.
Nia dan Tama memberi kode pada kedua asistennya keluar Roger, El menanggukan kepalanya keluar dari ruangan Tama. Tinggalah Nia berdua dengan Tama.
Nia menatap tajam ke arah Tama yang menuju ke meja kerjanya.
" Nona Nia sekarang bisa katakan ada urusan apa datang kemari dan berbuat keributan di ruangan saya" kata Tama, padahal dia tahu tujuan Nia datang kemari.
Nia mendekati meja kerja Tama dan berdiri di depannya.
" Anda jangan berfikir seenaknya mengatakan hal itu pada putri saya dan depan orang banyak, dan satu hal lagi anda bukan ayahnya" kata Nia.
Ketika Nia keluar tangannya ditarik oleh Tama hingga mata keduanya saling menatap.
" Kalau begitu ayo kita menikah dan saya akan menjadi ayah dari anakmu" kata Tama, dengan senyuman.
Plak
" Beraninya kau berbicara hal seperti ini padaku, jangan fikir anda adalah putra dokter Indira.Anda tidak bisa berbicara seperti itu padaku" kata Nia, dengan emosi.
Nia terkejut Tama tiba memeluknya begitu erat hingga dia sulit melepasnya.
" Kau apa-apaan ini lepaskan aku kalau tidak aku akan berteriak" kata Nia, risih Tama memeluknya.
__ADS_1
" Beri aku kesempatan untuk membuktikannya ini bukan hanya demi Green tapi perasaan yang sudah mulai tumbuh di hati ini" kata Tama, membalikan tubuh Nia dan mata mereka kembali saling menatap.
Deg
Keduanya merasakan jantungnya berdetak dengan kecang.
" Ada apa dengan jantung ini berdetak dengan kencangnya" kata hati Nia.
Tama mengelus pipi Nia tanpa ada perlawan dari Nia, Tama tersenyum karena wanitanya diam.
" Baiklah aku beri kamu kesempatan 3 bulan, dalam tiga bulan kamu harus berjuang agar rasa itu kembali hadir" kata Nia, menatap Tama dengan keyakinan memberi orang di depannya kesempatan.
" Aku takkan mencewakan kamu dan Green selama tiga bulan kamu pasti bisa mencintaiku" kata Tama.
Kemudian Nia keluar dari ruangan Tama El dan lainnya menunggu di luar dengan perasaan was was takutnya mereka bertengkar, melihat Nia keluar El merasa lega karena tak ada pertengkaran antara mereka.
El pamit pada Roger dan sekretaris Tama menyusul Nia yang sudah pergi dan Roger kembali masuk ke ruangan Tama.
" Tuan muda" kata Roger.
" Ya" sahut Tama.
Roger menatap Tama ada keanehan dalam dirinya ada senyuman terukir di wajah yang selalu kaku itu.
" Tama apa yang terjadi antara kalian berdua apakah karena kejadian kemaren? " Roger.
Tama menutup taptopnya dengan senyuman dia mengajak Roger makan siang di restoran, Roger hanya menggelengkan kepalanya sambil mengikuti langkah Tama keluar.
Dalam mobil
El melihat Nia melamun dari cermin tapi dia tak ingin menanggunya dia membiarkan Nia tenang.
Taklama mobil dikendarai El tiba di kediaman Keluarga Ramadhan.
" Nona kita sudah sampai" kata El. Nia melihat sekitarnya dia melihat mobilnya berhenti di depan mobilnya.
" El, kenapa kita tak ke kantor? " Nia.
" Maaf nona saya tahu anda membutuhkan ketenangan mungkin bersama keluarga anda bisa tenang" kata El, dengan hormat.
Nia tersenyum. " Terima kasih El" kata Nia, menepuk punggungnya dan keluar dari mobil.
" Seharusnya saya yang berterima kasih nona karena keluarga anda saya memiliki sebuah keluarga yang tak pernah saya miliki sebelumnya, dan anda seperti kakak saya sendiri dan saya akan melindungi anda" kata El.
Mengendarai mobilnya menuju perusahaan NG Group untuk melanjutkan pekerjaannya.
__ADS_1