
Nia menaiki life menuju kamar putrinya dia tersenyum melihat depan pintu dengan ada gambar barbie yang terpasang di pintu.
" Bibi boleh melanjutkan pekerjaannya" kata Nia pada pelayan yang menunjukan kamar putrinya.
" Baik nona kalau begitu saya pamit dulu" kata bibi, Nia menanggukan kepalanya.
Dia tatap pintu kamar putrinya ada perasaan haru yang dia rasakan sudah beberapa bulan terakhir dia tak mendampingi putrinya, pasti putrinya merasa sedih apalagi melihat keadaannya yang sedang sakit.
Kret
Nia membuka pintu terlihat putrinya sedang menggambar untuk tugas sekolahnya, Green yang fokus dengan kegiatan menggambarnya tidak menyadari maminya sudah pulang.
Nia mendekati putrinya dan duduk di sampingnya sambil memperhatikan putrinya yang sedang menggambar, Green tidak menyadari kalau maminya sudah ada di kamarnya.
" Hmmm, hmmm" Nia berdehem agar putrinya melihat ke arahnya. " Mami " teriak Green berlompat bahagia melihat maminya sudah berada di kamarnya dan memeluk erat maminya dan mencium seluruh wajah Nia.
Nia tersenyum bahagia. " Mami kenapa tak bilang kalau sudah pulang padahal Green ingin menjemput mami" kata Green dengan memmajukan bibirnya.
__ADS_1
" Jadi Green tak suka mami pulang , baiklah mami akan kembali ke rumah sakit" kata Nia yang pura ngambek.
" Maaf mami Green bahagia sekali jika mami bisa pulang, kita akan pergi jalan berdua dan menhantar Green ke sekolah" kata Green, memeluk Nia.
Nia membalas pelukan putrinya sambil menggoyangkan tubuhnya dan tertawa bersama, mami Yulia yang ingin memanggil mereka untuk makan malam bersama tersenyum bahagia melihat putri dan cucunya tertawa.
Tok, tok, tok
" Boleh nenek masuk " seru mami Yulia, mengetuk pintu kamar cucunya.
" Nenek kenapa tidak beritahu Green kalau mami sudah pulang" kata Green dengan kesalnya memalingkan mukanya.
Kemudian mami Yulia mengajak mereka untuk makan malam dengan bahagia mami Yulia menyediakan makanan untuk keluarganya, mereka menikmati makanan dengan senyuman.
Selesai makan mereka berkumpul di ruang tengah sambil melepas rindu satu sama lain.
" Sayang tadi ketika mami masuk ke kamarmu mami melihat sedang menggambar, apa yang kamu gambar sayang? " Nia.
__ADS_1
" Itu tugas sekolah mi bu guru meminta kami menggambar sesuai dengan cita-cita kami" kata Green.
" Memangnya cucu kakek cita-citanya nanti apa? " papi Primus, menikmati coffe.
" Kakek, Green ingin seperti kakek dan mami memiliki anak buah yang banyak dan mengerjakan semua pekerjaan" kata Green dengan lucunya.
" Hahaha baiklah cucu kakek akan menjadi bos dengan satu syarat, cucu kakek ini harus belajar dengan giat dan rajin" kata papi Primus, Green menanggukan kepalanya.
Papi Primus mengajak mereka untuk istirahat karena hari sudah larut, mereka menuju ke kamar masing-masing.
" Mami Green ingin tidur bersama malam ini" kata Green, Nia menanggukan kepalanya.
Kamar Nia.
Nia menyelimuti putrinya juga mendengarkan cerita untuknya agar putrinya tertidur, Nia tersenyum melihat putrinya dudah tertidur dengan nyenyaknya Nia mencium kening putrinya.
" Selamat malam sayang semoga kamu bermimpi indah" kata Nia, memenjamkan matanya dan memeluk putrinya.
__ADS_1
Ternyata Green hanya pura tidur dia membuka matanya dan membalikan tubuhnya terlihat maminya sudah tidur.
" Hari ini Green bahagia karena mami bersama kami lagi, Green tak ingin kita berpisah lagi apalagi mami sakit" kata Green, memeluk Nia dengan tangan kecilnya Nia tersenyum seakan mendengar perkataan putri kecilnya.