
Sudah tiga hari Indira merawat Nia sekarang Nia mulai tidak histeris dan tidak lagi berteriak yang sering dia lakukan, saat ini Indira berada ruangannya dia baru saja melakukan terapi pada Nia memberikan obat untuk menenangkannya.
Drt, drt, drt
" Assalamualaikum , sayang seperti nyonya ini sampai melupakan aku disini" kata seseorang di balik panggilan, dokter Indira tersenyum mendengar suara yang sangat dia kenal.
" Aku sangat sibuk disini hingga tak sempat memberi kabar yang disana" kata dokter Indira.
" Ha, ha, ha. Nyonya seperti bahagia disana hingga sudah beberapa hari tanpa memberi kabar padaku dan kapan nyonya pulang dan bertemu orang yang ada disini" kata Thomas.
Yang menghubungi dokter Indira adalah Thomas Davidson suami dari Dokter Indira, dia meminta agar istrinya pulang ke jerman setelah 2 tahun ini ada di negara asal dokter Indira.
" Mas beri aku waktu lagi disini ada pasien yang harus ku tangani, dia sangat rapuh mas aku tak bisa meninggalkannya di sini" kata dokter Indira.
" Aku mengerti baiklah kabari aku jika istriku ini kembali" kata tuan Thomas, dokter Indira tersenyum dan memutuskan panggilannya.
__ADS_1
" Nanti akan kubicarakan pada mereka sebelum itu aku harus mencari dokter pengganti " guman dokter Indira.
Papi Primus dan lainnya berkumpul di ruang rawat Nia Green tak ingin berpisah dengan Nia terus menemper pada maminya.
Tok, tok, tok
" Masuk dokter" kata mami Yulia melihat dokter Indira yang datang. " Apakah ini jadwal putri days melakukan jadwal Nia untuk terapi" kata mami Yulia.
" Nggk nyonya saya ingin bicara secara pribadi pada kalian, sebaiknya kita ke ke ruanganku" kata dokter Indira.
Para dokter, suster dan padien menyapa Indira, dia hanya tersenyum dan menanggukan kepalanya.
" Silahkan mssuk tuan, nyonya " kata dokter Indira mami Yulia dan papi Primus duduk di sofa, dokter Indira mengambil minuman di kulkas kecil ada di ruangannya.
" Maaf dok sepertinya ini sangat penting hingga anda meminta kami ke ruangan anda " kata mami Yulia.
__ADS_1
Dokter Indira tersenyum dan menghela nafasnya secara kasar.
" Begini tuan, nyonya sebenarnya saya sangat berat untuk menyampaikan hal ini" dokter Indira menghela nafasnya.
" Tuan, nyonya saya minta maaf karena harus menyampaikan hal ini , begini saya beberapa hari lagi akan ke jerman untuk tinggal bersama keluarga, soal nona Nia tak perlu khawatir karena saya pasti mencarikan pengganti saya untuk merawatnya" kata dokter Indira.
Papi Primus dan mami Yulia menanggapinya dengan senyuman.
" Awalnya saya khawatir dokter sekarang saya menjadi lega karena kami sudah memutuskan akan meninggalkan negara ini setelah Nia tidak lagi histeris, kebetulan kami juga ke jerman karena disana saya memiliki perusahaan walau kecil dan awalnya kami bingung menengai perawatan putri kami sekarang kami lega kalau dokter juga kesana. Dokter kami mohon agar anda tepat merawat putri kami karena sepertinya Nia nyaman dengan pengobatan yang diberikan" kata papi Primus.
" Jika itu yang anda inginkan saya sangat senang karena kalian percaya pada pengobatan yang saya berikan " kata dokter Indira.
" Tuan ini kartu nama saya jika kalian sudah tiba di jerman silahkan temui saya , sampai bertemu lagi di jerman tuan, nyonya dan untuk beberapa hari ini biar dokter Ricky yang memantau putri anda" kata dokter Indira.
Papi Primus menanggukan kepalanya dan mereka saling bersalaman. mami Yulia dan papi Primus pamit mau ke ruangan putrinya, dokter Indira sudah merasa lega karena telah menyampaikan kepergiannya.
__ADS_1