( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku

( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku
Episode 74


__ADS_3

Restoran


Nia terdiam melihat orang yang ada dihadapannya tidak menyangka kalau CEO dari perusahaan Davidson Group adalah Tama Davidson, begitu pula dengan Tama juga terkejut kalau CEO perusahaan NG Group adalah wanita yang sudah beberapa har dia temui.


Suasana menjadi hening dan sedikit canggung di antara mereka.


" Nona dia adalah tuan Tama Davidson pemilik dari perusahaan Davidson Group" bisik El.


Nia tersenyum dan mempekenalkan dirinya. " Maaf tuan karena membuat anda terkejut memang seharusnya anda menemui papi saya, tapi karena kemaren saya menggantikan papi maka sata yang menemui anda saat ini" kata Nia dengan dinginnya, Tama menanggukan kepalanya.


Tidak ingin membuang waktu mereka mulai metting dengan pembahasan kontrak kerja sama yang sudah berjalan setahun.


" Sebelum kita membahas kerja sama yang sudah berjalan setahun ini saya ingin mengajukan proposal semoga anda menyukainya, jika anda menyukainya kita akan terus menjalin kerja sama beberapa bulan lagi dan kalau anda menolaknya saya tidak mempermasalahkannya" kata Nia, meletakan proposal di atas meja.


Roger mengambil proposal dan diberikan pada Tama, Tama membaca proposal dengan seksama dia tersenyum setelah membacanya.

__ADS_1


" Ide anda sangat bagus nona dengan membangun taman hiburan di salah satu pedesaan, dengan adanya taman hiburan tak hanya penduduk lokal yang bahagia tapi juga sekitarnya, baiklah saya terima kerja sama ini" kata Tama, menjabat tangan Nia.


Pelayan datang membawa pesanan mereka menikmati makanan sambil membicarakan proyek baru yang mereka kerjakan.


" Saya sendiri yang akan memantaunya sampai selesai" kata Nia, perkataannya membuat lainnya terkejut terutama El.


" Nona biar saya yang mengurusnya anda baru saja, nona tuan besar takkan mengizinkannya" kata El, menolak ide Nia.


" El, saya akan membicarakannya dengan papi nanti karena proyek ini harus saya yang memantaunya, kamu pasti sudah tahu" kata Nia, menatap tajam ke arah El.


El menanggukan kepalanya kembali mengingat kejadian kemaren pagi. Tama tersenyum melihat ketegasan dari seorang Nia, dia tidak akan percaya kalau Nia baru saja sembuh dari penyakitnya.


" Tuan muda, apa yang anda fikirkan?" Roger melihat Tama diam sejak keluar dari restoran.


" Nona Nia, jika kita tidak mengenalnya terlebih dahulu kita takkan percaya kalau dia baru saja sembuh, dari cara dia memperjelaskan kerja sama ini sangat profesional" kata Tama.

__ADS_1


" Tuan muda, saya pernah mendengar kalau nona Nia adalah CEO perusahaan Ramadhan Group sebelum perusahaan ini berganti nama" kata Roger, pernah mendengar dari rekan kerja lainnya. Tama hanya diam dan mendengarnya.


Perusahaan NG Group


El dan Leona berada di ruangan pribadi Nia mereka membicarakan proyek yang akan di kerjakan di perdesaan.


" Maaf nona rencana dimana proyek ini akan di bangun karena tadi tidak nona sebutkan? " El.


Nia tersenyum. "Di Busingers" kata Nia. Leona dan El menanggukan kepalanya.


" El sebelum kita berangkat ke sana carilah pekerja yang propesional dan Leona urus perusahaan selama kami tak ada, jika ada berkas atay lainnya kamu dapat mengirimnya melalui email saya" kata Nia.


" Baik nona" kata Leona.


Tak terasa sudah dua jam mereka membahas proyek yang akan di kerjakan di Busingers, kemudian mereka meninggalkan perusahaan.

__ADS_1


" El singgah di toko kue aku ingin membeli beberapa cake" kata Nia. " Baik nona" kata El, menghentikan toko kue yang terkenal di Jerman.


Tak disangka Nia bertemu dengan dokter Indira dan suaminya di toko kue.


__ADS_2