( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku

( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku
Episode 14


__ADS_3

Kediaman keluarga Ramadhan.


Orangtua Nia berada di dalam kamar awalnya terkejut melihat kedatangan putrinya san cucunya yang biasanya pasti memberitahu mereka akan berkunjung, ada rasa khawatir yang di rasakan oleh mami Yulia apakah putrinya bertengkar terhadap suaminya.


Sebagai orangtua hanya bisa menunggu kapa putrinya mau membicarakan masalah yang terjadi padanya.


Nia berada di kamar lamanya tersenyum melihat putrinya yang sedang tertidur, dia menghela nafasnya secara berat sambil memperhatikan HP.


" Untuk apa aku menunggunya pasti mereka sedang bersama" kata Nia, bersandar pada kasurnya sambil memejamkan matanya.


Kediaman Anugerah.


Mami Sarah sedang gelisah sudah malam mebantu dan cucunya belum juga kembali, ada rasa khawatir yang dirasakannya apakah menantunya sudah mengetahuinya.


" Nak lihatlah karena ulahmu keluargamu menjadi korban, sebaiknya aku menghubungi besan" kata mami Sarah.


Drt, drt, drt.


".Asssalamualaikum " kata pelayan.


" Apakah saya bisa bicara dengan nyonya Yulia, saya Sarah mertua Nia" kata mami Sarah.

__ADS_1


" Sebentar nyonya saya panggilkan tuan dan nyonya" sahut pelayan.


Tok, tok, tok.


" Nyonya ada telepon dari nyonya Sarah, katanya dari besan anda" kata pelayan mengetuk pintu kamar majikannya.


Nyonya dan tuan Parwez sedang istirahat terkejut mendapat telepon dari besannya padahal hari sudah malam.


" Pi kenapa besan menghubungi kita?" Mami Yulia. " Sepertinya tentang anak dan cucu kita, ayo kita angkat" kata papi Primus.


Mereka turun tangga dan mengangkat telepon dari besan mereka.


" Asssalamualaikum besan maaf jika aku menanggu kalian" seru mami Sarah, dengan gugup.


" Begini besan apakah Nia dan Green ada di tempat kalian soalnya mereka belum pulang dari jalan mall" kata mami Sarah dengan hati-hati.


" Benar besan tadi sore mereka ke sini dan ingin menginap katanya, apa terjadi sesuatu? " mami Yulia, berharap agar besannya mau bercerita.


" Baiklah begitu besan maaf sekali lagi jika saya menanggu kalian, wassalam" Mami Sarah menutup teleponnya. Membuat orangtua Nia semakin khawatir dengan keadaan putrinya.


Papi sebenarnya apa ysng terjadi dengan putri kita, apa mereka ada masalah" kata Mami Sarah, terlihat gelisah.

__ADS_1


" Mami tenanglah putri kita baik saja auo kita istirahat" ajak papi Primus, mengajak istrinya ke kamar.


Rumah Tika.


Leo bersandar di sofa sedang meminjitkan keningnya dia tak percaya bahwa maminya mengetahui rahasia yang disimpannya selama beberapa bulan ini, dia menghela nafasnya memikirkan ucapan maminya.


Tika datang dari arah dapur membawakan minuman.


" Mas minum dulu" Tika, mengelus punggung Leo, Leo tersenyum sambil meminum air yang dibawakan oleh Tika.


" Mas ayo kita akhiri semuanya ini" kata Tika, tersenyum sedih, Leo tak percaya yang dikatakan oleh Tika.


Leo memeluk Tika yang sudah menangis dia merasa tak bisa berpisah dengan Tika karena rasanya sudah terlalu dalam untuknya, perasaannya sangat berbeda dengan rasa yang di rasakannya bersama Nia.


" Sayang mas akan mengurusnya jangan pernah mengatakan hal seperti ini lagi" kata Leo, Tika menanggukan kepalanya.


Kediaman Anugerah.


Mami Sarah mencoba menghubungi putranya untuk memberitahu menengai Nia.


" Anak ini kenapa tak mengangkat teleponnya, apa dia tak mencemaskan keluarganya" kata mami Sarah, hanya menghela nafasnya dengan berat.

__ADS_1


Mami Sarah ada ketakutan jika menantunya sudah mengetahuinya dia tak sanggup untuk menatap menantu kesayanannya.


__ADS_2