( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku

( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku
Episode 111


__ADS_3

Hari ini Tama dan Nia mengajak Green ke mall mereka menghabiskan waktu bersama hanya bertiga, Green sangat merasa senang bisa pergi bersama orangtuanya.


" Mami ayo cepat nanti tempat bermainnya tutup" kata, Green, memajukan bibirnya terhadap Nia yang masih di hadapan kaca.


" Putri cantik papi ini kenapa terlihat cemberut " kata Tama, keluar dari kamar mandi.


Green melihat Tama yang baru saja selesai mandi semakin cemberut dan menghentakan kakinya di lantai.


" Green mau ke tempat oma dulu" kata Green, keluar dari kamar Nia.


" Sayang ada apa dengan putri kita itu? " Tama, mengambil pakaian yang telah disiapkan oleh Nia.


" Dia lagi kesal udahlah mas ayo cepat kalau tidak putrimu itu semakin kesal" kata Nia, yang sudah rapi keluar dari kamar.


Tama mengeringit dahinya mengangkat bahunya menuju ruangan untuk berpakaian, Nia tiba di lantai bawah melihat putrinya bicara dengan mommy Indira.


" Oma lihat itu mereka belum turun juga gimana kalau permainannya tutup, Green kan ingin bermain berbagai permainan " keluh Green, mommy Indira hanya tersenyum.

__ADS_1


" Sepertinya putri mami mengadu pada omanya" kata Nia, telah berada di dekat Green.


" Habisnya mami lama dandanannya Green kan tak sabar untuk ke mall" kata Green, memajukan bibirnya. Mommy Indira dan Nia menggelengkan kepalanya.


Tak lama Tama turun tangga Nia melihat suaminya sampai matanya tak berkedip melihat ketampanan suaminya, Mommy Indira dan Green saling senyum melihat Nia terpana.


Tama tersenyum ia tahu kalau istrinya sedang menatapnya.


" Sayang, mas ini hanya milikmu tak perlu kamu melihat mas dengan tatapan begitu" kata Tama, menggoda Nia.Nia mendengar perkataan suaminya menjadi kesal dan pamit pada mommy Indira lalu mengajak putrinya ke mobil.


" Momm sampaikan pada daddy kami berangkat dulu aku tak ingin mereka semakin marah" kata Tama, mencium tangan mommy Indira. Daddy Thomas sedang berada di ruang kerja ada sesuatu yang dia urus.


Selama perjalanan Green tak berhenti bercerita tentang permainan yang akan mainkan, Nia bahagia karena putrinya tidak lagi memikirkan Leo.


Mall.


Mereka bertiga sudah tiba di mall semua mata tertuju pada keluarga kecil itu, siapa yang tidak mengenal Tama dan Nia merupakan dua CEO dari perusahaan terbesar di Jerman.

__ADS_1


" Aku tak sangka hari ini dapat melihat keluarga tuan muda Tama, mereka seperti pasangan serasi apalagi putrinya cantik walau masih kecil" kata pengunjung, temannya mengiyakan perkataannya.


Tama, Nia dan Green terus menuju ke lantai empat tanpa menghiraukan gosip yang mereka dengar.


Green sangat senang sampai dia bermain semua permainan di sana, dia tak ada bosannya bermain Nia dan Tama hanya mengikuti kemauan putri mereka yang menikmati permainan.


" Papi tolong Green, Green ingin boneka itu" kata Green, melihat boneka di dalam permainan tersebut.


Tama tersenyum masukan koin dan putar alat setelah memastikan boneka yang diinginkan putrinya Tama segera menariknya.


" Terima kasih papi " kata Green, senang melihat boneka telah berada di tangannya, tidak lupa ia mencium Tama, Tama mengelus rambut putrinya.


" Ayo kita ke restoran sudah waktunya makan siang" kata Nia.


Green tersenyum dia juga merasa lapar setelah puas bermain dan mengelus perutnya, Tama dan Nia tersenyum melihat tingkah lucu putrinya.


Mereka bertiga menuju restoran yang berada di lantai satu, tanpa mereka sadari Leo dan Tika juga menuju restoran yang sama dengan mereka.

__ADS_1


Leo sedang menemani Tika shopping dan menuju restoran untuk makan siang.


Brug


__ADS_2