( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku

( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku
Episode 66


__ADS_3

Keesokan harinya terdengar suara adzan berkumandang di mesjid tak jauh dari lingkungan mereka, Nia bangun melihat putrinya yang sedang tidur dengan memeluknya.


" Sayang ayo bangun sudah waktunya subuh, ayo kita sholat dulu setelah itu bersiap ke sekolah" kata Nia, mengelus rambut Green.


Green mengucek matanya tersenyum melihat maminya. " Mami Green masih ngantuk" kata Green, kembali memenjamkan matanya.


" Lho sayang kenapa matanya di penjam lagi" kata Nia. " Baiklah nanti mami tidak mau mengantar putri ini ke sekolah, karena dia tak mau sholat" kata Nia, pura-pura ngambek.


" Maaf mi " Green mencium pipi Nia dan berlarian ke kamar mandi, Nia tersenyum merapikan kasurnya dan mempersiapkan alat sholat.


Setelah berwudhu mereka shalat berjamaah selesai shalat mereka berdoa dan Green mencium tangan mami Nia, Nia meminta putrinya bersiap untuk ke sekolah dia keluar untuk mempersiapkan makanan.


Mami Yulia tersenyum melihat Nia yang sudah pakaian rapi.


" Sayang kamu mengantar Green ke sekolah kata mami Yulia. " Ya mi" kata Nia, memulai memotong sayuran.

__ADS_1


" Sayang apa yang kamu lakukan sini biar mami yang mengerjakannya" kata mami Yulia berusaha untukmenghentikan putrinya.


" Nia ingin memasak mam untuk kalian" kata Nia, mami Yulia tersenyum. " Mami tahu sayang tapi kamu baru saja sembuh dan pulang dari rumah sakit baru kemaren, mami tak ingin kamu kelelahan sayang" kata mami Yulia, Nia menanggukan kepalanya.


Nia duduk di kursi sambil memperhatikan mami Yulia memasak dan sambil bercerita.


" Mami bagaimana dengan rumah lama kita? " Nia, mami Yulia melirik putrinya sambil tersenyum.


" Kenapa kamu bertanya tentang hal itu? " mami Yulia, Nia menggelengkan kepalanya mami Yulia memanggil pelayan untuk melanjutkan memasaknya.


mami Yulia mendekat dan memegang tangan Nia, dengan senyuman dan mengelus tangan putrinya.


" Mami maafin Nia, karena masalah Nia papi dan mami terpaksa menjual rumah kita padahal itu peninggalan kakek" kata Nia, merintikan air matanya.


" Sayang jangan fikirkan hal itu bagi papi dan mami adalah kebahagiaanmu dan cucu mami papi, sekarang kita memulai hidup yang baru apalagi papi sedang mengurus perusahaan kita di sini" kata mami Yulia, mengusap kepalanya putrinya, Nia menanggukan kepalanya.

__ADS_1


Green dan papi Primus sudah berada di ruang makan, Nia menyiapkan makanan untuk putrinya begitu pula mami Yulia menyiapkan untuk suaminya.


Setelah sarapan pagi Nia mengantar putrinya ke sekolah.


" Kakek, nenek Green berangkat ke sekolah dulu" kata Green dengan bahagianya.


" Uh cucu kakek ini terlihat bahagia sekali karena diantar oleh maminya" kata papi Primus.


" Ya Kek Green senang sekali karena mami mengantar Green ke sekolah" kata Green, memeluk Nia.


" Sayang diantar supir ya mami tak ingin kamu lelah" kata mami Yulia, merasa khawatir kalau Nia menyetir mobil sendiri, Nia menanggukan kepalanya.


papi Primus memanggil supir untuk mengantar putri dan cucunya ke sekolah, Nia, Green pamit pada mami Yulia dan papi Primus.


Dalam mobil Green terus memeluk Nia seakan dia takut jika Nia akan pergi, Nia hanya tersenyum melihat putrinya. Mobil berhenti di lampu merah.

__ADS_1


Terlihat ada sebuah mobil mewah seorang pria dengan dinginnya pakai kaca mata sambil menatap netbooknya membaca email yang kirim oleh sekretarisnya.


Tama Davidson berangkat ke perusahaan dengan diantar oleh supir pribadinya mobilnya berhenti karena lampu merah, ketika dia menoleh ke samping matanya melihat sesuatu.


__ADS_2