
Setelah kepergian Nia dan Green mami Sarah mencari keberadaan putranya bersama wanita lain, dia tidak percaya bahwa putranya dapat melakukan perbuatan terlarang.
Mami Sarah terus mencari putranya sekitar mall tiba saja matanya tertuju pada pasangan yang sedang makan di restoran, dengan tergesa mami Sarah menuju ke tempat putra.
Plak
Leo terkejut melihat maminya sudah di samping dan menamparnya, Tika langsung berdiri karena rasa terkekutnya.
" Mami" kata Leo, dengan suara yang para. Mami Sarah sangat marah melihat perilaku putranya.
" Mami tidak percaya bahwa putra mami sendiri dapat melakukan hal seperti ini, dan kamu sahabatnya menantu saya kan teganya kamu mengkhianatinya" teriak mami Sarah, menunjuk ke arah Tika.
Semua pengunjung menatap mereka sambil berbisik. " Mami ayo kita bicara di rumah ini bukan tempat yang cocok" kata Leo, memegang bahu maminya dan keluar dari restoran dan diikuti oleh Tika.
Tanpa sepengatahuan mereka Nia melihat semuanya, Nia kembali masuk ke mall karena putrinya menginginkan cake ketika dia masuk melihat mami mertuanya menuju restoran.
Karena khawatir Nia mengikuti langkah mami mertuanya tapi yang dia lihat adalah sebuah pengkhianatan yang dilakukan oleh suami dan sahabatnya.
__ADS_1
" Mas, teganya melakukan hal ini mas pada kami, bahkan dengan sahabatku sendiri. Apa karena ini kamu sering pulang larut bahkan tidak pulang, mas" kata Nia, menangis.
Nia segera menghapus airmatanya takut di lihat orang dan putrinya sudah menunggu, dia segera membeli cake dan menuju mobil.
Kediaman Leo.
Mami Sarah terlihat marah yang di perbust oleh putranya dan Tika, mami Sarah meminta pelayan untuk kembali ke kamar masing2 karena dia tak ingin kelakuan putranya di ketahui oleh orang lain.
" Kalian pergilah ke kamar jangan keluar sampai saya memanggil" kata mami Sarah. " Baik nyonya" kata kepala pelayan.
" Dan untuk kalian berdua ikuti saya" kata mami Sarah, mengajak mereka ke ruang kerja putranya tidak lupa dia mengunci pintu.
" Duduk" kata mami Sarah dengan dinginnya, Leo dan Tika duduk di sofa tepat di depan mami Sarah.
" Sekarang katakan sejak kapan kalian melakukan perbuatan ini" kata mami Sarah, meminjit keningnya. Leo menceritakan semuanya pada mami Sarah dari kejadian di pedesaan sampai saat ini.
Plak
__ADS_1
Mami Sarah kembali menampar putranya dia sangat marah yang diceritakan oleh putranya.
" Mas" Tika, memegang pipi Leo yang sudah merah. " Setelah kejadian di hutan itu kenapa kalian tidak melupakannya saja malah berlanjut sampai sekarang. Dimana fikiran kalian Ha gimana perasaan istrimu dan anakmu Leo" teriak mami Sarah.
Beruntung ruangan kedap suara hingga tak terdengar oleh pelayan.
" Sekarang mami minta kalian putusan hubungan ini" kata mami Sarah, Tika tertunduk sedih mendengarnya dia tak bisa berpisah dengan Leo walau dia sadar bahwa dia salah.
" Maaf mi Leo tak bisa, Leo sudah pernah melupakannya mi tapi perasaan tak bisa di bohongi mi. Leo minta maaf mi" Leo menarik Tika keluar dari rumahnya.
" Ya Allah kenapa putraku bisa begini Nia maagkan mami nak, karena putra mami kamu mengalami hal ini" kata mami Sarah memejam matanya.
Nia mengajak putrinya ke kediaman orangtuanya dia tak sanggup untuk bertemu dengan suaminya.
" Asssalamualaikum " kata Nia. Orangtuanya tersenyum melihat kedatangan putrinya dan cucu perempuannya.
" Nak kenapa kalian kemari" kata papi Primus merasakan ada yang aneh dengan putrinya. " Papi aneh deh anak dan cucu datang malah di tanya, ayo sayang masuk" kata mami Yulia.
__ADS_1
Mengajak mereka masuk ke dalam Nia memilih untuk masuk ke kamarnya sebelum menikah.