
Edward keluar dari ruangan mami Yuli. lega melihatnya tapi dimana putrinya, mami Yulia segera menghampiri Edward.
" Ed dimana putriku kenapa tidak keluar bersamamu? " mami Yuli melihat sekitarnya.
" Yuli sebaiknya kamu lihat sendiri" kata Edward, Mami Yuli yang sudah khawatir segera langsung masuk ke dalam semua orang saling berbisik dan bertanya apa yang terjadi di dalam.
Mami Yuli terkejut melihat Nia histeris dan menampar pipinya dan menarik rambutnya mediator berusaha memegang tangan Nia agar tidak kembali melukai dirinya.
"Astagfirullah sayang" teriak mami Yuli langsung memeluk putrinya. " Sayang tenanglah jika kamu seperti ini mami jadi sedih sayang" kata mami Yuli menepuk punggung Nia.
" Maaf bu sebaiknya nona Nia di bawa ke rumah sakit" kata mediator, mami Yuli menanggukan kepalanya.
" Terima kasih bu saya minta maaf atas nama putri saya" kata mami Yuli merasa tak enak melihat ruangan mediasi sudah kacau.
" Tidak apa bu saya mengerti pasti berat bagi nona Nia menghadapi semua ini" kata mediator. Kemudian mami Yuli membawa Nia ke rumah sakit dengan Edward yang menjalankan mobil.
Di kediaman keluarga Ramadhan.
Papi Primus menemani Green bermain di ruang tengah sampai tertidur di sofa, papi Primus tersenyum melihat cucunya yang tertidur di sofa terlihat lucu baginya.
__ADS_1
Tiba saja papi Primus yang memejamkan matanya terkejut mendengar Green menangis dalam tidurnya.
" Hiks, hiks, hiks mami" Green bersenggukan. " Green bangun sayang ini opa" kata papi Primus menrpuk pipi Green.
Green bangun langsung memeluk papi Primus. " Opa Green ingin mami, hiks hiks hiks" Green memeluk papi Primus.
" Ya sayang sebentar lagi oma dan mami akan pulang" kata papi Primus.
Rumah sakit.
Edward dan mami Yuli sudah sampai di rumah sakit mereka disambut oleh suster dan membawa brankar, mereka memindahkan Nia yang tertidurdi brankar dibawa ke UGD.
Nia sudah berada di ruang UGD di periksa oleh dokter mami Yuli dan Edward menunggu di luar.
Mami Yuli menanggukan kepalanya Edwaerd menjauh dari ruangan UGD dia menghubungi papi Primus.
Papi Primus masih berusaha menenangkan cucunya yang menangis.
Drt, drt, drt.
__ADS_1
" Edward ada apa dia menghubungiku, apakah terjadi sesuatu pada Nia" guman papi Primus menatap Green yang masih memeluknya.
Papi Primus memanggil pelayan untuk menjaga cucunya sedangkan dia pergi ke ruang kerja untuk menjawab panggilan Edward.
" Ed bicaralah apakah putriku baik-baik saja? "
" Primus datanglah ke rumah sakit aku tunggu kamu di sini"
" Apakah terjadi sesuatu pada Nia? "
Edward menceritakan semuanya yang terjadi di ruang mediasi membuat Primus marah.
" Jadi ini karena dia beraninya dia melukai hati putriku dia yang salah malah menyalahkan putriku. Baiklah aku segera kesana" papi Primus menutup panggilannya.
Papi Primus keluar menuju ruang tengah dimana Green berada, dia lega melihat cucunya sudah tertidur.
" Bibi tolong jaga Green aku mau ke rumah sakit Nia masuk rumah sakit" kata papi Primus.
" Astagfirullah nona Nia, tuan semoga nona cepat sembut. Tuan tenang saja saya akan menjaga nona kecil" kata bibi.
__ADS_1
Papi Primus nenanggukan kepalanya kemudian memanggil supir untuk mengantarkannya ke rumah sakit, papi Primus tidak sanggup menjalankan mobil sendirian karena merasa khawatir pada putrinya.
Mobil melaju menuju rumah sakit, mami Yuli dan Edwar masih menunggu di depan ruang UGD.