( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku

( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku
Episode 85


__ADS_3

Tiga bulan yang di berikan oleh Nia pada Tama untuk membuktikan keseriusannya sudah berakhir, selama tiga bulan terakhir ini Tama selalu mendekati Nia dengan tiba-tiba ke perusahaannya kadang membuat Nia kesal karena Tama selalu menanggunya saat bekerja.


Tama setiap hari menjemput Green ke sekolah mengajaknya bermain di mall hanya berdua dan itu membuat Green bahagia, Nia sebenarnya juga tahu kalau dia mulai menyukai pria yang beberapa bulan ini selalu menanggunya tapi rasa takut untuk memulai kembali masih dia rasakan.


Saat ini Nia berada di taman samping rumahnya dia memutuskan tidak pergi ke kantor hari ini, mami Yulia dan papi Primus memandang putrinya yang gelisah.


" Mami lihatlah keadaan putrimu sudah sejak pagi dia duduk disana dan hari ini dia libur dari pekerjaannya, papi khawatir jika putri kita ada masalah tapi dia tak mau berbicara pada kita" kata papi Primus.


Mami Yulia menanggukan kepalanya mengusul putrinya yang sedang melamun sendirian, mami Yulia duduk di samping putrinya.


" Nia katakanlah pada mami apa yang ku fikirkan sejak tadi mami dan papi memperhatikanmu" kata mami Yulia, mengusap punggung putrinya.


Nia tersenyum dan menggelengkan kepalanya matanya kembali menatap lurus ada kegelisahan di matanya.


" Nia, mami adalah orang yang mengandungmu dan melahirkanmu dengan tangan ini mami membesarkanmu, sekarang katakanlah pada mami apa yang putri mami ini khawatirkan" kata mami Yulia.


Nia menghela nafasnya dan menyandarkan kepalanya ke pundak mami Yulia.


Nia pun menceritakan semuanya dari awal sampai akhir Tama selalu datang ke perusahaannya hanya sekedar menanggunya dalam bekerja, sekarang waktu tiga bulan itu sudah habis Nia harus memberi jawaban.


Mami tersenyum bahagia ada seorang pria yang mencintai putrinya apalagi dia mengetahui semua masalalu dan penyakit yang di derita oleh putrinya.


" Sayang dengarkan kata hatimu, karena hati tak pernah membohongimu" kata mami Yulia, mengelus rambut putrinya.


" Nia takut mi jika dia sama seperti pria itu" kata Nia.


" Nia berilah aku kesempatan kita bisa memulainya dengan pengenalan" kata Tama.


Nia dan mami Yulia terkejut melihat Tama sudah ada di belakang mereka bersama papi Primus, papi Primus mendekati putrinya dan mengusap rambutnya dengan senyuman.


" Bicaralah dengannya dan ingat dengarkan kata hatimu" kata papi Primus, mengajak istrinya masuk.


" Berilah dia penjelasan" kata papi Primus, menepuk punggung Tama, Tama menanggukan kepalanya.


Tama menemui Nia yang duduk dengan tertunduk dan air mata yang mengalir di wajahnya.


Tama memegang dagunya dengan senyuman dia menghapus air mata Nia yang membasahi pipinya. Nia memeluknya.


" Ajari aku agar rasa itu kembali dapat aku rasakan" kata Nia, dengan lirihnya.

__ADS_1


" Kita akan belajar bersama" kata Tama, dengan senyuman.Nia tersenyum dalam pelukan Tama.


Mami Yulia dan papi Ptimus bahagia karena putrinya kembali menemukan kebahagiaannya.


" Kakek, nenek dimana mami? " Green, baru pulang sekolah. Mami Yulia dan papi Primus menghapus air matanya dan tersenyum melihat cucunya.


" Cucu nenek sudah pulang" kata mami Yulia. " Nenek dimana mami padahal mami sudah janji jemput Green sekolah tapi malah supir yang menjemput Green" kata Green dengan kesalnya.


Mami Yulia dan papi Primus tersenyum memang tadi Nia berjanji pada Green kalau dia akan menjemputnya ke sekolah.


" Cucu kakek jangan kesal mami bukannya lupa tapi mami ada tamu" kata papi Primus.


" Siapa tamu mami cowok atau cewek? " Green, mulai protektif pada Nia.


Mami Yulia dan papi Primus tersenyum mengatakan siapa tamunya, Green bahagia setelah tahu siapa yang datang. Mami Yulia meminta Green membersihkan diri sebelum menemui Tama dan Nia.


Selesai membersihkan diri Green segera menemui mereka di taman. Mereka tertawa bersama mendengar cerita Green menngenai kegiatan di sekolahnya.


Kediaman keluarga Davidson.


Mommy Indira dan daddy Thomas sedang berada di ruang tengah sedang menyaksikan acara kesukaan mommy Indira.


" Tuan, nyonya ini minumannya" kata bibi, meletakan minuman di atas meja untuk majikannya.


" Sama-sama tuan, nyonya" kata bibi. Mommy Indira dan daddy Thomas menanggukan kepalanya.


Bibi kembali ke dapur untuk menyiapkan makan malam untuk majikanya.


Taklama terdengar suara mobil masuk ke perkarangan kediaman keluarga Davidson. Pelayan berlarian membuka pintu ternyata Tama yang sudah pulang.


" Assalamualaikum" ucap Tama.


" Waalaikumsalam, selamat datang tuang muda" kata pelayan, dengan hormat.


" Bibi dimana mommy dan daddy? " Tama.


" Tuan dan nyonya ada ruang tengah tuan muda" kata pelayan. Tama menanggukan kepalanya menemui orangtuanya karena dia ingin menyatakan sesuatu.


Mommy Indira dan daddy Thomas tersenyum melihat putranya sudah pulang.

__ADS_1


" Mommy, daddy Tama ingin mengatakan sesuatu " kata Tama, dengan menarik nafasnya secara kasar.


Mommy Indira dan daddy primus menatap putranya yang terlihat gelisah tapi mereka tidak ingin menanggu putranya biar Tama yang bicara.


" Mommy, daddy. Tama dan Nia memiliki hubungan spesial" kata Tama, menundukan kepalanya. Mommy Indira dan daddy Thomas terkejut mendengar perkataan putranya.


Melihat orangtuanya diam tanpa merespon Tama menghela nafasnya.


Momm, dad Tama ke kamar dulu" kata Tama, meninggalkan orangtuanya menuju kamarnya untuk membersihkan dirinya.


Kamar Tama.


Tama masuk ke kamar mandi dia menatap dirinya di cermin dan mengusap wajahnya secara kasar.


" Mungkin aku terlalu cepat mengatakannya" kataTama, membersihkan dirinya.


Ruang tengah.


Orangtuanya masih terkejut dengan perkataan putranya.


" Daddy, apa maksud perkataan putra kita tadi? " mommy Indira, memegang tangan suaminya.


" Sebaiknya kita minta penjelasannya nanti" kata daddy Thomas, mommy Indira menanggukan kepalanya.


Kemudian pelayan datang mengatakan kalau makan malam siap, mommy Indira meminta bibi memanggil Tama untuk makan malam.


Setelah dipanggil oleh pelayan Tama menuju ke ruang makan mereka menikmati makanan yang disediakan oleh pelayan, selesai makan daddy mengajak putranya bicara di ruang tengah.


" Tama tolong katakan pada kami apa maksud dari perkataan kamu tadi, kami takut salah dengar" kata daddy Thomas, mommy Indira menanggukan kepalanya.


" Apa mommy dan daddy dengar itu bemar Tama dan Nia sedang menjalin hubungan" kata Tama.


" Kamu tidak bermain dengan kata-katamu, mommy tak ingin melukai wanita itu dia telah melewati cobaan hidup yang berat" kata mommy Indira, tak ingin jika putranya melukai Nia.


Tama mendekati mommy Indira dan memegang tangannya.


" Mommy, Tama serius dengan semuanya ini sebenarnya Tama mulai tertarik dengannya sejak pertemuan di rumah sakit, Tama melihat matanya ada kekecewaan dan terluka dan Tama ingin menghilangkan semuanya itu dengan cinta yang Tama miliki" kata Tama.


Mommy Indira terharu mendengar perkataan putranya dan memeluknya.

__ADS_1


" Daddy bangga padamu, nak. Berani mengambil keputusan besar dalam hidupmu jagalah mereka karena Allah menitipkan mereka padamu" kata daddy Thomas, Tama menanggukan kepalanya dan berjanji akan melindungi mereka.


" Mommy tak sabar lagi melamar Nia untuk menjadi menantu mommy" kata mommy Indira, dengan semangatnya. Tama dan daddy Thomas tersenyum melihat kebahagiaan mommy Indira.


__ADS_2