
Nia sangat emosi yang dilakukan kliennya pada dirinya memutuskan tidak kembali ke perusahaannya dia menghubungi El kalau dia tidak lagi kembali ke perusahaan, Nia meminta El untuk mengurus perusahaan.
Nia pergi ke taman untuk menenangkan dirinya duduk di kursi taman sambil melihat anak-anak bermain bersama temannya, Nia tersenyum melihat tawa canda mereka.
Sedang asyiknya memperhatikan mereka bermain tak sengaja anak yang sedang bermain bola terlempar ke arah nia yang sedang duduk.
" Tante tolong bolanya" kata salah satu anak cowok, Nia tersenyum mengelus kepalanya dan menyerahkan bola yang di dekat kakinya pada anak itu.
" Terima kasih tante" kata anak cowok dengan gemeshnya, Nia tersenyum melihat anak itu kembali bermain bersama temannya.
Nia menariknya nafasnya berdiri dan menuju ke mobilnya untuk kembali ke rumahnya.
Kediaman keluarga Davidson
Mommy Indira dan daddy Thomas sedang menyambut kedatangan rekan bisnisnya dari Amerika, dia datang bersama keluarganya.
__ADS_1
" Selamat datang tuan Fred Aberson, nyonya Nicol Aberson dan nona ke rumah kami" kata daddy Thomas dengan senyuman.
"Kami mengucapkan terima kasih karena tuan dan nyonya Davidson bersedia menerima kami, perkenalkan ini putri kami Ellen Aberson" kata tuan Fred, mommy Indira dan daddy Thomas tersenyum dan mempersilahkan mereka masuk dan duduk.
Mommy Indira memanggil pelayan untuk menyiapkan minuman untuk tamunya.
" Begini tuan, nyonya kedatangan kami kesini untuk membicarakan kerja sama yang kita jalin, gimana untuk mempererat hubungan yang telah lama terjalin kita jodohkan putra putri kita agar hubungan kita semakin erat" kata tuan Fred dengan senyuman.
Mommy Indira dan daddy Thomas saling memandang mereka tidak menduga kalau klien mereka akan membicarakan hal ini.
" Begini tuan Fred kami sebagai orangtua Tama tidak dapat memutuskan sekarang karena semuanya ada pada putra kami sendiri karena dia yang akan menjalankannya" kata daddy Thomas dengan hormat.
" Benar yang dikatakan oleh anda tapi sebagai orangtua tentu kita ingin anak kita mendapat yang terbaik, lagi pula saya yakin kalau putri saya adalah pilihan terbaik untuk tuan Tama" kata tuan Erlangga dengan penuh keyakinan.
Mommy Indira hanya bisa menahan emosinya enak saja dia bilang kalau putrinya terbaik untuk putranya lihat saja dari penampilannya tidak mencerminkan wanita baik, tapi mommy Indira mencoba untuk menahannya karena dia yakin kalau suaminya menginginkan yang terbaik untuk putra kesayangannya.
__ADS_1
Tak lama terdengar mobil masuk bibi berlari membuka pintu telah di panggil oleh mommy Indira, Ellena dengan senyuman manisnya meyakinkan itu pasti Tama Davidson.
" Aku harus mendapatkannya karena akan membuat hidupku bersenang-senang" kata Ellena, dalam hatinya.
Bibi membuka pintu terlihatlah Tama dan Roger. " Selamat datang tuan muda, tuan Roger" kata bibi.
" Bi dimana mommy dan daddy? " Tama.
" Itu tuan muda, tuan dan nyonya besar ada tamu" kata bibi, Tama menanggukan kepalanya masuk ke dalam diikuti oleh Roger
Tama dan Roger menuju ruang kerjanya karena ada yang akan mereka bahas, ketika melewati ruang tamu daddy Thomas memanggilnya.
" Tama bisa kesini nak daddy ingin memperkenalkan dengan klien dari Amerika, dia sudah lama berkerja sama dengan kita" kata daddy Thomas.
Tama dan mereka saling berkenalan dan mommy Indira meminta putranya duduk dia harus memperjelaskan pada putranya.
__ADS_1