( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku

( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku
Episode 88


__ADS_3

Kediaman keluarga Davidson.


Mommy Indira dan daddy Thomas sedang berada di ruang tengah sambil menyaksikan acara kesukaan mommy Indira, mommy Indira sekali-kali melihat arah keluar daddy Thomas melihat istrinya sedang menunggu seseorang.


" Mommy sedang menunggu sesuatu" kata daddy Thomas., mengganti acaranya menjadi sepak bola membuat mommy Indira kesal.


Mommy Indira menatap tajam ke arah suaminya dan pergi begitu saja, daddy Thomas hanya tersenyum.


" Nanti kalau ada orang dari butik datang minta dia tunggu mommy di ruang tamu, mommy ke kamar " kata mommy Indira.


Daddy Thomas menggelengkan kepalanya kembali menyaksikan pertandingan sepak bola kesukaannya.


Dalam kamar.


Mommy Indira sedang kesal dengan suaminya dengan menyibukkan dirinya membaca majalah sambil menyandar kepala di kasurnya.


Tok tok tok


" Nyonya orang dari butik sudah datang sedang menunggu di ruang tamu" kata bibi.


" Ya bibi sebentar aku turun, bi panggil Tama suruh turun temui orang butik di ruang tamu" kata mommy Indira.


" Baik nya" sahut bibi, bibi menuju kamar Tama memanggilnya.


Mommy Indira keluar dari kamar dan menemui orang dari butik langganannya.


" Selamat pagi nyonya" kata Susi, desainer kesukaan mommy Indira.


" Pagi Sus apakah kamu sudah membawa pesanan saya" kata mommy Indira.


" Sudah nyonya saya membawa contoh beberapa desain yang terbaru siapa tahu nyonya menyukainya" kata Susi, memanggil pegawainya untuk memperlihatkan mommy Indira be erapa contoh desain terbaru dari butiknya.


Mommy Indira melihat satu persatu contoh desain pakaian untuk pernikahan anaknya bersama Nia, Tama turun tangga menemui mommy Indira dan orang dari butik.


" Mommy" kata Tama, Susi dan pegawainya memberi hormat pada Tama.


" Sayang lihat ini ada beberapa contoh jas untukmu nanti lihatlah mungkin ada yang kamu suka" kata mommy Indira, menyerahkan contoh desain Susi ke tangan Tama.


Tama membolak balik kertas dan melihat contoh desain jas untuk pernikahannya.


" Mommy ini bagus" kata Tama.

__ADS_1


" Wah tuan muda itu adalah hasil desain terbaru saya dan belum saya publikasikan pada publik " kata Susi.


" Susi saya ambil dua dan kamu membawa desainer gaun pernikahan untuk calon menatu saya? " mommy Indira.


Susi tersenyum dan menanggukan kepalanya dia minta pegawainya untuk memperlihatkan hasil desain gaun pengantin.


" Ini bagus Nia pasti menyukainya dan terlihst cantik" kata mommy Indira. Tama melihat mommy Indira sedang memilih desain gaun pengantin untuk Nia, dia terkejut melihat pilihan mommy Indira.


" Mommy aku tidak menyukainya" kata Tama. Perkataan Tama membuat semua mata tertuju padanya.


" Tapi sayang ini cantik sekali menantu mommy pasti terlihat cantik" kata mommy Indira, memperlihatkannya pada Tama.


" Mommy pokoknya Tama tidak menyukainya lihat bagian dadanya terbuka, biar aku yang memilihnya" kata Tama, mengambil kertas yang berisikan hasil desain dari tangan mommy Indira.


Mommy Indira tersenyum melihat putranya serius memilih gaun pengantin untuk calon menantunya.


Setelah memilih gaun pernikahan untuk Nia Tama pamit ke ruang kerjanya.


" Susi jangan lupa gaun pengantin yang dipilih olrh putraku tolong bawa ke rumah calon menantuku untuk di perlihatkan, mungkin dia ada pilihan lain. " kata mommy Indira, memberi alamat keluarga Ramadhan pada Susi.


Susi pamit pada mommy Indira menuju ke kediaman keluarga Ramadhan, pegawainya kembali merapikan beberapa contoh desain yang berserak di atas meja.


Mommy Indira tersenyum kembali ke kamarnya untuk istirahat dan mengajak suaminya untuk istirahat .


Papi Primus dan Green baru pulang dari sekolah mereka di sambut oleh mami Yulia, Green mencium tangan neneknya dan menemui Nia di kamar.Mami Yulia mencium tangan suaminya dan mengajaknya ke kamar untuk membersihkan diri setelah itu makan siang.


" Mami" kata Green, mengetuk pintu kamar Nia.Nia tersenyum saat membuka pintu terlihat putrinya di depan pintu.


" Sayang kenapa tidak ganti pakaiannya?" Nia, mengajak putrinya ke kamar Green.


" Green ingin ditemani mami" kata Green, Nia senyum dan mencium pipi putrinya.


" Mami kalau mami menikah dengan om tampan terus kita pergi dari sini dong mi" kata Green.


" Ya sayang karena om tampan sudah menjadi papanya Green maka kita harus tinggal bersama" kata Nia, meminta putrinya ke kamar mandi.


Nia merapikan pakaian kotor putrinya dan memasukan ke keranjang dan mengambil pakaian ganti untuk Green.


Nia dan Green keluar kamar menuju ruang tengah, Green mengeluarkan mainannya yang letaknya tak jauh dari sana, Nia tersenyum melihat putrinya bermain boneka besarnya.


Tok tok tok

__ADS_1


Bibi membuka pintu terlihat ada dua orang asing di depan pintu.


" Maaf nona mencari siapa" bibi. " Kami dari butik langganan nyonya Indira ingin bertemu dengan nona Nia" sahut Susi.


Bibi mempersilahkan mereka masuk menemui Nia di ruang tengah.


" Nona" kata bibi. " Ya bi" sahut Nia, melihat dua orang di samping bibi.


" Ini nona ada tamu mencari nona katanya dari nyonya Indira" kata bibi.


" Ya nona saya Susi dan ini pegawai saya kami dari butik nyonya Indira meminta kami untuk memperlihatkan gaun pernikahan nona" kata Susi.


" Bibi panggil mami dan papi Ya" kata Nia, Bibi menanggukan kepalanya pergi memanggil mami Yulia dan papi Primus.


Nia meminta tamunya untuk duduk Susi membantu pegawainya untuk mengeluarkan contoh desain yang ditunjuk oleh Tama untuk Nia, mami Yulia dan papi Primus tersenyum melihat tamunya dan duduk di dekat putrinya.


" Nona ini gaun pengantin yang dipilih oleh tuan Tama untuk anda, jika anda ingin yang lain kami sudah membawakan beberapa contoh desain" kata Susi.


Nia tersenyum melihat gaun pengantin yangdopilih oleh Tama untuknya terlihat sederhana tapi elegan.


" Papi gaunnya bagus " kata mami Yulia, papi Primus memanggukan kepalanya.


" Bagaimana nona jika anda tidak menyukainya kami akan mencarikan yang lain" kata Susi.


Nia tersenyum. " Tidak perlu mbak saya menyukainya" kata Nia.


" Wah tuan muda sangat mengerti anda " kata pegawai butik, Mereka tersenyum mendengarnya.


Green yang asyik bermain boneka teralihkan perhatiannya melihat mami dan lainnya sibuk mencari gaun pengantin.


" Mami, Green juga mau yang ini" kata Green, menunjukan gaun pengantin yang seharusnya untuk dewasa.


Mereka tertawa melihat Green antusias memilih gaun.


" Sayang ini untuk orang yang dewasa" kata mami Yulia.


" Mbak apakah bawa desain untuk anak-anak? " Nia.


" Ada mbak tadi nyonya Indira sudah memperingati saya untuk membawa desain untuk anak-anak" kata Susi, meminta pegawainya memperlihatkannya.


Dengan semangat Green memilih gaun untuknya begitu juga dengan mami Yulia dan papi Primus. Kemudian Susi pamit kembali ke butik untuk mempersiapkan semuanya.

__ADS_1


" Mami tak percaya kalau putri mami ini akan segera menikah dengan orang yang mencintainya " kata mami Yulia, Nia tersenyum dan memeluk mami Yulia.


Taklama bibi datang menyampaikan makan siang sudah siap mereka menuju ruang makan dan menikmati makanan dengan suasana gembira.


__ADS_2