( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku

( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku
Episode 72


__ADS_3

" El"


Nia yang sedang memeriksan HP terkejut dengan perkataan dari asistennya.


" Nona hari sudah mulai hujan tuan besar akan marah jika anda kebasahan, nona" kata El, memberi pengertian pada Nia.


" Tapi" perkataan Nia langsung di potong oleh Roger. " Anda jangan khawatir saya tak sendiri ada bos saya di dalam, saya akan mengantar anda ke tempat tinggal anda dengan aman" kata Roger.


Nia merasakan hujan yang sudah membasahinya terpaksa menyetujuinya.


' Baikla El jika sudah selesai segeralah pulang bawa saja mobil itu, dan esok jemput aku" kata Nia, mengambil barangnya ke mobil.


" Baik nona, tuan Roger terima kasih atas bantuan anda, saya harap tuan Tama nggk terasa terganggu dengan nona saya" kata El, Roger menanggukan kepalanya.


Nia dan Roger menuju mobil Tama yang berhenti di sampingnya.


" Nona silahkan" kata Roger, mempersilahkan Nia masuk, Nia menanggukan kepalanya masuk ke dalam mobil.


Nia melihat seorang pria yang fokus pada laptopnya dan duduk di sampingnya, Tama yang yang merasakan ada seorang di sampingnya dia melirik seorang wanita yang merapikan pakaiannya dan dia menatap Roger yang duduk di depan.

__ADS_1


" Maaf tuan muda mobil nona ini mogok dan tuan El meminta saya untuk mengantarnya pulang karena hujan telah turun" kata Roger.


Nia merasakan kalau orang disampingnya tidak menyukai kalau dia menumpang di mobil.


" Saya akan menunggu asisten saya saja sepertinya dia tak lama " kata Nia. " Tapi nona di luar hujan telah turun" kata Roger yang memcoba mencegah Nia untuk keluar.


Tama yang merasa terganggu dia segera melihat ke sampingnya, dia melihat Nia sedang membujuk Roger agar pulang bersama El. Tama terus memandangnya ada perasaan aneh yang dia rasakan tiba dia menatap mata yang pernah dia lihat dia tersenyum.


" Roger jalankan mobilnya" kata Tama, Roger menanggukan kepalanya, berbeda dengan Nia yang terkejut.


Nia menatap Tama dengan selidiknya akhirnya dia menarik nafasnya.


Roger yang mengendarai mobilnya melihar ke cermin tersenyum melihat Tama hanya diam karena seorang wanita duduk di sampingnya.


Kediaman keluarga Ramadhan.


Orangtua Nia merasa gelisah karena sang putri belum juga pulang hari sudah malam apalahi turun hujan, Green juga menangis menunggu Nia yang belum pulang.


" Kakek, nenek mami Green kemana kenapa belum pulang juga hiks, hiks, hiks" Green menangis dalam pelukan neneknya.

__ADS_1


" Sayang sebentar lagi mami pasti akan pulang, sekarang cucu nenek ini harus tenang jika mami tahu kalau cucu nenek ini menangis mami akan marah" kata mami Yulia, menenangkan cucunya dan dirinya sendiri.


Tin tin tin.


Mereka mendengar suara mobil di depan rumahnya.


" Itu pasti mami pulang" kata Green, dengan bahagianya. " Papi itu mobil siapa?. Bukannya itu hukan suara mobil kita" kata mami Yulia.


" Ayo kita lihat siapa yang datang, Nia pasti baik saja karena El bersamanya" kata papi Primus, menenangkan istrinya.


Mereka keluar melihat siapa yang datang ke rumah malam-malam.


" Mami" teriak Green, melihat Nia keluar dari mobil, Nia tersenyum dan memeluk putrinya.


" Mami darimana saja kenapa lama pulangnya Green menunggu mami" kata Green, memeluk Nia dengan tangan kecilnya.


Nia tersenyum dan mencium keningnya. " Sayang mami baik saja tadi mobilnya mogok makanya mami lama pulangnya" kata Nia, Green menanggukan kepalanya.


Mami Yulia dan papi Primus terkejut melihat siapa yang keluar dari mobil.

__ADS_1


__ADS_2