( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku

( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku
Episode 118


__ADS_3

Perusahaan Davidson Group


Nia dan Green sedang berkunjung ke perusahaan Tama mereka membawa banyak makanan Green ingin makan siang bersama Tama katanya, dengan senang hati Nia mengajaknya ke perusahaan.


Semua karyawan memberi hormat saat mereka datang dengan senyuman ramah Green dan Nia tersenyum.


" Papi" teriak Green, melihat Tama keluar dari life saat mengantar kliennya keluar, Tama tersenyum melihat putri dan istrinya datang.


" Papi, Green datang mengajak papi makan siang bersama makanya mami membawa makanan yang banyak" kata Green, tersenyum.


Tama tersenyum mengelus rambut putrinya dan menyambut Nia yang sudah berada di sampingnya.


" Mas, maaf kami menanggu sepertinya mas sibuk" kata Nia, merasa tak enak melihat klien Tama yang berdiri di samping Tama, Tama menggelengkan kepalanya berkata istri seorang Tama tak pernah menanggu.


" Tuan Tama kalau begitu kami kembali ke bandara karena kami harus segera tiba di kota G dan sepertinya keluarga anda tak sabar untuk makan siang bersama" kata Klien.


" Kalau begitu Roger yang akan mengantar kalian ke bandara" kata Tama, klien Tama menanggukan kepalanya.

__ADS_1


" Roger antar mereka ke bandara setelah itu kembali ke perusahaan" bisik Tama, Roger menanggukan kepalanya dan pamit pada Nia dan Tama mengantar klien ke bandara.


" Green ingin lihat ruangan papi" kata Tama. " Ya papi pasti ruangan papi bagus seperti ruangan mami, mami ayo Green tak sabar untuk melihatnya " kata Green, memegang tangan Nia dan Tama mereka menuju ruangan Tama.


Setiba di ruangan Tama Nia meletakan makanam yang dibawanya ke meja Green sangat antusias melihat ruangan Tama, Tama dan Nia hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah Green.


" Sayang ayo kita makan dulu nanti lihat bukunya" kata Nia, saat Green melihat banyaknya buku di rak.


" Papi bukunya banyak sekali memangnya papi baca semuanya" kata Green, duduk di samping Tama.


" Ya papi baca semua bukunya jika putri papi ini tertarik dengan membacanya papi malah senang" kata Tama, Green senang dan memeluk Tama. Nia menyiapkan makanan untuk mereka dan menikmati makanan siang bersama.


" Sepertinya tuan muda harus tahu tentang ini" kata Roger, mengemdarai mobilnya dengan cepat agar sampai ke perusahaan dengan cepat.


Setiba di perusahaan Roger tak mau membuang waktu ia segera menuju ruangan Tama.


Tok tok tok

__ADS_1


" Masuk" kata Tama. Pintu terbuka Roger masuk melihat Nia masih berada di ruangan Tama tapi tak melihat Green, setelah makan Green merasa ngantuk dan Tama membawanya ke kamar berada di ruangannya.


" Tuan muda saya ingin melaporkan sesuatu " kata Roger.


" Mas kalau begitu Nia melihat Green di dalam" kata Nia, tak mau menanggu pekerjaan suaminya, Tama mencium keningmya Roger hanya diam melihat keromantisan mereka.


" Silahkan aku tau ini pasti kabar sangat penting terlihat jelas dari wajahmu" kata Tama, berdiri kembali ke kursinya.


Roger menceritakan semuanya yang terjadi di proyek sesuai dengan laporan Xanders.


" Jadi mereka bermain denganku" kata Tama, senyum smirk jika orang lain yang melihatnya pasti ketakutan.


" Jadi apa yang akan tuan lakukan sekarang, bukannya ini kesempatan kita untuk menberi mereka pelajaran" kata Roger.


" Tentu sudah saatnya mereka mendapat balasan atas semua yang mereka lakukan pada istriku dan memperebut semua miliknya" kata Tama, meletakan tangannya di meja dan duduk dengan tegak menatap Roger dengan tajam.


" Baik tuan segera saya akan mempersiapkan semuanya" kata Roger, pamit kembali ke ruangannya.

__ADS_1


" Sayang sebentar lagi semua yang menjadi milikmu akan kembali" kata Tama, menatap ke arah kamar dengan senyuman.


Tama akhirnya mengajak Nia dan Green pulang setelah Green bangun.


__ADS_2