( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku

( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku
Sidang


__ADS_3

Beberapa hari kemudian sidanh perceraian Leo dan Nia dimulai kedua belah pihak sudah sampai di pengadilan Agama yang ada di kota, kecuali Nia yang tidak hadir karena keadaannya, papi Primus khawatir dengan keadaan putrimya jika dia bertemu dengan Leo dan Tika.


Nia ditemani mami Yulia dan Green di rumah mereka tidak diizinkan pergi oleh papi Primus karena harus menemani Nia.


Saat ini papi Primus dan Edward sudah sampai di pengadilan, papi Primus sedang membicarakan bersama Edward tentang persidangan ini dia ingin cepat.


" Ed bisakah sidang ini di percepat setelah ini aku ingin fokus pada kesehatan putriku" kata Papi Primus.


" Persidangan ini di lakukan beberapa kali pertemuan tapi akan ku usahakan, Primus sudang ini fokus pada mediasi jika kamu tak ingin mediasi mungkin sidang ini dapat lebih cepat apalagi kedua belah pihak setuju dengan perceraian ini" kata Edward menepuk punggung papi Primus, papi Primus menanggukan kepalanya.


Tiba matany melihat kedatangan Leo yang bermesraan dengan Tika membuat papi Primus marah.


" Beraninya mereka berbuat seperti itu di sini, mereka benar-benar tidak ada malunya" Papi Primus emosi.

__ADS_1


" Primus tenanglah" Edward menepung punggung sahabatnya yang sedang emosi.


Mereka terus melihat Leo dan Tika mendekat. " Mas lihat siapa disana ayo kita kesana walaupun begitu dia masih mertuamu, mas" kata Tia mengayun manja pada Leo.


Leo menatap Primus dengan datar tapi dengan perkataan Tika dia terpaksa mengiyakan apalagi disana banyak mata yang menatap mereka, dengan senyuman tepaksa dia menyapa Primus dengan Edward.


" Papi Om bagaimana keadaan kalian oh ya dimana Nia, mungkin dia tak berani ke sini" kata Leo dengan sinis.


" Putriku tak perlu mengurus urusan ini dan aku takkan membiarkan dia bertemu dengan orang sepertimu" kata Primus dengan datar.


" Leo semoga suatu saat nanti kau tak menyesal dengan semua ini, jika kau menyesal suatu hari jangan harap kau mencari putri dan cucuku aku takkan membiarkannya ingat itu" Primus menunjuk Leo.


Kemudian pihak pengadilan memanggil mereka untuk masuk ke ruang sidang, mereka masuk ke dalam ternyata sudah ada hakim yang menunggu mereka, masing - masing pengacara memberi salam pada hakim kemudian meteka duduk di tempat yang ditentukan.

__ADS_1


Leo duduk di depan sebagai didugat Tika duduk di belakang dengan tenangnya.


" Pak pengacara dimana pihak terdugat? " hakim pada Edward. Edwar berdiri." Maaf pak hakim klien saya tak dapat hadir karena kesehatannya.


Tika tersenyum. " Baguslah jika dia sakit makan proses ini akan berjalan cepat dan tak ada menanggu kami lagi" Tika dalam hati.


Hakim membaca yang menjadi alasan perceraian ini, setelah membacanya Hakim bertanya pada Leo apakah yakin dengan perceraian ini, apakah tidak ada cara untuk memperbaiki pernikahan ini.


" Tuan Leo, apakah anda yakin dengan perceraian ini, apakah kalian tidak mencoba untuk menyelesaikan permasalahan kalian dengan jalan yang baik? " Hakim.


" Kami sudah sepakat untuk menyudahi pernikahan ini hakim dan tak ada jalan yang terbaik untuk kami dengan jalan ini" kata Leo.


" Baiklah apakah anda ingin keinginan yang disampaikan pada persidangan kali ini? " Hakim.

__ADS_1


" Tidak ada hakim saya hanya ingin proses ini cepat selesai agar tidak ada yang tersakiti" kata Leo.


Mereka disana mendengar perjelasan Leo, papi Primus hanya diam mendengar dia percaya pada Edward pengacara sekaligus sahabatnya.


__ADS_2