( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku

( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku
Dokter Psikolog


__ADS_3

Mobil yang membawa papi Primus sudah sampai di rumah sakit, papi Primus keluar dari mobil dan bertanya pada resepsionis.


" Sus dimana ruang rawat putriku Nia Ramadhan? " papi Primus.


" Oh pasien yang baru masuk pak pasien dibawa ke ruang UGD pak" kata resepsionis, papi Primustidak lupa mengucapkan terimakasih dengan tergesa menuju ruang UGD.


Papi Ptimus melihat istrinya dan Edward menunggu di depan ruang UGD.


" Mami" panggil papi Yuli. Mami Yuli membalikan tubuhnya langsung memeluk suaminya sedangkan Edward ikut veerdiri dan memberikan salam.


Taklama dokter keluar dari ruangan mami Yuli dan papi Primus langsung mendekat terlihat wajah dokrer tegang.


" Dokter katakanlah pada kami apa yang terjadi pada putri kami" kata mami Yuli yang sudah menangis.


Dokter yang merawat luna menatap mereka dan mengeluarkan nafas yang berat.


" Tuan, nyonya kalian harus membawa nona Nia ke Psikolog depresi yang dialaminya cukup besa, saya tudak bisa terus hanya memberikan obat penenang itu tak baik untuknya jalan satu-satunya nona Nia harus mendapatkan perawatan dari ahlinya" penjelasan dokter.

__ADS_1


Membuat orangtuanya dan Edward terkejut mendengarnya bahwa nia harus dirawat oleh dokter psikolog.


" Sial" papi Primus memukul dinding hingga tangannya luka Edward segera mendekat dan menenangkannya. Mami Yuli syok mendengar keadaan putri hingga dia jatuh pingsan.


" Mami" teriak papi Primus, membawa istrinys ke pelukannya, dokter memanggil suster untuk membawa mami Yuli ke ruang rawat.


Dokter memeriksa keadaan mami Yuli. " Dokter? " papi Primus melihat dokter sudah keluar.


" Tuan, nyonya baik-baik saja dia hanya syok mendengar kabar mi enengai putrinya, papi Primus merasa lega.


ruangan dokter.


Mereka sudah berada di ruang dokter papi Primus sudahmeminta bantuan suster untuk menjaga istri dan putrinya selama dia bicara pada dokter.


" Dokter ini masalah yang sedang kami hadapi bisakah pengobatan terhadap putri kami dilakukan beberapa minggu lagi setidaknya masalah ini selesai" kata papi Primus.


" Saya tahu masalah yang sedang tuan hadapi tapi jika penhobatan ini ditunda tak baik untuk nona Nia" kata Dokter.

__ADS_1


Tiba saja suasana menjadi tegang semuanya diam tiba saja Edward bicara yang membuat semua mata tertuju padanya.


" Dokter bisakah anda membuat surat menengai kesehatan putri sahabat saya ini, jika bida saya bisa mengajukannya pada pengadilan agar Nia bisa tak hadir dalam sidang selanjutnya di karenakan kesehatannya, dan untuk sementara biar Nia dirawat disini dan ditangani oleh dokter psikolog dirumah sakit ini" kata Edward menatap mereka.


" Tuan Primus itu bisa saya lakukan nona Nia adalah pasien saya, saya pasti melakukan yang terbaik kebetulan beberapa hari lagi dokter psikolog terbaik di sini kembali dari perjalanannya" kata dokter.


" Primus inilah jalan yang terbaik untuk putrimu sisanya biar saya yang urus apalagi hanya tinggal sidang keputusan " kata Edward, menepuk punggung papi Primus.


Papi Primus memikirkan ucapan mereka dan dia akhirnya menanggukan kepalanya, Edward dan dokter tersenyum.


" Dokter tolong persiapkan 1 kamar lagi untuk istri dan cucuku biar mereka yang menjaga Nia disini, aku yang akan mengurus masalah ini" kata papi Primus.


" Baik tuan saya akan mempersiapkan semuanya " ucap dokter. Kemudian papi Primus dan Edward pamit dari ruang dokter.


" Primus aku pergi dulu aku akan mengurus hal yang perlu di lakukan" kata Edward setelah mendapatkan surat kesehatan Nia dari dokter.


papi Primus mengucapkan terima kasih dan menuju ke ruang rawat dimana istrinya di rawat.

__ADS_1


__ADS_2