( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku

( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku
Episode 105


__ADS_3

Masih apartemen Leo dan Tika.


Leo dan Tedi berada di ruang sebelah kamarnya membicarkan kerja sama dengan perusahaan Davidson Group.


" Tedi, kamu belum mendapat kabar dari pihak mereka? " Leo, sudah beberapa hari belum juga mendapat kabar dari perusahaan Davidson Group mengenai kerja sama yang ia tawar.


" Belum tuan mereka belum menghubungi saya " kata Tedi, Leo hanya mengusap wajahnya secara kasar.


" Besok kamu harus menghubungi mereka dan mencari tahu" kata Leo, Tedi menanggukan kepalanya.


Setelah membicarakan bisnis Leo dan Tedi keluar dari ruangan tak sengaja melihat Tika melamun dan memikirkan sesuatu.


" Tedi kembalilah dan esok jangan lupa apa yang aku katakan" kata Leo, Tedi menanggukan kepalanya dan pamit pada Leo.


Leo menghampiri Tika mengelus punggungnya. " Apa yang kamu fikirkan? " Leo, Tika terkejut melihat Leo duduk di sampingnya tapi mencoba untuk menyembunyikannya.


" Mas aku sedang berfikir sepertinya kita tak bis mengharapkan perusahaan Davidson menerima tawar kerja sama dari kita, gimana kita mencoba menawar kerja sama ke perusahaan NG Group atau perusahaan lainnya" kata Tika, memegang tangan Leo.


Leo memikirkan perkataan Tika dan mengiyakan dan mengajak ke kamar karena besok mereka harus mempersiapkan semuanya.

__ADS_1


Kediaman keluarga Ramadhan.


Mami Yulia, papi Ramadhan dan Tama sedang berada di ruang makan menikmati makanan malam.


" Bibi tolong bawa makanan ini untuk Nia dan Green" kata mami Yulia.


" Baik nyonya" kata bibi. Tama makan dengan terburu ia ingin menemani istri dan putrinya, mami dan papi nggk melarangnya.


Tama merasa lega melihat istri dan putri mau makan yang telah di bawa oleh bibi tanpa di minta, dia tahu istrinya sedang gejolak emosi saat pertemuan dengan Leo dan Tika. Sebagai seorang suami Thomas akan selalu melindungi keluarganya.


Melihat Green dan Nia sudah makan Tama memanggil bibi untuk mengambil piring dan merapikan meja, Tama mengajak mereka istirahat dan Green juga mau tidur bersama orangtuanya.


Keesokan harinya sebelum menuju perusahaan NG Group Nia mengantar putrinya ke sekolah.


" Sayang nanti di jemput supir ya" kata Nia, saat Green akan turun dari mobil.


" Ya mi " kata Green, mencium tangan Nia dan pamit mau ke kelas karena sebentar lagi jam masuk berbunyi. Setelah memastikan putrinya masuk Nia mengendarai mobilnya menuju perusahaannya.


Perusahaan Davidson Group.

__ADS_1


Tama sedang memainkan penanya dan memikirkan kerja sama yang di tawar oleh Leo.


" Sebaiknya aku menerimanya, aku takkan membiarkan mereka menyakiti istriku lagi dan aku akan melindungi mereka" kata Tama, memikirkan Green dan Nia.


Tama menghubungi Roger masuk ke ruangannya, Roger segera ke ruangan Tama setelah mendapat perintah dari Tama.


Tok tok tok


" Masuk" kata Tama, Roger masuk ke dalam dan melihat Tama memikirkan sesuatu.


" Bos apakah ada sesuatu yang ingin saya lakukan? " Roger, Tama meletakan pena dan menatap Roger dengan tajam.


Roger mendapat tatapan seperti itu sudah biasa baginya jika orang lainnya melihatnya pasti ketakutan.


" Roger. Hubungi pihak Gunawan Group katakan kalau kita akan menerima kerja sama ini" kata Tama, senyum smirk.


" Tama, kamu yakin dengan ini gimana kalau nona Nia" kata Roger, mulai memanggil nama Tama bukan bos lagi jika ini bukan hal mengejutkan.


Tama menghela nafasnya. " Aku tahu yang kamu khawatirkan tapi aku tak bisa membiarkan mereka lepas begitu saja, aku akan membuat mereka membayarnya dan mengembalikan yang seharusnya menjadi milik istriku" kata Tama, dengan senyuman licik seakan dia sudah memiliki rencana untuk menghancurkan Leo dan Tika.

__ADS_1


__ADS_2