
Mereka masih di kediaman keluarga Anugerah Tidak ada yang percaya putri kesayangan mereka skan mengalami semuanya ini, sebagai sebagai seorang ayah Primus merasa bersalah kenapa dia harus menikahkan putrinya dengan seseorang seperti Leo.
" Nyonya besar ini minumannya" kata Bibi membawa air untuk mereka dan meletakan di atas meja.
" Bibi siapkan semua barang milik Nia dan Green masukan ke dalam koper, aku takkan membiarkan ada barang milik putriku dan cucuku ada di dalam rumah ini" kata Primus.
" Baik tuan" Bibi segera mempersiapkan barang Nia dan Green masukkan ke dalam koper.
Taklama dokter datang diantar oleh satpam. "Assalamualaikum".Papi Primus mempersilahkan dokter masuk dan meminta satpam kembali pada poskonya.
" Dokter, putri kami pingsan sudah setengah jam" kata mami Yulia dengan sedihnya. " Nyonya izinkan saya memeriksanya" kata dokter. Mami Yulia menanggukan kepalanya dengan perlahan dia rebahkan putrinya.
Dokter memeriksa keadaan Nia baik tensi maupun lainnya, orangtua Nia merasa gelisah menunggu hadilnya.
" Dokter bagaimana putri kami, dia baik saja kan? " Mami Yulia, dengan sabar papi Primus menenangkan putrinya.
Dokter melepas peralatannya. " Putri anda sepertinya sedang mengalami guncangan, karena itu dia pingsan menahannya, untuk saat ini jangan biarkan dia mengalami guncangan lagi saya takut dia takkan menerimanya" penjelasan dari dokter.
" Terima kasih dok" papi Primus mengantarkan dokter keluar dan mami Yulia menatap putrinya dengan kededihannya.
__ADS_1
Bibi yang selesai dengan tugasnya segera menemui Papi Primus, setelah memastikan semuanya tak ada tertinggal mereka menuju ke kediaman Ramadhan beserta bibi juga ikut karena tidak mau bekerja lagi di sana.
Selama dalam perjalanan Nia menyebut nama putrinya itu membust yang lainnya merasa sedih. Setelah tiba di kediaman keluarga Ramadhan mami Yulia dan bibi membantu Nia masuk ke dalam kamarnya.
Sedangkan papi menunggu kedatangan pebgacara untuk mengurus perceraian putrinya.
Di apartement Leo.
Leo dan Tika lebih memilih membawa Green ke apartementnya agar Green tidak banyak bertanya.
" Mami hiks, hiks, hiks ini dimana mami. Mami dimana, " kata Green, baru bangun melihat kamar asing bagi dirinya.
Pintu terbuka terlihat Leo masuk dengan senyuman. " Putri cantik papi sudah bangun" kata Leo, duduk di samping Green.
" Papi dimana mami, Green ingin mami" kata Grren.tiba saja Tika masuk.
" Mas makanan sudah siap ayo makan dulu" kata Tika. " Sayang ayo kita makan tante Tika sudah menyiapkannya" kata Leo.
Tapi Green terus menolaknya hanya memanggil Nia sambil bersenggukan.
__ADS_1
" Mas makan saja dulu biar Tika yang membujuknya" kata Tika, Leo menanggukan kepalanya, mencium putrinya dan keluar dari kamar.
" Green jika kamu tidak mau makan, kamu takkan pernah bertemu mamimu itu" kata Tika, dengan tangannya ada di dadanya.
Ada rasa takut yang dirasakan oleh Green dia terus memanggil Nia.
" Jika kamu terus memanggil bundamu jangan harap kau mendapat makan malam" kata Tika, seketika Green diam tapi masih bersenggukan. Tika menariknya untuk keluar tak ingin Leo menunggu lama.
" Seertinya putri papi hanya ingin di bujul oleh tante Tika" kata Leo dengan senuuman. " Tentu saja Green kan sayang tante, ayo kita makan" kata Tika
Selesai makan malam Tika dan Leo duduk di ruang tamu sedangkan Green kembali ke kamarnya.
" Mas sebaiknya hubungi Nia agar urusan kita cepat selesai dan Green bisa bersama Nia dia terus memanggil bundanya" kata Tika.
" Terimakasih sayang hari ini kamu menjaga putriku, aku tahu hari ini adalah hari terakhir melihat putriku. Karena Nia takkan membiarkanku melihatnya lagi" kata Leo.
" Mas jangan khawatir setelah kita mendapatkan semuanya dan berpisah resmi dengan Nia. Aku akan memberimu anak yang banyak" kata Tika sambil tersenyum
Tanpa mereka duga Green mendengarnya di balik pintu.
__ADS_1