
Hasil sidang sudah keluar pernikahan Leo dan Nia yang telah berjalan 10 tshun sudah berakhir dengan ketukan palu dari hakim. Papi Primus langsung ke rumah sakit setelah membicarakan hal penting pada Edward.
Mami Yulia dan Green berada di kantin menikmati makan siang.
" Nenek kapan Green bisa melihat mam" Green, mami Yulia tersenyum sedih mengelus rambut cucunya.
" Nanti nenek tanya pada dokter ya sayang" kata mami Yulia, Green menanggukan kepalanya menghabiskan minumannya.
Setelah menghabiskan makanannya mereka kembali ke kamar, ketika menuju kamar mereka bertemu dengan papi Primus yang baru saja datang.
" Kakek" panggil Green memeluk papi Primus, mami Yulia menatap papi Primus dengan senyuman.
Tiba-tiba dokter Ricky dan dokter Indira datang untuk melakukan pemeriksaan terhadap Nia.
" Dokter" kata papi Primus, mereka tersenyum. " Kami akan melakukan pemeriksaan terhadap nona Nia" kata dokter Ricky.
" Silahkan dok" seru mami Yulia. " Dokter Green boleh temui mami " kata Gren, menatap dokter Indira.
Dokter Indira tersenyum ." Nanti ya sayang setelah dokter memeriksa mami baru Green boleh jenguk" kata dokter Indira, Green menanggukan kepalanya.
Dokter Indira dan dokter Ricky masuk ruang rawat Nia sedangkan papi Primus dan mami Yulia dan Green menunggu di luar.
__ADS_1
Dokter Indira memeriksa kejiwaan Nia dengan mengajukan beberapa pertanyaan pada Nia.
" Nona boleh saya bertanya?" Dokter Indira dengan senyuman mendekat pada Nia mengelus punggungnya dengan kasih sayang membuat Nia menatapnya.
" Kalau begitu boleh saya tahu nama anda sebagai awal perkenalan kita" kata dokter Indira, Nia menanggukan kepalanya.
" Namaku Nia Ramadhani" kata Nia.
" Nama yang Indira, saya bekerja sebagai dokter sebuah rumah sakit, kalau nona Nia" serunya.
" Saya seorang CEO di perusahaan keluarga saya tapi sekarang mereka merampasnya, hiks, hiks, hiks" sahut Nia mengacak rambutnya.
" Nona tenanglah " Indira mengusap punggung Nia membuat Nia tenang kembali.
Nia terdiam menatap Indira secara tajam kemudian dia berdiri dan mendorong Indira hingga mundur selangkah, jika dokter Ricky tidak memegang pasti sudah jatuh.
" Dokter mari kita keluar dulu" kata dokter Ricky, dia tak mungkin membuat istri dari tuan Thomas Davidson pengusaha ternama di jerman.
Indira menanggukan kepalanya tak mungkin dia bertanya lebih, ketika mereka keluar terdengar suara tangisan yang begitu menyakitkan bagi seorang wanita.
" Hiks, hiks, hiks. Mereka adalah suamiku dan sahabatku mereka berhubungan di belakangku" kata Nia.
__ADS_1
Indira tersenyum meminta dokter Ricky merekam ucapan Nia, Indira kembali mendekati Nia dan mendengar keluh resahnya.
" Mereka juga mengambil putriku dariku, hiks hiks hiks" Nia merentangkan tangannya.
" Kembalikan putriku padaku" kata Nia, Indira dan dokter Ricky saling memandang, Nia pun pingsan Dokter Indira meminta suster membantunya mengangkat Nia ke atas brankar.
" Dokter sepertinya pasien menanggap putrinya ada pada suaminya" kata Dokter Ricky. " Benar sebaiknya kita bicara pada orangtuanya " kata Indira, mengusap rambut Indira.
Di luar ruang rawat Nia.
Orangtua Nia dan Green menunggu dengan perasaan khawatir.
" Papi kenapa mereka lama keluarnya, Nia tidak apa-apa kan pi?" mami Yulia gelisah. " Mi tenanglah putri kita sedang di periksa " kata papi Primus menenangkan istrinya.
Green melihat nenek dan kakeknya tapi tak bersuara, dia hanya ingin menemui maminya.
Kret pintu terbuka.
Dokter Ricky dan dokter Indira keluar orangtua Nia segera menghampiri mereka.
" Nak kamu ingin melihat mamimu" kata dokter Indira, dengan semangat Green menanggukan kepalanya.
__ADS_1
" Dokter? " papi Primus. " Tidak apa tuan nanti biar suster yang menemani cucu anda" kata dokter Indira tersenyum dan mengelus pipi Green.
" Tuan, nyonya ayo ke ruangan saya ada yang ingin bicarakan" kata dokter Indira, mereka menuju ruang kerja dokter Indira sedangkan Green masuk ke ruang rawat Nia ditemani oleh suster dan pelayan.