
Setelah makan malam semua orang berkumpul di ruang tengah Nia melihat putrinya tak seperti biasa membuatnya khawatir.
" Green" kata Nia, pada sang putri bermain dengan boneka tapi tak ada senyuman di wajahnya, Nia semakin khawatir melihat putrinya diam dan tak menjawab pertanyaannya.
" Nia" kata Mommy Indira, mengelus tangan menantunya. " Ya mom" kata Nia, menghadap ke arah mommy Indira.
Mommy menghela nafasnya menceritakan apa yang Green katakan padanya tadi siang, Nia sedih ternyata putrinya tahu kalau Leo dan Tika ada di negara yang sama dengannya dan takut jika akan menyakiti dirinya.
Nia mendekati putrinya dan memeluknya. " Sayang dengar tak ada yang menyakiti mami dan Green karena ada papi Tama dan lainnya yang akan melindungi kita.
Green memandang Nia dan Tama yang tersenyum. " Sayang papi janji akan selalu melindungi mami dan putri cantik papi ini, gimana kalau hari minggu kita jalan-jalan agar putri cantik ini tak sedih lagi" kata Tama.
Green senang mendengarnya dan memeluk papi sambubgnya dan mencium pipinya.
" Mas lihatlah putri kandungmu sekarang dia sangat membencimu karena ulah dirimu sendiri sampai dia ketakutan hanya mendenfar namamu, tapi sekarang ada mas Tama yang akan melindungi kami dan aku takkan membiarkanmu melukainya lagi" Nia berkata dalam hati dan mendekati mereka memeluk mereka.
Mommy Indira dan daddy Thomas tersenyum dan meminta mereka segera ke kamar esok hari mulai beraktivitas kembali, Green ingin tidur bersama orangtuanya dan Tama nggk keberatan mereka tidur bersama.
__ADS_1
Keesokan harinya.
Hari ini mommy Indira dan daddy Thomas mengantar Green ke sekolah mereka ingin menemani cucu mereka.
" Mas hari ini pekerjaan Nia tidak banyak gimana kalau kita menghabiskan waktu bersama hanya berdua, aku sangat merindukanmu" bisik Nia, mengelus dada suaminya yang tertutup oleh pakaian.
" Kamu ingin menggoda mas, mas akan membuatmu tak bisa berjalan nanti" kata Tama, menatap istrinya dengan penuh cinta.
Tama langsung mencium istrinya Nia membalas ciumannya, Tama memasukan tangannya ke dalam baju Nia ia ingin bersama istrinya saat ini.
" Mas" kata Nia, mengeluarkan tangan suaminya dari pakaiannya.
Nia tersenyum. " Mas bukannya nanti ada pertemuan dengan mereka, nanti saja saat di sana" kata Nia, mengingat suaminya ada pertemuan dengan Leo dan Tika.
Tama menghela nafasnya hampir saja dia melupakan janji itu.
" Mas seoertinya tak ingin bertemu dengan mereka, mas hanya ingin bersama istri mas yang cantik ini" kata Tama, mengecup bibir istrinya yang sudah menjadi candu untuknya.
__ADS_1
Nia menggelengkan kepalanya dan merapikan kembali pakaiannya yang telah tak rapi oleh Tama. Mereka pamit pada bibi dan menuju perusahaan masing-masing.
Perusahaan Davidson Group Leo dan Tika sudah sampai dan di sambut oleh Roger membawa mereka ke ruang rapat.
" Maaf tuan Roger dimana tuan Tama? " Leo, melihat ruang rapat kosong.
Roger tersenyum. " Tuan Tama masih dalam perjalanan sebentar lagi dia pasti datang" kata Roger.
Leo dan Tika memanggukan kepalanya tak lama Tama datang bersama sekretarisnya.
" Oh ternyata kalian sudah datang maaf tadi saya ada urusan bersama istri saya" kata Tama, berkata santainya Leo dan Tika mencoba menahan perasaan yang mereka rasa di fikiran masing- masing.
" Silahkan duduk dan mulai membicarakan kerja sama ini" kata Tama. Tika menanggukan kepalanya dan menjelaskan proyek yang akan mereka kerjakan.
Tama menanggukan kepalanya Roger hanya melihat bosnya terlihat santai dengan presentasi yang di sampaikan oleh Tika.
Leo dan Tika bahagia karena kerja sama ini diterima dan segera di kerjakan mereka berfikir kalau Tama tak mengetahui kalau anggaran yang dikeluarkan telah di lebihkan.
__ADS_1
" Roger mereka mengira aku tak tahu permainan apa yang mereka mainkan, disini sangat terlihat jelas kalau mereka hanya ingin kekayaan" kata Tama, Roger merasa lega kalau bosnya tidak mudah tertipu dengan Leo dan Tika.