( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku

( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku
Episode 28


__ADS_3

Kediaman keluarga Ramadhan.


Mami Yulia keluar dari kamar putrinya menuju ruang makan dia tersenyum sedih melihat cucunya sedang makan bersama suaminya, dia sangat mengkhawatirkan keadaan putrinya papi Primus melihat kearah istrinya yang tersenyum.


" Sayang jangan cepat makanannya tidak baik untuk kesehatanmu" Mami Yulia, mengelus rambut cucunya. " Nenek Green ingin cepat menemui mami, mami sedang sakit nenek" kata Green meminum air. kemudian dia turun.


" Sayang habisi makanannya dulu" kata mami Yulia melihat masih ada makanan di atas piring cucunya. Papi Primus mengegelengkan kepalanya.


Mami Yulia menanggukan kepalanya dia juga memakan makanannya. Tidak ada suara diantara mereka berdua asyik dengan pemikiran masing-masing, mereka mencenaskan kehidupan putri dan cucu mereka.


" Papi ini surat yang sudah ditanda tangani Nia, sekarang apa yang harus kita lakukan pi" Mami Yulia merasa sedih.


Para pelayan yang berada disana juga metadakan kesedihan majikannya.


" Aku tak percaya tuan Leo tega melakukan hal ini pada nyonya Nia dan nona Green" ucap pelayan yang dulunya bekerja di kediaman keluarga Anugerah sekarang dia mengikuti Nia.

__ADS_1


" Bi tenanglah nona Nia pasti kuat menerima hal ini dia adalah wanita yang kuat, suatu hari nanti tuan Leo pasti menyesalinya" ucap kepala pelayan keluarga Ramadhan.


Orangtua Nia pindah ke ruang tengah membicarakan langkah selanjutnya, Papi Primus menghela nafasnya secara berat.


" Papi akan menghubungi Edward agar proses perceraian putri kita di percepat dan mengirimkan surat ini padanya. Setelah itu kita akan pindah dari kota ini mungkin ini terbaik untuk putri kita" kata Papi Primus, Mami Yulia menanggukan kepalanya dia setuju dengan yang dikatakan oleh suaminya.


Di kamar Nia dilantai 2.


Green membuka pintu kamar maminya terlihat Nia masih tidur, dengan kaki kecilnya dia menaiki kasur Nia.


Bayangan Nia.


" Hahaha Nia terimakasih kau telah menandatangani surat cerai kita sekarang aku dan Tika bisa hidup bersama. Hahaha Nia inilah pembalasanku karena kau menolak permintaanku waktu itu" Leo dan Tika tertawa bersama.


" Pergi kalian dari sini" teriak Nia, menutup mata dan telinganya dengan kedua tangannya.Green merasa takut melihat keadaan maminya dia keluar dari kamar memanggil nenek dan kakeknya.

__ADS_1


" Nenek, kakek" teriak Gren. Orangtua Nia terkejut mendengar teriakan cucunya begitu pula dengan para pelayan.


" Papi itu suara Green, kenapa pi" kata mami Yulia menangis, papi Primus menenangkan istrinya. " Ayo kita kesana, bibi tolong panggil dokter pasti terjadi sesuatu pada Nia" kata Papi Primus.


Bibi menanggukan kepalanya segera menghubungi dokter untuk datang ke kediaman keluarga Ramadhan.


" Kakek, nenek, hiks, hiks. hiks. Mami Green kenapa?" Green langsung memeluk kakeknya. " Mami tolong jaga cucu kita papi akan melihat Nia" kata papi Primus. Mami Menanggukan kepalanya dan memeluk Green.


Papi Primus terkejut melihat keadaan putrinya dan kamar berantakan, Nia melempar barang yang ada di kamar sambil histeris.


" Pergi kau dari sini Leo kalian telah menghancurkanku, kalian jangan tertawa dimana putriku kembalikan putriku padaku sekarang" teriak Nia, dia pun terduduk di lantai sambil menutup mara dan telinganya dengan tangannya sambil memanggil nama putrinya.


" Astagfirullah " teriak Mami Yulia dan papi Primus. " Mami, hiks hiks. Nenek mami Green kenapa? " Green dalam pelukan sang nenek.


" Kalian disini saja banyak pecahan kaca dimana, kakek akan membujuk mamimu" Papi Primus mencoba untuk mendekati sang putri.

__ADS_1


__ADS_2