
Ruang rapat El, Zelda dan Tika, Leo sudah berada di ruang rapat, El menunjukan wajah dinginnya pada mereka membuat Tika dan Leo terpaku.
" Sekarang katakan tujuan kalian datang ke sini " kata El, mengetuk harinya di pegangan kursi, Tika dan Leo tersenyum.
" Tuan kedatangan kami kesini untuk menjalin kerja sama" kata Tika, tersenyum mencoba untuk menghilangkan rasa gugupnya.
" Kerja sama hal apa bukankah perusahaan kalian ada disini lebih ke bahan makanan dan berbeda dengan perusahaan kami" kata El.
" Karena itu tuan El kami berniat membangun restoran dengan bertema makanan jerman dan kita juga bisa membangun pariwisata untuk wisatawan" kata Tika, dengan percaya El akan menerima kerja sama ini.
El menanggukan kepalanya. " Baiklah saya akan berunding dengan karyawan lainnya jika kami sudah ada jawabannya, kami akan menghubungi kalian segera" kata El.
Tika hanya bisa tersenyum asam sedangkan Leo yakin kalau kerja sama ini akan diterima, tanpa disadari oleh Leo dan Tika pembicaraan mereka di dengar oleh Nia, El telah menyiapkan CCTV ruang rapat dan Nia dapat mendengarnya.
Setelah pembicaraan selesai Leo dan Tika kembalike perusahaan sedangkan El dan Zelda kembali ke ruangan Nia.
" Nona, saya sudah menyalin rekaman kami" El, menyerahkan flashdiks pada Nia.
__ADS_1
Nia pun meninggalkan perusahaan dan meminta El mengurus perusahaan papi Primus yang mendapat kabar dari Nia mengenai kedatangan Leo dan Tika ke perusahaan putrinya dia bersama mami Yulia segera ke kediaman keluarga Davidson.
El menanggukan kepala dan mengirim pesan pada supir untuk mengantar Nia, takut nanti Nia tidak fokus setelah kedatangan Leo dan Tika ke perusahaan.
Kedatangan papi Primus dan mami Yulia bertepatan dengan kedatangan Tama.
" Papi, mami" kata Tama, bersalaman pada kedua mertuanya.
" Tama, mengapa ini terjadi pria itu mendatangi perusahaan Nia" kata mami Yulia, dengan khawatir.
Tama hanya minta maaf karena dia juga tak tahu dengan kedatangan Leo dan Tika ke perusahaan istrinya, jika dia tahu akan berusaha untuk Nia tak bertemu dengan mereka.
Mereka disambut oleh mommy Indira dan daddy Thomas sebelumnya Tama sudah memberitahu agar mereka tidak pergi kemana hari ini.
" Yulia, semuanya pasti baik saja putri kita adalah wanita kuat dan dia takkan mudah jatuh kedua kalinya" kata, mommy Indira, menenangkan mami Yulia.
Daddy Thomas menjabat tangan papi Primus dan memeluknya, Daddy Thomas mempersilahkan mereka duduk dan mommy Indira memanggil bibi untuk menyiapkan minuman.
__ADS_1
" Nia" mami Yulia, melihat putrinya masuk segera memeluknya.
" Sayang, mereka tidak melukaimu kan? " mami Yulia.Sangat mengkhawatirkan putrinya.
"Mami lihat sendiri kan Nia baik saja dan satu lagi El yang menemui mereka" kata Nia, mengajak mami Yulia, untuk duduk.
Mereka menanggukan kepalanya merasa lega mendengarnya kalau Nia tak menemui mereka.
Nia meminta bibi untuk mengambil laptop di ruang kerja Thomas.
" Sayang untuk apa kamu meminta bibi mengambil laptop? " Tama, Nia tersenyum dan memasang flasdiks ke laptop yang sudah ada di atas meja dan Nia meminta mereka untuk mendengarnya.
" Jadi untuk itu mereka ke perusahaanmu sayang, padahal mereka juga menawar kerja sama ke perusahaan dengan kerja sama yang sama" kata Tama.
" Maksudmu mereka juga mengajukan hal serupa pada perusahaan mu" kata daddy Thomas, Tama menanggukan kepalanya.
" Tapi apa tujuan mereka melakukan hal ini? " Mommy Indira. " Demi keuntungan besar" kata Tama dan Nia.
__ADS_1
" Sebaiknya kita ikuti mau mereka pada saatnya kita akan memberikan pelajaran jika mereka berani berbuat sesuatu" kata Daddy Thomas, mereka menanggukan kepalanya.
Bibi datang memberitahu kalau makan siang sudah siap dan Green sudah menunggu. Mommy Indira mengajak makan siang bersama.