( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku

( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku
Episode 98


__ADS_3

Seminggu telah berlalu Tika dan Leo berangkat ke Jerman untuk pembukaan cabang perusahaannya, mereka tidak tahu apa yang menunggu mereka di sana.


Tika sangat bahagia karena mereka akan memulai bisnis di negara Jerman dan perusahaan mereka semakin berkembang, setelah tiba di Jerman mereka segera ke apartemen yang telah di persiapkan oleh anak buahnya yang di tugaskan untuk mengawasi cabang perusahaan mereka.


" Tika isturahatlah dulu besok kita akan ke perusahaan untuk mematau " kata Leo, Tika tersenyum dan menanggukan kepalanya.


Leo masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah itu dia membaringkan tubuh di samping Tika dan memenjamkan mata.


Keesokan paginya sinar matahari menyinari negara jerman masyarakat mulai menyibukan diri dengan kegiatan masing-masing.


Di kediaman keluarga Ramadhan.


Riri bersiap ke sekolah keluar dari kamar menuju ruang makan ternyata di sana sudah ada mami Yulia dan papi Primus menunggunya, mereka menikmati sarapan yang telah di siapkan oleh bibi.


" Om tan Riri ke sekolah dulu" kata Riri pamit pada mami Yuliya.


" Hati-hati Ri ingat sepulang dari sekolah langsung pulang" kata papi Primus.


" Ya om" sahut Ri, mencium om dan tante pamit berangkat ke sekolah, dengan di antar supir Riri berangkat ke sekolah.


Waktu terus berlanjut beberapa jam telah berlalu Riri pulang sekolah ternyata sudah di tunggu oleh supir untuk menjemputnya, saat di perjalanan ada lampu merah supir menghentikan mobilnya.


Ternyata di sana ada juga Roger karena akan menemui klien. saat menanti lampu hijau menyala Riri terkejut melihat ada beberapa orang yang berbadan besar mengelilingi mobilnya dan mengedor kaca.


" Nona kita harus gimana? " supir, yang ketakutan melihat mobilnya di ketuk.


"Saya juga tak tak tahu pak " kata Riri, ketakutan menggelengkan kepalanya, melihat sekitarnya terlihat sepi.


" Hei buka pintunya kalau tidak kami akan buka paksa" kata bos preman, mengunjukan senjata yang mereka bawa.


" Nona tetap diam saya akan mencoba melawan mereka, nona ketika saya sudah keluar kunci pintu " kata supir, Riri menanggukan kepalanya.


Riri segera mengunci semua pintu mobilnya setelah supir keluar ia sangat ketakutan bahkan tidak berani menghubungi seseorang.

__ADS_1


" Kalian mau apa saya saya seorang supir menjemput putri majikanku" kata supir, saat semua preman menatapnya dengan sinis.


" Serahkan semua barang yang ada di tubuhmu dan gadis itu sepertinya ada barang berharga" kata bos.


" Jangan tuan itu putri majikan saya jangan kalian ganggunya" kata supir.


Karena supir menghalangi mereka langsung menghajar supir sampai tak sadarkan diri, Riri semakin ketakutan melihat keadaannya.


Bos preman memerintahkan anak buahnya untuk membawa Riri ke hadapannya. Roger hanya melihat kejauhan sambil memperhatikan patra preman melakukan aksinya.


Roger terkejut melihat Riri di tarik secara kasar oleh preman entah kenapa dia menjadi marah melihatnya. Riri merasa ketakutan melihat si bos menatapnya dengan senyuman.


" Ternyata ada gadis cantik bersembunyi di mobil" kata supir, Riri menangis menggelengkan kepalanya.


Melihat Riri menangis membuat bos tersenyum ia merasa bahagia melihat Riri menangis, si bos mendekati Riri dan memegang tangannya. Riri berusaha memberontak untuk melepas dirinya dari si bos tapi Peganganny terlalu kuat.


" Lepaskan tanganmu dari tangannya" teriak Roger sudah sampai tempat Riri, Riri terkejut sekaligus bahagia karena Roger ada di dekatnya.


Si bos menarik Riri ke belakangnya sambil tersenyum sinis pada Roger.


" Kau tidak perlu tahu siapa aku, aku tidak melihat seorang pria menanggu Wanita. Apalagi dengan cara yang kalian lakukan" kata Roger, dengan dinginnya tapi matanya tertuju pada Riri yang merasa ketakutan.


Melihat Roger hanya diam membuat bos preman marah meminta anak buahnya menghajarnya.


" Tuan Roger" bisik Riri, memenjamkan maranya tak sanggup melihat perkelahian yang terjadi di hadapannya.


Brug


Roger menghajar semua preman yang menghalanginya, si bos sangat marah melihat anak buahnya sudah berjatuhan dan tak sadarkan diri.


Bos Preman mendorong Riri hingga dia terjatuh dan tak sadarkan diri karena syok. Bos preman menghajar Roger.


Taklama terdengar suara mobil polisi karena masyarakat di dekatnya menghubungi pihak kepolisian.

__ADS_1


Roger melihat kedatangan polisi langsung melempar bos preman ke arah mereka yang telah lemas, Roger menceritakan semua yang terjadi dan polisi mengucap terima kasih karena mereka sudah di cari beberapa hari.


Roger mendekati Riri dan menggendongnya dia tak mungkin membawa Riri ke rumah keluarga Ramadhan, dia membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.


Sebuah apartemen mewah Leo dan Tika sedang menyaksikan acara setempat.


" Tika kita akan mengundang pemimpin perusahaan Davidson Group dan NG Group untuk pembukaan bisnis baru kita, siapa tahu kita bisa bekerja sama dengan mereka untuk memgembangkan bisnis kita. Karena kedua perusahaan itu cukup terpengaruh di negara ini kita tak boleh menyiakan kesempatan ini" kata Leo, Tika tersenyum dan menanggukan kepalanya.


Tika menghubungi Lila untuk mengurusnya sejak kepergian Nia dari perusahaan Ramadhan Group dan mengganti menjadi milik Leo, Lila menjadi sekretaris Tika awalnya dia ingin berhenti tapi Tika mengancamnya takkan memberika tunjangan apalagi ibunya saat itu sedang sakit. Terpaksa Lila menuruti semua permintaan Tika.


Leo menghubungi Tedi untuk mempersiapkan acara pembukaan perusahaannya yang akan dilaksanakan di cabang perusahaannya.


Di rumah sakit.


Dokter sedang memeriksa keadaan Riri yang masih tak sadarkan diri.


" Dokter gimana keadaannya? " Roger, melihat dokter keluar setelah memeriksa Riri.


" Pasien tidak mengalami luka yang serius dia hanya mengalami syok atas kejadian yang baru saja terjadi, setelah sadar anda bisa membawanya pulang" kata Dokter, Roger menanggukan kepalanya.


Sebelum dokter memeriksa Riri Roger menceritakan yang baru saja di alami oleh Riri, Roger masuk ke dalam melihat Riri belum sadar karena efek obat bius, Roger memilih duduk di sofa sambil memeriksa hasil pertemuannya dengan klien.


" Haus". Roger terdengar suara walau masih kecil Roger dapat mendengarnya, ia mendekati Riri kembali mendengar kata haus.


Roger mengambil air di meja dan membantu Riri minum, Riri dapat merasakan nafas Roger karena dia begitu dekat.


" Tuan terima kasih" kata Riri. " Ternyata anda juga bisa mengucapkan terima kasih" kata Roger, dengan dinginnya Riri memajukan bibirnya karena kesal.


Roger tersenyum tipis. " Ayo aku antar kamu pulang" kata Roger.


" Tuan kejadian ini jangan katakan pada om dan tante aku takut nanti mereka khawatir, apalagi saat ini mereka merasa bahagia setelah kak Nia bahagia dengan hidup barunya" kata Riri, menatap Roger.


Roger menanggukan kepalanya tapi kejadian ini harus di beritahu pada Tama, Roger mengantar Riri ke kediaman keluarga Ramadhan. Selama perjalanan tak ada suara yang terdengar.

__ADS_1


" Tuan terima kasih" kata Riri, pamit keluar dari mobil karena sudah sampai di rumah, setelah memastikan Riri masuk Roger kembali ke perusahaan karena masih ada pekerjaan.


__ADS_2