( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku

( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku
Welcome to Jerman


__ADS_3

Papi Primus dan lainnya sudah berada di bandara Green senantiasa memegang tangan Nia, Nia dengan tatapan kosongnya tidak terganggu banyaknya orang sekitar bandara.


Papi Primus sedang berbicara dengan pihak bandara menengai jet pribadinya, setelah selesai mereka menaiki jet menuju Jerman.


Welcome Jerman.


Jet pribadi yang membawa keluarga Ramadhan dan Edward sudah sampai di bandara internasional Jerman, mereka turun dari pesawat menuju lobi.


" Papi akan menghubungi El dulu mami temani mereka duduk pasti lelah" kata papi Primus, Edward pamit mau ke toilet.


El merupakan kepercayaan papi Primus baru saja tiba di bandara dia terlambat menjemput bos dan keluarganya karena harus mengurus perusahaan.


Drt, drt, drt


El baru masuk bandara terdengar suara Hp berbunyi.


" Assalamualaikum, tuan maaaf saya telat tadi mengurus perusahaan " kata El.


" Tidak apa sekarang kamu di mana kami di lobi 3" kata papi Primus.

__ADS_1


" Saya masih di pintu masuk tuan, saya akan kesana tuan" kata El.


" Baiklah kami menunggu di lobi 3" mereka memutuskan panggilan.


Mereka menunggu El selama 10 menit papi Primus melambai tangannya ketika melihat El.


" Maaf tuan saya terlambat" kata El merasa tak enak karena bosnya menunggu lama. Papi Primus menanggukan kepalanya. Kemudian El menghubungi anak buahnya untuk membawa barang bawaan papi Primus dan lainnya.


Mereka menuju kediaman yang baru saja di beli oleh El, Edward sudah pamit dari tadi dia telah menyiapkan apartemen untuk dirinya dibantu oleh El.



El membuka pintu untuk papi Primus mami Yulia membantu putrinya keluar dari mobil Green berdiri di samping Nia.


" Tuan saya minta maaf saya hanya menemukan rumah ini setelah anda menghubungi saya" kata El.


" Ini terlihat indah mas dan halamannya juga luas Green pasti senang bermain di halaman, benarkan sayang nanti Green ajak mami bermain disini" kata mami Yulia, Green menanggukan kepalanya.


El memberikan kunci rumah pada papi Primus kemudian dia pamit kembali ke perusahaan.

__ADS_1


" El besok urus semuanya katakan pada mereka besok aku akan perusahaan " kata papi Primus. " Baik tuan kalau begitu saya permisi dulu.


Pelayan yang sebelumnya bekerja di rumah lamanya sudah sampai sejak kemaren, saat kediaman keluarga Ramadhan yang sudah terjual papi Primus langsung meminta mereka pergi ke Jerman dengan diantar oleh anak buah El yang sebelumnya di hubungi oleh papi Primus.


" Selamat datang tuan, nyonya, nona muda, nona kecil" seru pelayan.


" Bibi bagaimana keadaannya? " mami Yulia. " Semuanya baik nyonya dan kamar untuk tuan dan lainnya sudah kami bersihkan" kata bibj.


Mami Yulia menanggukan kepalanya kemudiian menuju kamar masing - masing diantar oleh pelayan.


" Nenek Green ingin satu kamar dengan mami" kata Green, Mami Yulia yang tersenyum mengelus pipi Green.


" Bibi antar mereka kamar " kata mami Yulia. " Baik nyonya mari nona " ajak bibi.


" Mami ayo kita ke kamar kita Green senang karena bisa tidur bersama mami tiap hari" kata Green sedangkan Nia masih dengan diamnya, mami Yulia hanya sedih melihat putrinya.


Mereka mengistirahatkan tubuh rasa lelah yang di rasakan Green memeluk Nia.


" Mami ayo tidur nanti kita bisa bermain bersama" kata Green, Nia menyebut nama putrinya.

__ADS_1


" Mami Green ada di sini" Green memeluk Nia kemudian memenjamkan matanya.


__ADS_2