
Masih di restoran mereka menikmati makanan yang dipesannya sekali Green bercanda membuat mereka tertawa.
" Tuan gimana kabar dokter Indira maaf sebelumnya saya minta maaf karena belum sempat kerumah karena urusan di perusahaan tak bisa di tinggal" kata Nia, mengingat pertemuannya dengan dokter Indira bersama daddy Thomas di toko cake.
" Tidak apa nona saya yakin mommy dan daddy mengerti kalau anda sibuk" kata Tama.
Green dan Roger hanya menjadi pendengar antarsa mereka.
Drt drt drt.
Nia memeriksa HP ternyata dari Leona sekretarisnya yang sudah menjabat beberapa minggu.
" Assalamualaikum ya Leona ada ap?" Nia.
" Maaf nona saya tahu sekarang anda libur tapi ada beberapa berkas yang harus anda tanda tangani" kata Leona.
Nia melirik arlojinya ternyata sudah jam 2,30 siang. " Baiklah saya akan ke perusahaan sekarang" ucap Nia, menutup panggilannya.
" Sayang ikut mami yuk ke perusahaan ada beberapa berkas yang harus mami periksa" kata Nia, menatap denan putrinya.
__ADS_1
Green menanggukan kepalanya kemudian Nia pamit pada Tama dan Roger menuju ke perusahaan, setelah Nia pergi Tama dan Roger juga meninggalkan restoran menuju kantor.
Setelah tiba di perusahaan NG Group Nia mengajak Green menuju ruangannya, karyawan menyambut mereka tapi karyawan saling berbisik mengenai Green.
Nia dan Green sudah sampai di ruangannya meminta putrinya duduk.
Tok, tok, tok
" Masuk" kata Nia menoleh ke pintu ruangannya.Leona masuk membawa berkas di tangannya.
" Nona ini berkas yang harus di tanda tangan" kata Leona, memberikan berkas pada Nia.
" Nggk ada nona semuanya baik saja" kata Leona, Nia menanggukan kepalanya. Nia memberikan berkas yang sudah dia tanda tangani kemudian Leona pamit harus kembali ke ruangannya.
Nia tersenyum melihat putrinya asyik bermain boneka yang dia menangkan waktu bermain di Mall.
" Sayang ayo kita pulang " kata Nia, membelai rambut putrinya, Green tersenyum dan menanggukan kepalanya. Mereka meninggalkan perusahaan NG Group tidak lupa Nia izin pada Leona.
Semua karyawan memberi hormat pada mereka Nia hanya diam sedangkan Green tersenyum, membuat karyawan menanggumi putrinya memiliki kecantikan sama dengannya.
__ADS_1
Keesokan harinya Nia dan El menemui klien dari london mereka berjanji di restoran untuk membahas kerja sama. Nia dan El bersalam dengan tuan Erlangga dari perusahaan ET Group.
Tuan Erlangga menatap Nia penuh dengan kekaguman walau Nia menunjukan sikap dinginnya tapi kecantikannya tak berkurang, El hanya mencoba untuk menahan emosinya karena tuan Erlang menatap nonanya dengan nafsu.
Perusahaan ET Group menawar kerja sama dalam bentuk Food dan drink, sekretaris Erlangga menjelaskan setiap rinci kerja sama yang di tawarnya.
" Nona bagaimana kita makan malam bersama untuk kerja sama yang kita jalin" kata Erlangga, mencoba untuk memegang tangan Nia, Nia hanya acuh dan tak peduli.
" Tuan Erlangga jangan kurang ajar pada nona saya" kata El, dengan menatap tajam.
Tuan Erlangga tersenyum sinis. " Ini bukan urusanmu " kata tuan Erlangga menunjuk El membuat El emosi tapi ada Nia.
" El" kata Nia, berdiri. " Ya nona" sahut El.
" Batalkan kerja sama kita dengan perusahaan ET Group, aku tak ingin bekerja dengan orang yang tak menghormati wanita" kata Nia, pergi meninggalkan mereka yang terkejut mendengar.
" Nona saya minta maaf, saya takkan mengulanginya nona jangan membatalkan kerja sama ini" kata Erlangga dengan memohon.
Ketika dia mengejar Nia langkahnya dihentikan oleh El.
__ADS_1
" Tuan, nona saya sudah mengambil keputusan jadi jangan pernah mencari keributan atau saya melibatkan pihak polisi" kata El dengan tegas. Erlangga terduduk karena kerja samanya batal karena perusahaannya membutuhkan suntikan dana.