( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku

( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku
Episode 64


__ADS_3

Sudah beberapa beberapa bulan Nia di rawat di rumah sakit dikarenakan depresi berat yang dia alami, sekarang dia sudah sembuh dari penyakitnya dan mulai menerima takdir yang dia terima karena sekarang baginya hanya Green putrinya.


Papi Primus sudah berada di rumah sakit untuk mrenjemput putrinya yang beberapa bulan ini di rawat di rumah sakit, Green tidak mengetahui kalau maminya hari ini pulang dikarenakan masuk sekolah.


" Mami semuanya eudah siap" kata pap Primus masuk bersama El.


" Semuanya hampir siap pi" kata mami Yulia, merapikan pakaian putrinya.


Papi Primus yang melihat putrinya yang berdiri di dekat jendela dia menghampirinya.


" Sayang apa yang kamu lihat? " papi Primus, mengelus rambut putrinya, Nia tersenyum melihat papinya di sampingnya.


" Disini sangat tenang pi, Nia ingin tahu kenapa kita pindah ke Jerman pi? " Nia, papi Primus tersenyum dua tak perlu lagi menyembunyikan semuanya karena dia tahu putrinya berhak mengetahuinya.


" Kamu pasti sudah tahu mengenai perusahaan kita di sana karena papi tidak ingin dia mengetahui bahwa kita memiliki cabang perusahaan disini, makanya papi meminta Edward mengurus semuanya san kita tinggal disini" kata papi Primus.

__ADS_1


" Papi maaf ini semua yang terjadi pasti karena masalah Nia hingga kita kehilangan perusahaan peninggalan kakek" kata Nia, merintikan air matanya.


papi Primus menghapus air mata putrinya dan menggelengkan kepalanya.


" Sayang jangan pernah sekalipun kamu bilang ini karena mu, bagi kami kamu dan Green adalah harta yang berharga kami siap mempertaruhkan semuanya demi kalian " kata papi Primus, Nia pun memeluk papinya dan berjanji akan membuat perusahaannya sebesar atau melebihi perusahaan sebelumnya.


Mami Yulia menghapus air matanya menysksikan suami dan putrinya.


"Ayo kita pulang Green pasti sudah pulang ini padti menjadi kejutkan untuknya, Karena maminya sudah pulang dan tinggal bersama kita" kata mami Yulia, tersenyum.


Nia merangkul maminya keluar dari rumah sakit. " El bawa barang ke mobil" kata papi Primus. " Baik tuan" sahut El, membawa tas berisikan barang Nia.


Dokter Indira sudah mengetahui kalau Nia pulang hari ini tapi dia tak bisa menemuinya karena dia menemani suaminya ke seminar.


Mobil terus melaju menuju ke kediamanan keluarga Ramadhan yang baru, Nia menatap ke arah jendela sambil menikmati permandangan selama perjalanan.

__ADS_1


Tak terasa mobil sudah tiba di ke kediaman mereka satpam membuka gerbang, mobil terus berjalan mendekati depan rumah .


" Sayang inilah tempat tinggal baru kita semoga kamu menyukainya " kata mami Yulia, memegang tangan putrinya.


Nia tersenyum. " Ini sangat bagus mi Nia menyukainya, ayo kita turun Nia tak sabar untuk melihatnya" kata Nia, mami tersenyum dan menanggukan kepalanya.


Mereka keluar dari mobil ternyata pintu sudah di buka oleh pelayan karena satpam menghubungi mereka kalau nona muda mereka sudah pulang.


" Selamat datang tuan dan nyonya besar, nona muda kamu mengucapkan selamat datang" kata pelayan, Nia tersenyum sambil melihat keadaan rumahnya.


" Bi dimana Green? " mami Yulia tak melihat cucunya, El sudah membawakan barang Nia dengan bantuan pelayan membawanya ke kamar Nia di lantai 2.


" Nona muda di kamarnya nyonya sepulang dari sekolah katanya mau mengerjakan tugas" kata pelayan.


" Mami papi Nia ingin menemui Green, Nia sangat merindukannya walau kemaren kita bertemu di rumah sakit" kata Nia.

__ADS_1


" Pergilah sayang putrimu pasti merasa bahagia melihatmu datang" kata mami Yulia, Nia menanggukan kepalanya dan menuju ke kamar putrinya.


Papi Primud mengajak El ke ruang kerjanya sedangkan mami Yulia menyiapkan makanan kesukaan putrinya.


__ADS_2