
Papi Primus merasa lega karena pemegang saham perusahaannya tidak bertanya lebih lanjut.
" Saya berharap kalian bersedia membantu saya untuk memperbesar perusahaan ini sehingga seperti sebelumnya" kata papi Primus.
" Kami akan membantu anda membuat perusahaan ini berkembang pesat hingga mengalahkan sebelumnya" sahut salah satu pemegang saham.
Papi Primus memandang Edward yang tersenyum ternyata pikiran mereka tidak sesuai yang mereka takutan, kemudian Edward pamit karena dia harus merapikan lokasi yang digunakan untuk dia praktek.
" El panggil semua petinggi perusahaan kita akan rapat untuk membahas proyek yang sedang kita jalani, El apakah antara klien kita ada bekerja dengan perusahaan sebelumnya " kata papi Primus.
" Maaf tuan karena perusahaan NG Group baru setahun ini berdiri jadi kita tidak memiliki kerja sama dengan klien yang anda sebutkan, perusahaan NG Group hanya menjalani kerja sama dengan perusahaan Davidson Group " kata El.
Papi Primus merasa lega karena perusahaannya tidak ada kerja sama dengan mereka, dia akan membesarkan perusahaan ini dengan klien yang baru mereka dapatkan.
" El bagaimana dengan proyek yang sedang kalian kerjakan? " papi Primus.
" Proyek baru berjalan 65%, tuan .Kita sedang mengerjakan proyek bidang ekonomi yang terletak di Luneburg berupa membangun Villa untuk pariwisata disana " kata El, papi Primus menanggukan kepalanya.
__ADS_1
Mereka melanjutkan rencana yang akan merekan rencanakan untuk perkembangan perusahaan NG Group, tiga jam telah berlalu mereka telah memiliki rencaba agar oerusahaan ini berkembang dan para pemilik saham tidak permasalah lagi atas pergantian nama perusahaan.
saat ini papi Primus berada di ruangannya dia mengerjakan berkas yang diberikan oleh sekretaris.
Di kediaman keluarga Ramadhan di Jerman.
Green sedang menemani Nia yang hanya duduk dekat jendela sambil memandang jalan.
Kret
Mami Yulia masuk dia hanya menghela nafasnya melihat keadaan putrinya.
" Sayang besok kita daftar sekolah untukmu ya" kata mami Yulia, Green terdiam memandang neneknya dan menggelengkan kepalanya.
" Kenapa cucu nenek ini menggelengkan kepalanya?" mami Yulia, mengetahui kalau cucunya ini tidak mau tapi dia mau dengar alasannya.
" Nenek jika Green sekolah siapa yang nanti menjaga mami" seru, Green menundukan kepalanya.
__ADS_1
Mami Yulia tersenyum dan mengelus kepala cucunya.
" Green jangan khawatir nenek yang akan menjaga mami nanti jika cucu nenek ini tidakmau sekolah nanti mami tahu dan sedih, memangnya Green mami sedih" kata mami Yulia.
Green menggelengkan kepalanya, mami Yulia tersenyum. " Sekarang cucu nenek ini jangan bersedih, nenek yakin dalam hati mami ingin cucu nenek ini sekolah dan menjadi pintar juga membanggakan" kata mami Yulia.
Green memeluk neneknya. " Maaf Green nenek, Green akan bersekolah dan menjadi pintar agar mami senang" kata Green.
Mami Yulia melirik jam ternyata hari sudah sore. " Green nenek panggil bibi dulu ya untuk membantu mami untuk membersihkan diri" kata mami Tulia.
" Nenek Green ingin membantu mami" kata Green,, mami Yulia menanggukan kepalanya. Mami memanggil bibi untuk membantunya memabdikan putrinya sebelum mendapatkan suster untuk merawat putrinya.
Bibi dan Green membantu Nia untuk membersihkan dirinya sedangkan mami Yulia dan pelayan lain menyiapkan makan malam.
" Nyonya tuan sudah pulang" kata bibi, m as mi Yulia tersenyum dan meminta pelayan untuk melanjutkan memasaknya.
" Papi" ucap mami Yulia mencium tangan suaminya. " Dimana Nia dan Green mi tidak melihat keberadaan mereka.
__ADS_1
" Cucu kita sedang membantu maminya membersihkan diri" kata mami Yulia, papi Primus menanggukan kepalanya dan menuju kamarnya.
Nia dan Green sudah rapi berada di ruang makan begitu pula dengan mami Yulia dan papi Primus, mereka menikmati makan malam.