( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku

( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku
Episode 131


__ADS_3

Semua keluarga masih berada di rumah sakit walau hari sudah mulai gelap tapi Tama belum memberikan kabar, keadaan Nia sudah stabil walau masih dengan diamnya.


" Kalian sebaiknya pulang biar kami yang menemani Nia malam ini, kami yakin Tama pasti datang" kata daddy Thomas, tapi ditolak oleh dua wanita yang ingin menemani Nia atau menunggu Tama.


Dalam mobil.


Roger mengendarai mobil menuju rumah sakit dan Green sudah tertidur di pelukan Tama, Tama tersenyum melihat putrinya tidur dengan nyenyak ia mencium keningnya. Xanders dan Roger saling tersenyum melihat kasih sayang Tama pada Green putri sambungnya. Mereka berfikir jika Tama memiliki anak sendiri pasti kasih sayangnya tak berkurang.


Saat menuju rumah sakit Tama melihat toko pakaian dan meminta Roger menghentikan mobil.


" Tuan untuk apa kita kesini? " Xanders, mobil tepat berhenti di depan toko.


" Aku ingin memberi pakaian ganti aku tak ingin Nia melihatku seperti ini, kuharap kalian juga mengganti pakaian terutama kamu Roger tentu tak ingi Riri melihat ada darah di bajumu " kata Tama, Roger tersenyum malu.


" Tapi gimana dengan nona kecil tuan? " Xanders, melihat Green tidur.

__ADS_1


" Kita beli pakaian dulu nanti kita ganti di hotel, kalau tak salah Hotel V ada sekitar sini" kata Tama.


Akhirnya mereka hanya membeli pakaian ganti dan menggantinya di hotel milik Tama.


Tama tersenyum melihat putrinya masih tidur mereka sudah sampai di hotel untuk mengganti pakaian sekaligus membersihkan diri dari noda darah. Tama menuju kamar pribadinya yang ada di hotel ia meletakan Green di atas kasur dan dia masuk ke kamar mandi membersihkan diri.


Xanders dan Roger juga memiliki kamar pribadi di sana dimana letaknya di samping kamar Tama, dimana hanya ada tiga kamar dilantai itu dan tak ada yang menyewa kamar disana.


" Sayang bangun ayo mandi dulu" kata Tama, sudah mengganti pakaiannya.


"Uh putri papi yang cantik ini sedang cemberut sayang kita akan ke tempat mami tapi Green mau melihat mami sedih.Melihat putri cantiknya kotor" kata Tama, Green tersenyum segera masuk ke kamar mandi.


Tok tok tok


Ternyata yang datang adalah pelayan membawa pakaian anak perempuan sebelumnya Tama meminta pelayan membeli pakaian untuk Green.

__ADS_1


Kemudian mereka pergi ke rumah sakit menemui Nia tapi sebelum itu mereka singgah ke restoran untuk makan malam.


" Nenek" teriak Green. Mereka sudah sampai di rumah sakit dan segera ke ruang rawat Nia, mami Yulia menangis bahagia melihat cucunya kembali.


Keadaan mami Yulia membaik setelah di periksa oleh dokter dan khawatir dengan keadaan putrinya yang diberitahu oleh Riri maka ia memaksa untuk ke ruang rawat Nia.


Mami Yulia tak henti mencium cucunya ia cukup bersalah karena membiarkan mereka membawa cucunya dan keadaan Nia kembali sakit, Green juga memeluk lainnya.


"Nak terima kasih telah membawa Green kembali" kata mami Yulia. Tama tersenyum mommy Indira dan Daddy Thomas merasa lega putra dan cucu mereka kembali dengan selamat.


Papi Primus berdiri. " Tama" bisik papi Primus. Tama tahu apa yang ditanya oleh papi Primus.


" Mereka meninggal pi dan aku telah memakamkan mereka, ini demi Green walaupun Leo adalah papi kandungnya" kata Tama, papi Primus tersenyum bangga terhadap menantunya.


Walau Tama membenci Leo dia tetap menghargainya sebagai papi kandung Green.

__ADS_1


" Papi ayo kita temui mami " kata Green, tak sabar untuk menemui Nia. Mereka tertawa pelan melihat ketidaksabaran Green sampai menarik tangan Tama.


__ADS_2