( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku

( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku
Episode 103


__ADS_3

Sudah beberapa hari Leo dan Tika datang ke perusahaan Davidson Group belum juga mendapatkan kabar, Tika menjadi kesal karena tidak dapat bertemu kembali dengan Tama Davidson.


Kediaman Ramadhan.


Tok tok tok


" Nona Riri nyonya dan tuan sudah menunggu di ruang makan" kata bibi.


" Ya bi katakan pada tante dan om Riri sebentar lagi akan turun" sahut Riri.


" Baik nona kalau begitu bibi turun" kata Bibi, pamit.


" Bibi dimana Riri" kata mami Yulia.


" Nona sebentar lagi akan turun" kata bibi. Mami Yulia dan papi Primus menanggukan kepalanya.


Tidak membutuhkan waktu yang lama Riri datang ke ruang makan, mami Yulia mengajaknya sarapan pagi bersama.


Kemudian Riri pamit ke sekolah papi Primus telah menyiapkan mobil dan supir untuk mengantarkannya.


" Nona silahkan" kata supir, membuka pintu Riri mengucapkan terima kasih dan menuju sekolah.


Riri menghela nafasnya entah kenapa fikirannya terus tertuju pada Roger.


" Nona baik saja" kata supir" ,melihat keponakan dari tuan Primus melamun.


" Nggak ada pak" kata Riri, mencoba untuk menenangkan fikirannya.


Tidak lama mobil tiba di sekolah supir membuka pintu ternyata sudah ada sahabatnya yang menunggu, Riri tidak lupa untuk mengucapkan terima kasih.


Perusahaan NG Group.


Nia sedang memeriksa laporan keuangan yang di berikan oleh Leona.


" Ternyata masih ada orang korupsi " kata Nia, melihat ada angka yang berbeda dalam laporannya.


" Leona panggil manager keuangan ke ruangan saya sekarang" kata Nia.


" Baik nona" kata Leona, Leona menghubungi manager keuangan.


Nia sangat marah karena ada orang korupsi di perusahannya.


" Aku takkan mengampuni orang yang berbuat curang dalam perusahaanku" guman Nia.


Tok tok tok

__ADS_1


" Masuk" kata Nia, pintu terbuka masuklah Leona bersama manager keuangan diikuti bersama El.


Nia yang sedang emosi melempar berkas yang berada dalam tangannya.


" Sekarang coba kamu periksa" kata Nia, dengan dinginnya.


Dengan gemetaran manager keuangan membaca laporan yang berada di tangannya.


" Maaf nona bukan saya yang melakukannya" kata manager, merasa takut. Nia menatap tajam ke arahnya tak ada kebohongan di matanya.


Akhirnya Nia memberi waktu tiga hari untuknya mencari siapa yang berani melakukan korupsi di perusahaannya, Nia juga meminta El untuk membantunya.


" Sebaiknya aku ke sekolah Green sudah waktunya pulang" kata Nia, melihat jam yang telah menunjuk jam 11 siang.


" Leona aku menjemput Green ke sekolahnya jika ada yang ingin bertemu katakan besok pagi" kata Nia.


" Baik nona" kata Leona. Nia menuju lift, semua karyawan memberi hormat padanya. Nia menghubungi supir untuk mengantarnya ke sekolah Green, Nia telah meminta El untuk mengurus perusahaan karena ia tak kembali ke perusahaan.


Sekolah Internasional


Nia sudah sampai di sekolah ternyata siswa belum pulang sambil menunggu putrinya Nia mengirim pesan pada suaminya.


" Assalamualaikum, mas"


" Waalaikumsalam, sayang. kamu sudah makan siang? "


" Maaf sayang mas banyak pekerjaan, sayang kirim sayang pada Green, Sayang I love You ingat hati-hati jika ada sesuatu segera katakan pada mas"


" Ya mas, mas sudah ya Green sudah keluar dari kelasnya" .Nia melihat nenutup panggilannya dan melihat siswa sudah berhamburan keluar dari kelas.


Green bahagia karena Nia menjemputnya. ' Mami" kata Green, berlarian dan meneluknya.


" Sayang hati-hati nanti jatuh" kata Nia, Green hanya senyum.


" Apakah putri cantik mami mau makan siang di luar dan bermain ke mall? " Nia, mengajak putrinya masuk ke mobil.


" Mau mi, mi Papi juga ikut makan siang bersama" kata Green, Nia tersenyum dan merapikan rambut putrinya.


" Papi nggk bisa sayang sedang sibuk, nggk apa sekarang adalah waktunya mami versama putrinya, pak kita ke mall A" kata Nia, Green tersenyum.


" Baik nona "sahut supir, supir melajukan mobilnya menuju mall A.


" Sayang kita makan dulu ya baru bermain" kata Nia, menggandeng tangan putrinya Green tersenyum.


Mereka masuk salah satu restoran di sana Green menginginkan ayam CFC makanya Nia memenuhi permintaan putrinya, Nia memesan ayam dan minuman tidak lupa kentang.

__ADS_1


" Sayang hati-hati makanannya" kata Nia.


" Ya mi Green nggk sabar untuk bermain" kata Green, Nia hanya menggelengkan kepalanya.


Selesai makan mereka menuju lantai empat dimana arena permainan untuk anak-anaknya, Green sangat menikmati permainannya hingga mereka menghabiskan waktu dua jam.


" Sayang ayo kita pulang hari sudah sore nanti papi pulang" kata Nia, Green menanggukan kepalanya.


Mereka meninggalkan arena permainan Green sangat merasa bahagia karena ia banyak mendapatkan boneka dan hadiah lainnya.


Bruk


Nia tak sengaja menabrak seseorang." Maaf saya nggk sengaja" perkataan Nia terpotong saat melihat seorang di hadapannya.


Green terkejut melihat orang ini di hadapannya ia merasa takut dan menyembunyikan tubuhnya di belakang Nia, Nia dapat merasakan tubuh putrinya gemetaran.


" Oh lihat ini siapa yang berada di sini, sahabat lamaku oh bukan mantan sahabatku" kata Nia, dengan senyum smirk.


Tari yang mendengarnya menjadi emosi tapi saat melihat Green ketakutan ia tersenyum licik, Nia menatap tajam ke arah.


" Halo sayang kita bertemu lagi apa kamu tidak kangen pada papi" kata Tari, menbicarakan Leo.


" Tari jaga bicaramu" tunjuk Nia.


" Nia sekarang kamu tenang saja aku takkan menanggu kalian tapi berbeda nanti, jika Leo tahu aku bertemu putrinya yang sudah mulai besar, apa yang ia fikirkan nanti? " Tika, meninggalkan Nia yang sedang menahan emosinya.


" Sayang baik saja kan? " Nia, mengkawatirkan putrinya yang ketakutan.


" Mami, papi"Green memanggil Tama melihat keadaan putrinya membuat Nia khawatir ia memanggil supir untuk membawa barang dan Nia menggendong putrinya.


Selama perjalanan Green terus memanggil nama Tama membuat Nia tak kuasa menahan tangisannya.


" Ya sayang sebentar lagi kita bertemu papi" kata Nia, memeluk putrinya. supir juga merasa sedih melihat keadaan nona kecilnya.


Tama juga dalam perjalanan menuju kediamannya entah kenapa fikirannya terus menuju putri sambungannya.


" Tuan muda baik saja" kata Roger, melihat Tama yang terlihat gelisah.


Tama melepas dasinya dan menghela nafasnya. " Roger kenapa aku terus memikirkan Green" kata Tama.


" Mungkin hanya pemikiranmu nona kecil pasti baik saja, nona kecil dan nona muda sedang bermain di mall" kata Roger.


Tama menanggukan kepalanya mereka pasti baik saja, tak membutuhkan waktu yang lama Tama sudah sampai di rumah bertepatan dengan Nia juga baru sampai.


" Mas" kata Nia, menangis. " Sayang apa yang terjadi " Tama terkejut melihat istrinya menangis.

__ADS_1


" Mas Green hiks hiks hiks. dia" kata Nia, terpotong Tama melihat keadaan putrinya diam dan menatap kosong.


" Sayang ayo kita masuk" ajak Tama, menggendong putrinya. Roger juga terkejut melihat keadaan Green dia langsung menghubungi dokter keluarga.


__ADS_2