( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku

( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku
Episode 119


__ADS_3

Perusahaan Anugerah Group.


Leo dan Tika belum mengetahui kalau Tama sudah mengetahui kalau yang dilakukan mereka telah terbokar, mereka malah asyik kalau orang yang tahu rencana mereka telah dihabiskan.


Tanpa mereka tahu Tama dan Roger sudah berada di depan perusahaan Anugerah Group.


" Roger, kamu sudah menyiapkan semuanya? " Tama.


" Sudah tuan muda kali ini mereka pasti tak dapat mengelak dan setuju yang tuan muda ajukan, mereka pasti tak mau masuk penjara tuan" kata Roger.


" Tentu ayo kita keluar, aku tak ingin membuang waktu lagi" kata Tama, Roger menanggukan kepalanya.


Mereka keluar dari mobil masuk ke perusahaan semua karyawan menatap ke arah mereka seakan bertanya ada urusan apa CEO Davidson berkunjung ke perusahaan mereka.


" Maaf tuan apa ada yang bisa saya bantu? " resepsionis, melihat Tama dan Roger masuk .


" Kami ingin bertemu tuan Leo" kata Roger. " Silahkan tuan bos ada di dalam ruangannya" kata resepsionis, Tama dan Roger menanggukan kepalanya dan mempersilahkan mereka mengikutinya.


Semua karyawan bergosip melihat ketampanan Tama dan Roger yang tak kalah tampan.


" Lihat tuan Tama tampan sekali aku rela walau menjadi istri keduanya" kata karyawanti.


" Kamu kira tuan Tama mau melihatmu" kata temannya pada karyawanti yang berbadan gemuk.


" Kalian jangan bergosip ayo lanjutkan kerjaannya" kata manager. Semua menjadi diam walau masih mendengar bisikan..

__ADS_1


Tama dan Roger yang mendengar bisikan itu hanya diam melanjutkan jalannya ke ruangan Leo.


Tok tok tok


" Masuk" kata Leo, Lia membuka pintu dan memberitahu kalau ada Tama.


" Maaf tuan , nona ada tamu yang ingin bertemu" kata Lia.


" Siapa yang ingin bertemu bukannya tak ada klien hari ini" kata Tika, Leo yang mendengarnya juga terkejut memang hari ini tak ada klien yang datang.


Lia hanya diam tak berani memberitahu yang datang adalah Tama.


" Halo Leo saya yang datang sepertinya kalian sangat sibuk hingga tak mengetahui kabar yang tengah terjadi" kata Tama, masuk bersama Roger dengan menatap mereka dengan tajam.


Lia segera keluar dia juga merasa takut dengan suasana di dalam, Tedi yang ingin bertemu Leo untuk mengantar berkas bertanya melihat Lia berdiri di depan ruang Leo dengan ketakutan.


" Lia" kata Tedi, menepuk punggung Lia karena sudah berkali memanggil tapi hanya diam.


" Astaghfirrurrah, tuan Tedi" kata Lia, mengelus dadanya.


" Kenapa kamu berdiri di sini? " Tedi. " Di dalam ada tuan Tama, aku ketakutan dengan suasananya di dalam" kata Lia. Tedi menanggukan kepalanya meminta Lia kembali ke ruangannya dan Tedi masuk ke dalam.


Saat Tedi masuk memang suasananya sangat menegangkan dia melihat Leo dan Tika diam dan gemetaran, Tedi memutuskan hanya diam di depan pintu tak menanggu dia menyadari ini pasti masalah besar.


" Kalian tak memberitahuku tentang kejadian yang terjadi di proyek ?" Tama, Tedi terkejut dia memang tak mengetahuinya.

__ADS_1


Leo dan Tika tak berani untuk bicara hanya menundukan kepalanya dengan tubuh yang gemetaran.


Tama tersenyum. " Aku sudah menduganya kalau kalian hanya diam tak berani untuk menceritakannya" kata Tama.


" Baiklah aku tak mau membuang waktu untuk berdiri lama di sini, aku akan memberitahunya sendiri" kata Tama, menceritakan semuanya kejadian terjadi di proyek.


Tedi membesarkan matanya setelah mendengarnya dan menatap ke arah Leo dan Tika.


" Aku tahu ini adalah ulah kalian beraninya kalian bermain denganku".


Brak


Tama memukul meja Leo hingga membuat Leo dan Tika semakin takut.


" Tuan maafkan kami" kata Tika, dengan suara gemetaran.


" Memaafkan kalian setelah membuatku kerugian besar, Roger hubungi polisi" kata Tama.


" Baik tuan" kata Roger.


" Tuan Tama maafkan kami jangan laporkan polisi, kami akan melakukan apapun yang anda inginkan asalkan jangan laporkan kami" kata Leo, memohon Tika menanggukan kepalanya.


Tama tersenyum. " Baiklah aku takkan melaporkan kalian ke kantor polisi, dengan satu syarat tanda tangani ini" kata Tama.


Brak

__ADS_1


__ADS_2