
Keadaan kediaman Tama dan Nia di rudung kesedihan melihat putri dari keluarga mereka mami Yulia dan papi Primus segera ke kediaman putrinya setelah mendapat kabar dari rumah Tama, mereka sangat mengkhawatirkan cucu mereka begitu pula demgan mommy Indira dan daddy Thomas mendapat kabar dari Roger mengenai Green.
" Indira" kata mami Yulia, melihat mommy Indira dan daddy Thomas baru saja datang di kediaman Tama.
" Lia, kamu tenanglah cucu kita pasti baik saja" kata mommy Indira, menenangkan mami Yulia yang sedih.
Daddy Thomas mengajak mereka masuk dan di sambut oleh bibi.
" Selamat datang tuan, nyonya" kata bibi, papi Primus dan daddy Thomas menanggukan kepalanya.
" Bibi, apa dokter sudah di panggil" kata mami Yulia. Sebelum bibi menjawab dokter yang di panggil oleh Tama datang.
" Assalamualaikum " kata dokter. Mereka menjawab salam tidak menbuang waktu daddy Thomas meminta dokter masuk ke dalam dan meminta bibi mengantarkan. Sedangkan mereka menunggu tidak mau menanggu pemeriksaan.
Tok tok tok
Tama membuka pintu terlihat bibi di hadapannya.
" Tuan dokter sudah datang" kata bibi. Azka menanggukan kepalanya dan mempersilahkan masuk bibi pamit kembali ke dapur.
" Dokter tolong periksa putri kami sejak tadi dia hanya diam dan tak mau kami ajak bicara" kata Nia, menghapus air matanya.
" Nona biar saya memeriksanya" kata dokter, Tama mengajak istrinya menjauh.
Dokter memeriksa keadaan Green sekali dia mengajak Green bicara tapi tetap sama.
" Dokter gimana? " Tama. " Tuan nona sepertinya putri kalian merasakan takut akan sesuatu hal, jadi sebaiknya kalian menjauhkannya dari yang menyebabkan rasa takut yang timbul dan putri kalian menahan rasa takut dalam dirinya makanya dia seperti saat ini" kata dokter.
" Terus apa yang harus kami lakukan dok" kata Tama.
" Kalian bisa mengajaknya ke tempat yang menyenangkan dan ciptakan suasana yang menggembirakan " kata dokter, Nia dan Tama mengucapkan terima kasih. Kemudian dokter mohon pamit.
Mami Indira diikuti lainnya ke kamar Green setelah mendapat kabar oleh dokter mereka segera ke atas, walau cucu mereka tidak parah tapi wajah mereka ada kekhawatiran sebelum menemuinya.
__ADS_1
" Nia" kata mami Yulia, Nia melihat mami dan papinya masuk segera memeluk mereka, papi Primus hanya menahan kesedihan melihat cucu kesayangannya dengan tatapan kosong.
" Tama bukannya Green akan libur sekolah" kata daddy Thomas.
" Ya dad" kata Tama. " Gimana Green ikut bersama kami ke Jepang kebetulan saat ini bunga sakura sedang bermekar" kata daddy Thomas.
Mereka menatap Nia minta pendapat apa yang di katakan oleh daddy Thomas benar, mungkin dengan suasana baru Green akan terasa nyaman.
" Memangnya kapan mom dan daddy berangkat? " Tama, mengetahui orangtuanya ke Jepang menghadiri pernikahan anak dari sahabat daddy Thomas.
" Kami seharusnya minggu depan berangkatnya tapi demi cucu kami rela besok berangkatnya agar menjauh dari sini untuk sementara" kata daddy Thomas, mommy Indira menanggukan kepalanya.
" Nak kami takkan memaksa karena Green adalah putri kalian, kami hanya menyarankan" kata mommy Indira, melihat Nia diam.
Papi Primus mengelus rambut Nia. Nak kalau kamu ragu gimana Green untuk sementara tinggal bersama kami atau kalian juga ikut" kata papi Primus, tahu putrinya takkan sanggup membiarkan cucunya sendiri.
" Mommy, daddy Nia mintaa maaf kami akan tinggal di rumah papi dan mami, mas setuju kan" kata Nia, merasa tak enak menolak perkataan daddy Thomas.
Tama segera meminta bibi menyiapkan beberapa pakaian untuk di bawa ke kediaman keluarga Ramadhan, bibi memasukan beberapa helai pakaian Tama di dalam koper tapi untuk Nia dan Green tidak perlu karena pakaian mereka ada di sana.
Setelah rapi mereka menuju ke kediaman keluarga Ramadhan mommy Indira dan daddy Thomas tidak ikut karena telah berjanji dengan teman.
" Selamat datang nona muda, tuan muda dan nona kecil" kata bibi, menyambut kedatangan mereka.
" Bibi tolong persiapan makanan malam dan siapkan menu kesukaan cucu kami" kata mami Yulia.
" Baik nyonya kalau begitu kami akan menyiapkannya" kata bibi, mengajak pelayan lainnya menyiapkan makanan.
" Nia antar putrimu ke kamarnya" kata papi Primus, Nia menanggukan kepalanya mengajak Green ke kamarnya.
Tama dan papi Primus mengobrol di ruang tengah sedangkan mami Yulia ke dapur membantu pelayan menyiapkan makanan.
" Tama kita takkan membiarkan mereka mendekati ataupun menemui Green " kata papi Primus, menggengam tangannya di kursi dia sangat marah mengetahui Tika tanpa sengaja bertemu dengan Nia dan Green dan mengakibatkan cucunya sakit.
__ADS_1
" Tama akan meminta Bodygoard untuk menjaga istri dan putri kami, papi" kata Tama.
" Papi tahu kamu pasti melindungi mereka papi hanya tak menyangka kenapa harus negara ini mereka menyebarluaskan bisnis mereka" kata papi Primus
" Mungkin sudah saatnya pi, Nia harus menemui mereka dan merebut semua milik kalian" kata Tama, dengan dinginnya. papi Primus hanya diam dan mendengarkannya dia sudah ikhlas dengan perusahaan milik keluarga di rampas tang penting baginya adalah putri dan cucu kesayangannya.
Tama pamit pada papi Primus menemui istri dan putrinya di kamar, Tama membuka kamar Nia terlihat Green tidur dalam pelukan Nia.
Tama tersenyum dan mendekati mereka dan mencium kening keduanya, Tama lebih memilih istirahat di sofa panjang di sana dan menghubungi Roger menyiapkan bodygoard untuk melindungi Nia dan Green.
Riri baru saja keluar dari kelas bersama sahabatnya menuju lapangan, saat menuju mobil ada dua siswa pria yang menghadang.
" Riri ini undangan untukmu saya harap kamu bisa datang, saya akan mengenalkanmu pada orangtuaku" kata salah satu antara mereka, mereka pergi begitu saja membuat Riri nggk bisa bicara.
" Riri beruntung sekali mendapatkan undangan ulang tahun dari Ofan, bahkan kami tak mendapatkannya" kata Uli, dengan kesal. Uli dan Evi merupakan sahabat Riri di sekolah.
" Ini untukmu saja aku takkan datang" kata Riri, dengan memberikan undangan itu pada Uli.
" Riri jangan begitu sebaiknya kamu datang saja, jika kamu ketahui tak datang esok akan terjadi masalah" kata Evi, Uli menanggukan kepalanya.
" Tapi aku malas jika pergi sendirian" kata Riri.
" Gimana kamu datang bersama orang yang pernah mengantarkanmu ke sekolah, sebenarnya kami khawatir jika kamu datang sendirian" kata Uli. Riri memikirkan perkataan kedua sahabatnya.
Supir yang menunggu Riri segera menghampirinya karena mami Yulia menghubunginya, Riri pamit pada sahabatnya masuk ke dalam mobil. Mobil melaju menuju kediaman keluarga Ramadhan.
Roger telah menemukan bodygoard yang sesuai dengan permintaan Tama dan mengajak mereka langsung ke kediaman keluarga Ramadhan.
Apartemen
Setelah pertemuan dengan Nia dan Green di mall membuat Tika berfikir gimana Leo mengetahinya.
" Sebaiknya Leo jangan memberitahunya" guman Tika, meminun wine yang dia beli.
__ADS_1